Euis Sunarti: Guru Besar Pertama di Indonesia dalam Bidang Ketahanan Keluarga

Euis Sunarti: Guru Besar Pertama di Indonesia dalam Bidang Ketahanan Keluarga

Nama Lengkap     : Euis Sunarti

Nama Panggilan   : Euis

Status                    : Menikah

Jumlah Anak         : 4 anak

Agama                  : Islam

Tempat Lahir         : Bandung

Tanggal Lahir         : 18 Januari 1965

Pendidikan             :

  • S1: IPB Bogor Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian
  • S2: IPB Bogor Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga
  • S3: IPB Bogor Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga

Warga Negara        : Indonesia

Aktivitas                  :

  • Dosen
  • Kepala Pusat Studi Bencana LPPM IPB
  • pendiri Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana (FPT-PRB)
  • Koordinator Penelitian FPT-PRB
  • Inisiator dan deklarator pendirian Platform Nasional (PLanas) PRB
  • Ketua Kelompok Kerja sociodemografi IABI (Ikatan Ahli Bencana Indonesia)
  • Dewan Pengarah Planas PRB (2015-2017)
  • Secara insidentil Euis menjadi narasumber berbagai seminar dan workshop di BKKBN, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Bappenas.

 

Organisasi               :

  • Inisiator gerakan Aliansi Cinta Keluarga (AILA)
  • Inisiator GIGA (Penggiat Keluarga)

 

Media Sosial            : Euis Sunarti (Facebook), @euis_sunarti (Instagram)

Tempat Tinggal       : Jl. Bukit Asam No. 29 Laladon Indah, Bogor Telp. (0251) 635897

 

Penghargaan :

  • Gerakan Indonesia Beradab (GIB) Award sebagai Tokoh yang Secara Akademik, Institusional dan Moral Konsisten Memperjuangkan Ketahanan Keluarga sebagai Inti Peradaban.
  • dll.

 

Indonesia kekurangan ahli keluarga. Akademisi di bidang ilmu keluarga juga tak banyak. Bahkan, Indonesia hanya punya satu guru besar di bidang ketahanan dan pemberdayaan keluarga. Sosok itu adalah Prof Euis Sunarti. Prof. Dr. Euis Sunarti adalah profesor di bidang ketahanan dan pemberdayaan keluarga, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB. Beliau menjadi dosen IPB sejak Tahun 1987, dan sejak Tahun 2000 melakukan penelitian dan menulis mengenai ketahanan, kesejahteraan, pemberdayaan keluarga, juga ekologi keluarga.

Besarnya pengaruh lingkungan eksternal seperti kebijakan dan pembangunan wilayah terhadap ketahanan dan kesejahteraan keluarga membawa Prof. Euis Sunarti mendalami kebijakan publik dan keluarga, serta bersama sama dengan Tim IPB mengembangkan ide pembangunan ecovillage sebagai solusi pembangunan wilayah yang ramah keluarga.

Sejak mendalami kelentingan sebagai bentuk khusus ketahanan keluarga dalam kondisi krisis, Prof. Euis Sunarti melakukan penelitian kelentingan keluarga korban bencana. Hal tersebut membawanya menjadi Kepala Pusat Studi Bencana LPPM IPB, pendiri Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana (FPT-PRB), Koordinator Penelitian FPT-PRB, menjadi inisiator dan deklarator pendirian Platform Nasional (PLanas) PRB, Ketua Kelompok Kerja Sociodemografi IABI (Ikatan Ahli Bencana Indonesia), dan menjabat Dewan Pengarah Planas PRB (2015-2017).

Tahun 2013 Prof. Euis Sunarti mempublikasikan tiga buah karya yaitu:

  • Family Kit Ketahanan Keluarga
  • Buku Potret Ketahanan Keluarga Indonesia di Wilayah Khusus
  • Potret Ketahanan Keluarga menurut Keragaman Pola Nafkah

 

Pada Tahun 2013 juga beliau melakukan presentasi dua paper hasil penelitian pada konferensi International CWF (Community, Work, Family) di Sydney dan Tahun 2014 mempresentasikan dua paper pada Konferensi International WFRN (Work Family Researcher Network) di New York.

Berawal dari keprihatinannya melihat kemunculan kasus-kasus kejahatan di negeri ini yang semua berasal dari ketidaksempurnaan keluarga, dalam menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, akhirnya wanita kelahiran Bandung, 18 Januari 1965 ini berinisiatif untuk melakukan gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalankan peran dan fungsi keluarga secara utuh. Sebuah perhimpuanan bernama Penggiat Keluarga (GIGA) ia dirikan bersama para ahli, praktisi, peminat, pemerhati-penggiat pembangunan keluarga pada tahun 2014.

Penggiat Keluarga merupakan kependekan dari “Jejaring Penggiat Pembangunan Keluarga”, yaitu wadah berhimpunnya atau berjejaringnya para pihak yang peduli dan ingin berpartisipasi dalam pembangunan keluarga. Jejaring penggiat keluarga menghimpun para ahli, praktisi, pemerhati, maupun peminat pembangunan keluarga, baik secara perorangan maupun secara kelembagaan.

Organisasi ini terdaftar di kantor notaris pada tahun 2014, walaupun sebelumnya sudah banyak kegiatan yang berjalan. Lewat kehadiran GIGA, wanita berusia 54 tahun ini berharap tercipta lingkungan keuarga yang penuh cinta kasih, pekerjaan yang mendorong kesejahteraan keluarga, serta aktivitas ekonomi yang sejalan dengan kebutuhan keluarga.

Nama Euis Sunarti sempat menarik perhatian media saat bersama AILA ia menjadi salah satu akademisi yang mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memperluas cakupan KUHP agar secara eksplisit melarang zina (bak dalam ikatan maupun di luar ikatan pernikahan), perkosaan (kepada perempuan maupun laki-laki), dan larangan cabul sesama jenis (pada semua kelompok umur) pada 2016 sampai 2017. Akan tetapi, setelah proses sidang dan pertimbangan yang panjang, permohonan ini ditolak oleh MK pada tanggal 14 Desember 2017 karena MK menganggap perluasan cakupan KUHP bukan merupakan kewenangan MK, tetapi merupakan kewenangan lembaga pembuat hukum seperti DPR. Namun demikian, terdapat 4 dari 9 hakim yang menyatakan pendapat berbeda (dissenting opinion), yang menyatakan bahwa MK bukan hanya berwenang namun hendaknya mengabulkan permohonan pemohon seluruhnya.

 

Sumber:

 

ruangkeluarga

Tinggalkan Balasan