Kembali
Positive Writing

Hadirkan Inspirasi dengan Kesegaran Hati

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Ada suasana ketenangan malam hari –terlebih sepertiga malam terakhir. Saat Anda munajat di tengah malam gelap, disambung melaksanakan ibadah Subuh yang sejuk. Saat ini jiwa Anda sangat tenang, betapa banyak inspirasi jernih muncul darinya.

Anda tidak memerlukan kopi untuk memacu inspirasi. Bahkan cukup air putih atau infus water yang segar. Namun kesegaran hati dan pikiran Anda, akan memberikan motivasi dan inspirasi untuk dituliskan.

Aktivitas ibadah, berdzikir, berdoa, membaca kitab suci, mengaji, semua adalah aktivitas yang menyegarkan ruhani. Dalam kesegaran ruhani, hati menjadi bersih, pikiran menjadi bening, dan inspirasi mengalir deras.

Hindari Inspirasi ‘Brutal’

Ada banyak penulis dunia yang digambarkan memacu diri dengan berbagai cara ‘brutal’. Jika inspirasi dipacu dengan cara brutal, yang akan lahir juga pesan-pesan yang cenderung brutal. Selayaknya, kita semua menghindarkan diri dari kebiasaan buruk dalam melahirkan karya tulis.

Anda tidak perlu meniru Honore de Balzac –penulis Prancis kelahiran 1799. Ia tidak bisa menulis jika tidak minum kopi. Ia biasa tidur sekitar pukul 18.00, dan terbangun sekitar pukul 01.00 dini hari, lalu mulai menulis. Konon, Honore de Balzac minum sekitar 50 cangkir kopi setiap hari.

Ketika sudah bangun malam dan minum bercangkir kopi, inspirasi de Balzac mengalir deras. “Kopi meluncur ke dalam perutmu dan dengan cepat terjadi keributan di sana,” ungkap de Balzac. Ia merasa inspirasi keluar dengan sangat deras setelah minum kopi.

“Gagasan-gagasan mulai bergerak bagai batalyon Tentara Besar di medan perang, dan pertempuran pun berlangsung. Berbagai hal langsung teringat kembali dalam kecepatan penuh, mendesingkan angin”, lanjutnya.

“Kavaleri perumpamaan dikerahkan, artileri logika buru-buru tiba dengan kereta dan amunisi, moncongnya lurus bagai penembak jitu. Kiasan-kiasan bermunculan, kertas mulai tertutupi oleh tinta; perjuangan dimulai dan diakhiri dengan semburan air hitam, bagaikan pertempuran dengan mesiu.”

Heroik cara pandang de Balzac. Kopi baginya adalah bara pertempuran dahsyat yang melejitkan gairah menemukan inspirasi dan menuliskannya. Limapuluh cangkir kopi setiap hari, jelas tidak lagi wajar bagi para pecinta kopi.

Konon, di akhir hayatnya, de Balzac keracunan kafein, karena terbiasa menenggak kopi dalam jumlah terlampau banyak setiap hari. Jangan pernah meniru proses memunculkan inspirasi menulis yang seperti ini.

Hindari Kebebasan yang Kebablasan

Ketika penulis mulai populer, tak jarang gaya hidupnya menjadi selebritis. Maka banyak yang memiliki pola kerja seleb. Dekat dengan obat-obatan dan minuman keras. Inspirasi menulis didapatkan dengan minuman keras dan obat-obatan.

Hunter S. Thompson adalah penulis Amerika yang sangat produktif. Salah satu karya terkenalnya adalah “Fear and Loathing in Las Vegas” (1972). Ia terbiasa memulai aktivitas dari jam 15.00 dengan menenggak Chivas Regal, lanjut cocain, minum Chartreuse, cocain lagi, acid, cocain lagi.

Bagaimana akhir hidupnya? “Hunter S. Thompson, death, at 5:42 p.m. on February 20, 2005, Thompson died from a self-inflicted gunshot wound to the head at Owl Farm, his “fortified compound” in Woody Creek, Colorado”. Horor dan mengerikan.

Coba perhatikan ‘daftar menu’ yang menemani Hunter menulis setiap harinya, berikut ini.

Sangat mengerikan. Bahkan kita bertanya-tanya, ini mau menulis atau mau bunuh diri? Dan ternyata ujung akhir hidupnya memang bunuh diri.

Kembali Kepada Kesejatian Diri

Tidak pantas kita meniru pola-pola memacu diri dengan kepalsuan. Apalagi sampai kebablasan. Cukuplah menjadi diri sendiri yang bersahaja dan sederhana, termasuk dalam melahirkan inspirasi menulis. Tak perlu hura-hura.

Kembalilah kepada kesejatian dalam kehidupan. Jika Anda ingin memberikan pesan-pesan kebaikan, hadirkan inspirasi dengan cara-cara penuh kebaikan. Jika Anda ingin menuangkan pesan yang menyegarkan, hadirkan inspirasi dengan kesegaran hati.

Tidak perlu membangun kepalsuan, tak perlu menggelar pesta dan hura-hura. Inspirasi menulis bisa kita dapatkan dengan kesejatian diri kita. Inspirasi ada dalam diri kita sendiri, serta di sekitar kita.

Hadirkan inspirasi menulis dengan sepenuh kesegaran hati. Niscaya akan muncul pesan-pesan segar yang menyentuh jiwa pembaca.

Selamat menginspirasi.

.

Bahan Bacaan

Elizabeth Blair, Writer Hunter S. Thompson Commits Suicide, https://www.npr.org, 21 Februari 2005

Tan Muda, Saya Menyesap Kopi, Maka Saya Ada! www.medium.com, 31 Agustus 2019

Nick Greene, Saya Meniru Kebiasaan Penulis Terkenal Supaya Ikutan Sukses, Hasilnya Ambyar, www.vice.com, 22 Januari 2018

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.