Jam Berapa Anda Bangun Tidur Setiap Hari?

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

Bintang film Hollywood dan dua kali nominator Academy Award, Mark Wahlberg, setiap hari bangun tidur pada pukul 2.30 pagi. Sebagian orang justru baru mulai tidur, saat Wahlberg sudah bangun dan mengawali hari dengan olahraga selama 90 menit, berdoa, dan pemulihan dalam “ruang cryo”. Pada malam hari, jam 19.30, ia sudah berangkat tidur. Wahlberg mendapatkan istirahat yang cukup, yaitu tidur malam selama tujuh jam. Maka harinya menjadi produktif, karena istirahat yang cukup dan bangun pada oagi buta.

Kebiasaan bangun pagi juga dimiliki oleh CEO —pimpinan tertinggi— Apple, Tim Cook, yang rutin bangun tidur setiap pukul 03.45, dan memulai kegiatan dengan membaca email yang masuk dari pengguna Apple. Bob Iger —Presiden Walt Disney Company– memiliki kebiasaan berolahraga pada pukul 4.25 pagi, yang berarti telah bangun tidur sekitar pukul 4 pagi. Mantan CEO Pepsi, Steven Reinemund memiliki kebiasaan bangun tidur setiap pukul lima pagi, dan memulai harinya dengan olahraga lari sejauh empat mil. Pada malam hari, ia berangkat tidur setiap pukul 23; artinya waktu istirahatnya adalah enam jam.

Ini adalah beberapa contoh orang-orang hebat yang memiliki kebiasan bangun pagi-pagi. Bahkan Reinemund sama sekali tidak memerlukan alarm untuk bisa bangun pagi tepat waktu. Mereka menjadi sangat produktif karena mengawali hari dengan berpagi-pagi, di saat sebagian besar manusia masih bermalas-malasan.

Ritme Hidup Islami

Yang dilakukan oleh Wahlberg sesungguhnya adalah ritme hidup muslim. Ajaran Islam mengarahkan umatnya agar menyegerakan tidur setelah Isya, selama tidak ada aktivitas lain seperti menuntut ilmu dan kegiatan yang bermanfaat lainnya. Dengan tidur lebih awal, diharapkan akan bisa bangun lebih awal, untuk melaksanakan ibadah malam pada sepertiga malam yang terakhir. Ibadah malam ini, bisa dilakukan mulai jam 02 atau 03, yang bisa dikategorikan sebagai sepertiga malam terakhir.

“Dia menyingsingkan pagi, dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am : 96).

Malam adalah waktu ideal dan alami untuk istirahat. Namun bukan berarti seluruh malam, karena ada waktu untuk melakukan ibadah pada sepertiga malam yang terakhir. Selain melakukan shalat malam atau tahajud, juga dianjurkan untuk memperbanyak doa dan istighfar. Waktu sepertiga malam ini juga saatnya untuk makan sahur apabila akan melakukan puasa baik wajib maupun sunnah.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Adz Dzariyat : 15-18).

Istighfar adalah salah satu ibadah malam yang sangat dianjurkan. Dalam salah satu atsar Sayyidina Ali ra menyatakan, “Aku heran dengan orang yang binasa padahal bersamanya ada penyelamat?” Ali pun ditanya, “Apakah penyelamat itu?” Ali menjawab, “Beristighfar.”

“Ketahuilah”, lanjut Ali, “Allah tidak memberikan ilham kepada seorang hamba untuk beristighfar, jika memang, Dia ingin menyiksanya.” Inilah kehebatan istighfar yang bisa menjadi penyelamat manusia di hadapan Allah Ta’ala.

Setelah menunaikan rangkaian ibadah malam tersebut, bersambung dengan shalat Subuh yang diawali oleh qabliyah Subuh, dzikir, wirid dan doa pagi. Lebih utama lagi jika di masjid, sekaligus menyambung ibadah hingga matahari terbit, lalu melaksanakan shalat syuruq dan shalat dhuha, baru pulang ke rumah.

