BETAPA DAHSYAT DOA ISTRI SALIHAT

BETAPA DAHSYAT DOA ISTRI SALIHAT

 

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Apa yang harus anda lakukan, jika suami anda tidak mau melakukan kewajiban dan ketaatan kepada Allah? Apa yang harus anda lakukan, saat suami anda banyak melakukan kejahatan dan kemaksiatan? Apa yang harus anda lakukan, saat suami anda jauh dari nilai-nilai kebaikan?

Menangis? Itu tidak akan bisa menyelesaikan masalah, dan tak akan bisa memperbaiki kondisi suami. Menggugat cerai? Itu tindakan praktis yang dengan mudah anda lakukan melalui Pengadilan Agama. Namun bercerai tidak akan bisa memperbaiki suami.

Maka jangan hanya menangis dan hanya memiliki opsi cerai. Yang harus anda lakukan pertama kali adalah berusaha untuk menasihati dan mengingatkan suami dengan penuh kesabaran dan kelembutan. Inilah amal salih anda. Inilah lahan jihad anda. Bahkan ini jalan yang bisa menghantarkan anda menuju surga.

Anda harus berusaha untuk mengajak suami kembali ke jalan kebaikan, jalan yang menghantarkan kepada keberkahan hidup. Lakukan pendekatan dengan cara yang menyenangkan suami, berusahalah untuk meluluhkan hati suami, sampai dirinya mudah untuk anda nasihati. Jangan pernah lelah untuk mengusahakan kebaikan pada suami.

Namun, ada usaha spiritual yang tak boleh anda tinggalkan. Bahkan ini adalah kekuatan super dahsyat yang dimiliki setiap mukmi, yaitu doa kepada Allah. Ya, benar, doa kepada Allah, inilah kekuatan utama setiap mukmin. Nabi Saw telah bersabda:

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ

“Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Ta’ala selain do’a.” HR. Tirmidzi no. 3370, Ibnu Majah no. 3829, Ahmad 2/362. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

Gunakan doa kepada Allah sebagai kekuatan untuk melakukan pendekatan dan perubahan kepada suami. Jangan lelah berdoa demi kebaikan keluarga. Siang dan malam terus menerus berdoa memohon, menghiba ke haribaanNya, disertai keyakinan dan harapan akan pengabulan dariNya. Nabi Saw telah bersabda:

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” HR. Tirmidzi no. 3479. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

Mari kita simak kisah singkat berikut ini, tentang kekuatan doa seorang istri. Kisah ini diterjemahkan oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, dari kitab aslinya yang berjudul Ajaib Ad Du’a’ karya Khalid bin Sulaimin bin ‘Ali Ar Rabi’i. Diposting di web resmi beliau, rumaysho.com. Saya menuliskan ulang di sini, dengan bahasa saya sendiri, dan dengan tambahan redaksi dari saya sendiri.

Syahdan. Tersebutlah seorang suami yang tidak salih. Ia adalah lelaki yang sangat jauh dari nilai-nilai kebaikan. Tidak memiliki ketaatan kepada Allah, bahkan senang melakukan perbuatan dosa dan maksiat berulang. Tak ada hari yang berlalu, kecuali ia melakukan dosa dan kemaksiatan.

Istrinya adalah perempuan nan salihah. Betapa sedih melihat perbuatan suami yang tidak Islami. Betapa sedih memiliki belahan hati yang tidak bisa seiring sejalan di jalan kebaikan.

Dengan sabar sang istri mengingatkan serta menasihati suami. Ia tidak ingin suaminya semakin jauh dalam kejahatan. Ia sangat ingin suaminya berada dalam kebaikan. Entah sudah berapa banyak nasihat disampaikan, namun tidak tampak ada perbaikan.

Sang istri pun berdoa kepada Allah tanpa henti. Ia yakin bahwa doa adalah kekuatan terbesar seorang mukmin. Ia yakin bahwa Allah Maha Mendengar doa hambaNya. Ia yakin hanya Allah yang bisa memberi petunjuk kepada siapapun yang Ia kehendaki.

Maka sang istri terus menerus berdoa agar Allah memperbaiki dan mengasihi suaminya. Agar suaminya menjadi lelaki salih yang taat kepada Allah, serta istiqamah di jalan yang lurus. Siang malam sang istri menguntai doa tanpa pernah putus asa.

Entah sudah berapa purnama usaha dan doa terus ia lakukan. Hingga suatu hari Allah berkenan memberikan hidayah kepada suaminya. Hari demi hari sang suami mulai meninggalkan perbuatan maksiat. Hari demi hari sang suami mulai menunaikan berbagai ketaatan yang sudah lama ia tinggalkan.

Kini sang suami benar-benar bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala, menjadi lelaki salih, menjadi suami yang penyayang dan bertanggung jawab. Subhanallah, usaha dan doa tanpa lelah yang dilakukan istri salihah, berbuah indah. Allah mengistijabah doa istri salihah yang tak kenal lelah dalam meraih ridhaNya.

Betapa bahagia hati sang istri menyaksikan perubahan-perubahan pada diri suami. Kini ia benar-benar menemukan sosok suami salih yang seuai harapannya. Sosok suami yang bisa berkolaborasi positif melakukan ketaatan di sepanjang kehidupan.

Keluarga mereka menjadi sakinah mawadah warahmah, karena berada dalam ketaatan kepada Allah. Alhamdulillah.

 

 

 

Sumber Bacaan :

Muhammad Abduh Tuasikal, Ajaibnya Doa Istri Pada Suami yang Bejat, https://rumaysho.com/1447-ajaibnya-doa-istri-pada-suami-yang-bejat.html

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan