.
Seri Mendesain Habit Menulis – 9
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
“If you’re not mindful of your posture, your breathing, your movements and your attitude, this creative act that is so vital to your mental health (writing!) can become harmful to you. And when your body suffers, your creative flow generally slows down too” — Chris Robley, 2013
.
Salah satu cara untuk mengoptimalkan semua waktu dalam hidup Anda adalah dengan menulis. Jika Anda telah menjadi penulis produktif, maka di semua tempat dan di semua waktu, Anda bisa menulis dan menghasilkan karya tulis yang menginspirasi orang lain. Tak ada waktu yang terbuang, jika Anda telah menjadi penulis produktif.
Untuk menjadi penulis produktif, Anda harus mendesain habit sebagai penulis produktif. Mulai hari ini, saya mengajak Anda mendesain habit menulis, dengan melakukan berbagai aktivitas sederhana berikut ini.
Pertama, Rutin Menulis Setiap Hari
Kedua, Berhentilah Menunda-nunda
Ketiga, Banyak Membaca
Keempat, Banyak Bergaul di Dunia Nyata
Kelima, Biasakan Membuat Perencanaan
Keenam, Rajin Mengumpulkan Bahan
Ketujuh, Menyempatkan Diri Membaca KBBI
Kedelapan, Segarkan Spiritualitas Anda
Kesembilan, Jaga Kesegaran Fisik Anda
Tubuh kita memiliki hak untuk kita perhatikan. Dalam mendesain aktivitas menulis, Anda harus peduli dengan kesehatan dan kesegaran tubuh. Karena dengan fisik yang sehat dan segar, pikiran juga akan bisa lebih segar melahirkan ide-ide tulisan.
Ada kebiasaan buruk yang dilakukan beberapa penulis. Mereka terbiasa dengan usaha keras menjaga mata agar tetap terjaga sehingga mampu produktif menulis. Namun sesungguhnya, telah melampaui ambang kewajaran. Semua manusia memiliki keterbatasan. Ada batas-batas yang harus diperhatikan, dan jangan dilanggar.
Honore de Balzac, misalnya. Penulis Prancis kelahiran 1799 ini tampaknya tidak bisa menulis jika tidak minum kopi. Ia biasa tidur sekitar pukul 18.00, dan terbangun sekitar pukul 01.00 dini hari, lalu mulai menulis. Konon, Honore de Balzac minum sekitar 50 cangkir kopi setiap hari.
Ini tentu contoh negatif yang tak patut ditiru, karena sudah masuk kategori berlebih-lebihan dalam sesuatu. Kopi itu boleh saja —hukum asalnya mubah. Namun menjadi masalah jika dikonsumsi secara berlebihan, atau menjadikan addict —jika tidak ngopi, maka tidak muncul inspirasi.
“Kopi meluncur ke dalam perutmu dan dengan cepat terjadi keributan di sana,” ungkap de Balzac. “Gagasan-gagasan mulai bergerak bagai batalyon Tentara Besar di medan perang, dan pertempuran pun berlangsung”.
“Berbagai hal langsung teringat kembali dalam kecepatan penuh, mendesingkan angin. Kavaleri perumpamaan dikerahkan, artileri logika buru-buru tiba dengan kereta dan amunisi, moncongnya lurus bagai penembak jitu. Kiasan-kiasan bermunculan, kertas mulai tertutupi oleh tinta; perjuangan dimulai dan diakhiri dengan semburan air hitam, bagaikan pertempuran dengan mesiu,” ujar de Balzac.
Kopi baginya adalah bara pertempuran dahsyat yang melejitkan gairah menemukan inspirasi dan menuliskannya. Limapuluh cangkir kopi setiap hari, jelas tidak lagi wajar bagi para pecinta kopi.
Konon, di akhir hayatnya, de Balzac keracunan kafein, karena terbiasa menenggak kopi dalam jumlah terlampau banyak setiap hari. Jangan pernah meniru cara menulis seperti ini.
Gunakan Cara Menulis yang Sehat
Bagaimana cara menulis yang sehat? Audrey Kalman (2017) memberi saran, “Step away from the desk, but don’t forget to come back”. Jika kita telah asyik menulis di meja, harus memiliki batasan waktu, kapan harus menjauh dari meja itu. Namun akan segera kembali lagi untuk meneruskan tulisan.
Berikut beberapa cara praktis dalam proses menulis yang sehat.
- Lakukan olahraga
Haruki Murakami menceritakan kebiasaannya, “Ketika saya masuk dalam proses menulis sebuah novel, saya bangun jam empat pagi dan bekerja selama lima hingga enam jam. Pada sore hari, saya berlari sejauh sepuluh kilometer atau berenang sejauh seribu lima ratus meter –atau melakukan keduanya, kemudian saya membaca dan mendengarkan musik. Saya tidur jam sembilan malam”.
- Berikan batasan waktu menulis
Anda tidak boleh memaksa diri untuk terus menulis. Tetapkan batasan waktu untuk menulis. Bahkan para penulis dunia, mereka juga membatasi diri dalam menghasilkan karya tulis.
Tom Wolve menulis sehari 135 kata. Ernest Hemingway menulis sehari 500 kata. Sarah Waters menulis sehari 1.000 kata. Jack London menulis sehari 1.500 kata. Mark Twain menulis sehari 1.800 kata. Stephen King menulis sehari 2.000 kata. Anne Rice menulis sehari 3.000 kata. Michael Crichton menulis sehari 10.000 kata.
- Jeda 10 menit setiap satu jam menulis
Jika Anda menulis lebih dari satu jam dalam satu kesempatan, jeda sepuluh menit untuk istirahat. Anda berikan kesempatan otak, jiwa dan tubuh Anda untuk istirahat. Anda bisa minum teh panas, air putih, atau fresh juice kesukaan. Anda bisa sejenak berolah raga ringan, jalan-jalan, ataupun tiduran dan rebahan.
- Lakukan refreshing
Mata Anda memerlukan refreshing. Otak Anda memerlukan refreshing. Tubuh Anda juga memerlukan refreshing. Saat jeda, Anda bisa melihat pepohonan, tanaman, bunga-bunga, gemercik air, dan menikmati udara segar di luar ruangan. Anda perlu menyegarkan pikiran, jiwa dan badan. Dengan demikian, akan semakin mampu menghasilkan tulisan berkualitas.
- Jauhi konsumsi suplemen yang membahayakan tubuh
Jauhi konsumsi suplemen yang justru membahayakan tubuh. Tentu Anda boleh minum kopi, namun satu cangkir saja. Tidak boleh berlebihan. Jauhi obat-obatan atau suplemen yang dimaksudkan untuk tahan lama dalam melek untuk menulis. Ini akan membahayakan kesehatan dalam masa panjang.
Selamat menulis, jaga selalu kesehatan Anda.
Bahan Bacaan
Audrey Kalman, Five Habits to Keep Your Writing Fresh, www.diymfa.com, 25 Agustus 2017
Chris Robley, 5 Ways to Stay Physically Healthy While You Write, https://blog.bookbaby.com, 10 April 2013
James Clear, The Daily Routines of 12 Famous Writers, https://jamesclear.com
Word Counter, The Daily Word Counts of 19 Famous Writers, https://wordcounter.net, 4 Desember 2017