Sesampai di rumah, langsung melakukan berbagai aktivitas hidup harian, seperti olahraga, persiapan berangkat kerja, dan seterusnya. Kegiatan hari ini diawali oleh bangun sangat pagi untuk ibadah malam, dan menyambung dengan berbagai ibadah lainnya, hingga selesai hari ini. Pada malam hari, usai shalat Isya bisa menyegerakan tidur, kecuali ketika ada aktivitas lain yang bermanfaat.

Inilah rahasia waktu pagi. Nabi Saw mendoakan umatnya di pagi hari agar mendapatkan berkah. “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud). Ibnu Hajar Al-‘Asqalani mengatakan, “Sesungguhnya dikhususkan waktu pagi dengan keberkahan karena waktu pagi adalah waktu (untuk melakukan) kegiatan.” Oleh karena itu, sewaktu Ibnu Abbas Ra mendapati putranya tidur pada pagi hari, ia berkata,”Bangunlah, apakah engkau tidur pada saat rizki dibagikan?”

Hal ini berkorelasi dengan produktivitas hidup, karena menjalani ritme hidup sesuai dengan sunatullah. Apa yang dilakukan Wahlberg hanyalah dari segi manajemen waktu, namun tidak dari segi muatan, karena memang ia bukan muslim. Hanya saja ritme hidup yang dilakukan Wahlberg telah menjalankan bagian dari ajaran Islam, yaitu berangkat tidur lebih awal, setelah shalat Isya, dan bangun tidur lebih awal, yaitu pada sepertiga malam yang terakhir.

Anda Termasuk Lark Atau Owl?

Christopher Barnes dan Gretchen Spreitzer, peneliti dari Universitas Washington dan University of Michigan, telah meneliti kaitan tidur dan produktivitas. Mereka meneliti hal-hal detail, misalnya apakah perusahaan harus memastikan karyawan mereka cukup tidur. Hal ini menjadi bahan kajian yang menarik dan serius, mengingat produktivitas kerja adalah hal yang sangat penting bagi manusia modern, apalagi pada perusahaan yang mempekerjakan sangat banyak manusia.

Pola tidur manusia, pada dasarnya dipandu oleh sistem sirkadian, yaitu jam internal yang mengontrol melek dan kantuk secara berkala. Kebanyakan orang cenderung bangun tidur dan mengantuk pada waktu yang sama setiap hari— itulah mengapa “jet lag” dapat membuat tubuh kita kaget saat memasuki zona waktu berbeda. Ritme tidur manusia terganggu karena berada dalam sistem waktu yang berbeda secara nyata, seperti antara Jakarta dengan Washington DC.

Berdasarkan pola sirkadian ini, peneliti membagi manusia ke dalam dua kelompok besar: yaitu lark atau ayam jago —yang terbiasa bangun dan tidur lebih awal, dan owl atau burung hantu —yang terbiasa bangun dan tidur lebih akhir. Lark adalah manusia yang tidurnya awal, namun selalu bangun lebih pagi. Sedangkan owl adalah manusia yang betah melek malam, sehingga bangunnya lebih siang. Kalaupun bangun pagi, hanya untuk melakukan sholat subuh, kemudian menambah tidur lagi setelah selesai sholat Subuh.

Barnes mengatakan, secara umum manusia cenderung bercorak ayam jago semasa kanak-anak, berubah menjadi burung hantu saat remaja, dan kembali ke ayam jago setelah tua. Barnes berpendapat, manusia yang bisa disebut sebagai ‘ayam jago super’ seperti Mark Wahlberg, yang secara alami bangun pada jam 2.30, sangatlah jarang. Namun ia menyatakan pentingnya memiliki jam tidur yang cukup. Penelitian Barnes menunjukkan, kurang tidur dapat menyebabkan berbagai masalah, antara lain kesulitan untuk tetap terjaga, dan bahkan kecenderungan yang meningkat untuk terlibat dalam perilaku tidak etis.

Menjadi Manusia Lark atau Manusia Owl, yang pasti sebagai muslim harus membiasakan diri dengan ritme hidup Islami.

 

Bahan Bacaan :

Bryan Lufkin, Should You Start Your Day at 2:30 in The Morning? BBC Capital, 14 September 2018, http://www.bbc.com/capital/story/20180914-should-you-start-your-day-at-230-in-the-morning

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan