Kembali
Ruang Tamu

Hikmah Mutasi, Aku Bisa Menulis Setiap Hari

.

Oleh : Ida Kusdiati, ID – 01301 EEPK 2020

.

Emak dan sahabat literasi, pernah ada yang bertanya padaku,”Kapan Ibu sempat menulis?”

Mereka heran dengan segudang kesibukan, aku masih bisa menghadirkan tulisan.

“Hikmah mutasi,” itu jawabku.

Demikianlah yang terjadi sesungguhnya. Semenjak mutasi aku harus melakukan perjalanan ke tempat tugas dengan mobil.

Ada dua sampai tiga jam perjalanan pergi -pulang yang bisa digunakan untuk menulis. Tentu saja tak mungkin full, satu jam efektif bagiku melahirkan tulisan karena aku juga harus memberi hak pada mata untuk beristirahat.

Sisanya kugunakan untuk merelaksasi mata dan memulihkan energi dengan tidur sejenak dalam kendaraan. Dengan demikian setiba di kantor tetap bisa fresh bekerja.

Tak ada akar rotan pun jadi, dalam keadaan apapun diupayakan bisa menulis. Pesan Gurunda Pak Cah selalu terngiang, “jadikan menulis semudah bernapas”.

Jadi, kalau tak punya waktu khusus untuk duduk manis menulis di rumah, di dalam kendaraan pun tetap bisa menulis. Berangkat kerja dan pulang kerja, bisa menjadi waktu yang baik bagiku untuk menghasilkan karya.

So… kalau aku bisa Emak yang lain juga bisa, Insya Allah. Jangan lupa “Power of Emak-Emak.” hingga Emakpun jadi Kalong.

Ikuti terus reportaseku di Kelas “Emak-Emak Punya Karya”.

.

Pontianak, 26 Juli 2020

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.