DELAPAN ATURAN KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN

DELAPAN ATURAN KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Komunikasi itu, perpaduan antara ilmu, seni dan pengalaman. Termasuk dalam hal ini, komunikasi antara suami dan istri dalam kehidupan sehari-hari. Butuh ilmu, namun juga sentuhan seni serta praktek nyata, untuk mewujudkan suasana komunikasi yang menyenangkan dan melegakan.

Agar komunikasi antara suami dan isteri bisa efektif dan menyenangkan, ada delapan aturan yang harus diperhatikan oleh suami dan istri.

Aturan Pertama : Lakukan Komunikasi dengan Landasan Cinta

Suami dan isteri hendaknya selalu mengembangkan perasaan cinta dan kasih sayang di antara mereka. Dengan landasan cinta inilah akan muncul suasana komunikasi yang menyenangkan dan melegakan kedua belah pihak.

Aturan Kedua : Pahami Ragam Komunikasi

Hendaknya suami dan isteri mengetahui, bahwa komunikasi itu bukan hanya berbicara atau mengomong. Komunikasi adalah menyampaikan pesan secara tepat, maka media yang digunakan bisa beraneka macam.

Aturan Ketiga : Miliki Sikap Empati

Yang dimaksud dengan empati adalah memposisikan diri pada situasi perasaan dan pikiran yang sedang dialami pasangan. Jangan memaksakan kehendak kepada pasangan, atau memaksa pasangan berpikir dan merasakan seperti situasi pikiran serta perasaan dirinya.

Aturan Keempat : Komunikasi Secara Fleksibel

Hendaknya suami dan isteri bisa fleksibel dalam gaya komunikasi. Suatu ketika komunikasi memerlukan suasana dan gaya yang serius, namun ada kalanya lebih efektif menggunakan suasana dan gaya yang santai, tergantung materi pembicaraan dan tujuan dari komunikasi yang dilakukan.

Aturan Kelima : Bersedia Menjadi Pendengar yang Baik

Jangan menguasai komunikasi dengan terlalu banyak bicara dan tidak mau mendengar. Hendaknya suami dan isteri mampu menjadi pendengar yang baik bagi pasangannya.

Aturan Keenam : Jangan Menyakiti Hati Pasangan

Komunikasi akan membuat bahagia, apabila menjauhi kalimat dan gaya bahasa yang menyakiti hati pasangan, atau menyinggung perasaannya. Ketika komunikasi dilakukan dengan arogan, banyak caci maki, umpatan, celaan, maka akan semakin menjauhkan dengan pasangan.

Aturan Ketujuh : Memilih Waktu, Tempat dan Suasana  yang Tepat

Komunikasi akan lebih nyaman apabila dilakukan pada waktu yang tepat, tempat yang kondusif dan suasana yang mendukung. Pilih waktu, suasana dan tempat yang tepat untuk mendukung kelancaran berkomunikasi, terutama apabila materi komunikasi menyangkut hal yang sangat serius atau hal-hal yang besar.

Aturan Kedelapan : Tegaskan Sikap, Bahwa Anda Mencintainya

Apapun yang sedang terjadi, pertegas sikap anda, bahwa anda mencintainya. Dalam situasi lapang maupun ekonomi, dalam keadaan tanpa masalah maupun sedang banyak masalah, suami istri tetap harus saling mencintai dan menyayangi. Pertegas sikap cinta anda, dan biarkan pasangan anda mengerti dan meyakini bahwa anda sangat mencintai dan memerlukannya.

 

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan