Es Cincau Kolang Kaling

Es Cincau Kolang Kaling

Es Cincau Kolang Kaling

@ummurochimah

 

Setiap keluarga mempunyai kesan tersendiri dengan ramadhan, karena ia adalah bulan istimewa yang selalu dinantikan sepanjang tahun.

Ramadhan juga menjadi bulan pendidikan bagi setiap insan. Baik pendidikan sebagai individu maupun dalam keluarga dan masyarakat. Itulah mengapa ramadhan disebut juga sebagai syahrut tarbiyah, bulan pendidikan.

Pendidikan dalam arti luas, tidak hanya pendidikan yang didapat secara formal seperti sekolah, kuliah, kursus, dan lain-lain. Namun pendidikan juga bisa diperoleh dalam lingkup non formal, di dalam keluarga, lingkungan, atau di masyarakat.

Sebuah ilustrasi pendidikan yang bisa diperoleh di dalam keluarga. Persiapan berbuka puasa di rumah;

Mas Haykal menyiapkan es cincau kolang kaling yang memang menjadi kegemarannya. Es ini hanya muncul di rumah ketika ramadhan tiba. Pernah suatu saat mencoba membuat es ini di luar bulan ramadhan, ternyata …

Mungkin secara rasa tidak ada perbedaan karena komposisi dan ingredientnya sama. Namun, kenikmatan yang dirasakan oleh hati berbeda dengan ketika menyeruputnya saat ramadhan. Ini membuktikan bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa.

Mas Ukasyah, menyiapkan ta’jil, terkadang membuat tahu isi atau bakwan jagung, atau mengkukus somay atau bakpao, menggoreng otak-otak atau kentang.

De’ Birru, membuat teh panas dan menyiapkan peralatan berbuka puasa; gelas, piring, sendok.

Kemudian saat bebersih peralatan makan, kami membaginya menjadi seperti ini, mas haykal hari Senin dan Kamis, mas Ukas; Selasa dan Jumat, De Birru; Rabu dan Sabtu, hari Ahad, Ibuk atau Ayah

Alhamdulillah, emak bisa jadi supervisor.

Begitulah mak, hidup di tengah kaum laki-laki ngga harus jadi wonder woman. Bisa stress dan galau kalau semuanya harus dikerjakan sendiri. Ini bukan strategi ngeles ala emak-emak, tapi salah satu cara untuk menyeimbangkan kesehatan jiwa emak untuk menuju bahagia dan proses pendidikan dalam keluarga.

 

Perbedaan Cara Berpikir Laki-laki dan Perempuan

Laki-laki itu menyukai pekerjaan yang bersifat proyek, makanya di proyek-proyek itu kebanyakan diisi mamang-mamang, sedikit sekali eceu-eceunya. Laki-laki itu menyukai pekerjaan yang ada batasannya bukan pekerjaan yang bersifat rutin. Kebayangkan, kalau dalam rumah tangga, seorang istri atau ibu berharap sepenuh jiwa supaya suami dan anak-anak lakinya membantu pekerjaan rumah tangga dengan ‘rasa’ sebagaimana perasaan emak yang begitu menjiwai dalam mengerjakannya.

Pekerjaan rumah tangga, suatu hal yang sifatnya rutinitas, dari ini ke itu dari itu ke ini, dari sini ke sana dari sana ke sini. Blass weehh… Laki-laki akan susit diharapkan bisa begitu.

Perempuan dengan jiwa pelayanannya akan sangat mudah melakukan pekerjaan yang bersifat rutinitas seperti itu. Di situlah bedanya mak, kaum antara adam dan hawa.

Ketika istri atau ibu hanya meminta tolong dengan ucapan: “Tolong ibu dong ngerjain pekerjaan rumah…” Yang ada mereka bingung, “Maksudnya apa mak..?” dan permintaan tolong mamak berlalu seperti awan yang tertiup angin.

Ujung-ujungnya jiwa emak merintih dan melolong, “Duuh… kenapa ngga ada yang mau bantuin mamak, hayati lelah bang…”

Karakter umum laki-laki, yaitu mereka akan meminta bantuan hanya kalau benar-benar butuh. Jadi dalam pikiran mereka, kalau tidak ada yang meminta tolong artinya mereka tidak dibutuhkan saat itu. Tapi bukan berarti mereka ngga mau membantu. Yang penting bagi mereka, jelas permintaan bantuan yang dibutuhkan. “Mas tolong ibuk bersihin kulkas ya…” Proyeknya jelas, membersihkan kulkas.

Terlebih di jaman corona seperti ini, di mana pusat aktifitas anggota keluarga ada dalam rumah, sudah banyak ibuk-ibuk menjerit karena cucian piring tak pernah berhenti seperti orang parkir kena semprit. Ibuk-ibuk meronta karena harus mengolah makanan tiada jeda. Sedang corona ini tiada yang tahu kapan akan berakhir. Jangan biarkan jiwa terkapar hanya karena memikirkan pekerjaan rumah yang tak pernah kelar.

Begitulah ramadhan, menjadi bulan pendidikan bagi setiap jiwa yang menginginkan peningkatan diri menuju ketakwaan kepada Allah.

 

Selamat Hari Pendidikan Nasional

2 Mei 2021

20 Ramadhan 1442 H

Ummu Rochimah

Tinggalkan Balasan