.
Ayuk Membuat Buku Antologi – 10
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Setelah semua naskah terkumpul dari para kontributor, langkah selanjutnya adalah editing atau penyuntingan. Ini adalah proses yang memerlukan waktu paling panjang. Saya katakan paling panjang, karena editing dalam suatu buku antologi adalah ‘nano-nano’, alias ribuan rasa.
Proses pemeriksaan, pembenahan, penyesuaian, perbaikan tulisan dari banyak orang yang memiliki beragam karakter serta kemampuan. Berbeda dengan mengedit buku personal, dimana hanya ada satu gaya dan satu karakter saja. Begitu sudah mengedit satu bagian, maka bagian lainnya akan lebih mudah melakukan. Akan segera menemukan polanya.
Tiga Jenis Penulis Menurut Editor
Dalam “Buku Pintar Penyuntingan Naskah”, Pamusuk Eneste membagi penulis dalam tiga kategori. Pertama penulis profesional (PP). Kedua penulis semi profesional (PSP). Ketiga penulis amatir (PA).
Pembagian tersebut dilihat dari kacamata seorang penyunting atau editor naskah. Pamusuk membagi kategori penulis tersebut semata-mata didasarkan atas level kesulitan dalam menyunting naskah mereka.
Penulis profesional sudah mahir menulis, dan sudah menghasilkan banyak buku. Maka penyunting sangat mudah melakukan tugasnya. Hampir-hampir tak ada yang harus disuntingnya. Tingkat kesulitan menyunting rendah.
Penulis semi profesional memiliki jam menulis lebih rendah dibanding PP. Penyunting masih akan menemukan berbagai hal yang perlu disunting. Tingkat kesulitan menyunting berada dalam kategori sedang.
Penulis amatir adalah mereka yang baru mulai menulis dan belum memiliki banyak karya tulis. Masih sangat banyak hal harus disunting dari karya mereka. Tingkat kesulitan menyunting berada dalam kategori tinggi.
Jika pembuatan buku antologi melibatkan ketiga jenis penulis tersebut, para editor akan menemukan kesulitan paling tinggi pada kelompok penulis amatir. Penulisan kalimat yang masih sangat kacau, pembuatan paragraf yang tidak sesuai kaidah, pemakaian kata-kata tidak baku yang terlalu banyak, dan sebagainya.
Jika tim editing dibentuk secara suka rela dari kalangan para penulis sendiri, maka naskah-naskah “sulit” itu berputar-putar di antara anggota tim. Berkali-kali dicermati, berkali-kali diperbaiki, sampai menjadi tulisan yang lebih enak untuk dibaca, dan dimengerti maksudnya.
Terkadang harus melakukan proses penyesuaian secara radikal dan berani, tanpa mengubah esensi isi atau pesan yang dimaksudkan oleh penulis. Di sinilah proses yang bisa berlangsung dalam waktu lama, dan melelahkan para editor.
Editing dilakukan secara berlapis-lapis, biasanya memerlukan beberapa orang editor untuk mengerjakannya. Sejak dari editing konten, editing tata bahasa, editing ejaan, editing kesalahan tulisan, dan lain sebagainya.
Proses editing memiliki peran yang sangat vital, agar tidak ada kesalahan yang mengganggu makna atau mengubah pesan, juga agar tidak mengganggu kenyamanan membaca.
Beberapa Catatan dalam Proses Editing
Ketika proses pembuatan buku antologi sudah berada dalam tahap editing, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan oleh tim kerja / panitia.
- Kejelasan Penanggung Jawab
Jika proses editing dikerjakan sendiri oleh tim kerja antologi, harus ada kejelasan penanggung jawabnya. Berapa orang, dan siapa saja personal yang akan bertugas melakukan editing? Tim editing harus definitif, supaya tidak saling melempar tanggung jawab.
Perlu kejelasan pula tentang mekanisme kerja di antara anggota tim. Bagaimana teknis untuk mengedit keseluruhan naskah yang masuk dari para kontributor? Bagaimana titik tekan penyuntingan setiap anggota tim?
- Batas Waktu Pengerjaan
Sebagaimana dalam proses menulis naskah, maka pengerjaan editing harus diberikan batas waktu. Misalnya dua pekan, atau satu bulan, tergantung jumlah naskah, serta tingkat kesulitan dalam penyuntingan. Hal ini agar seluruh time line penerbitan buku antologi bisa tercapai/
Dalam proses penyuntingan naskah, setiap anggota tim mendapatkan tugas yang spesifik. Mereka juga bekerja berdasarkan batas waktu. Koordinator tim kerja harus memantau proses editing agar bisa selesai tepat waktu.
- Melibatkan Editor Profesional
Saya selalu menyarankan, agar melibatkan editor profesional dalam pembuatan buku. Hal ini agar kualitas buku semakin bagus dan standar. Para editor profesional bekerja dengan kompetensi yang diakui, sehingga hasil editing mereka akan lebih profesional pula.
Editor profesional ada yang bekerja secara lepas (freelancer), ada pula yang terikat oleh suatu lembaga penerbitan. Anda boleh memilih memasukkan naskah ke penerbit mayor atau penerbit indi yang menyediakan jasa editing. Boleh pula meminta tolong kepada editor profesional yang bekerja lepas, baru dimasukkan ke penerbit.
Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.