Jatuh Cinta pada Pasangan Setiap Hari

Jatuh Cinta pada Pasangan Setiap Hari

Jatuh Cinta pada pasangan Setiap Hari

 

@ Ummu Rochimah

 

Menikah, kemudian tinggal bersama dalam satu rumah, satu kamar bahkan satu kasur dengan orang yang sama selama bertahun-tahun tentulah bisa mendatangkan perasaan bosan dan gitu-gitu aja. Melihat ke depan seperti itu, tengok ke samping masih yang itu, memutar ke belakang ketemu lagi yang itu. Perlu tips dan trik supaya perasaan cinta kepada pasaangn tetap tumbuh dan berkembang sepanjang perjalaanan rumah tangga.

 

Jatuh cinta pada pasangan ibaratnya seperti mendengarkan sebuah lagu baru yang penuh gairah. Mulanya terasa enak untuk terus menerus didengarkan sepertinya tak akan pernah bosan dan tak mau berhenti memutarnya. Namun seiring waktu, adalah hal yang lumrah jika sesuatu yang sama terus menerus didengar dan masuk ke gendang telinga lama-lama bisa mendatangkan kebosanan, tak ada lagi gairah dan keinginan untuk mendengarkan. Hilang sudah dampaknya, tak ada lagi daya tarik yang membuat otak dan hormon oksitosin mengeluarkan kebahagiaan.

 

Tapi syukurlah, manusia bukanlah sebuah lagu yang bersifat statis. Manusia adalah makhluk yang terus bertumbuh, berkembang dan berubah. Setiap waktu yang dilalui akan membawa pertumbuhan pada diri manusia. Setiap peristiwa yang dialami bisa membuat manusia berubah dan berkembang.

 

Suami atau istri harus menyadari adanya perubahan yang pasti terjadi pada pasangannya, baik perubahan secara fisik maupun psikis. Keduanya harus mengupayakan perubahan dan pertumbuhan ke arah yang lebih baik supaya masing-masingnya dapat menemukan ke’baru’an yang lebih baik dari pasangannya, sehingga yang terdengar dan ditemui setiap hari adalah sesuatu yang baru, istri atau suami yang ‘baru’ dalam tubuh yang lama. Hal ini akan meningkatkan produksi hormon oksitosin yang memunculkan kebahagiaan.

 

Agar mendapat ke’baru’an yang membahagiakan, maka fokus hanya pada kebaikan-kebaikan pasangan. Selalu berpikir positif dan tumbuhkan kepercayaan penuh pada pasangan. Hempaskan semua kekurangan dan keburukan pasangan serta letakkan jari-jarimu di kedua telinga. Kepercayaan yang utuh terhadap pasangan akan membawa mereka pada cinta yang unik dan tidak akan pernah kehilangan gairah cinta.

 

Terima dan dukung segala bentuk kepribadian diri pasangan. Seorang suami akan memiliki keinginan untuk menjadi “Lelaki sejati” bagi istrinya. Supaya seorang suami dapat menjadi “Lelaki sejati” bagi istrinya bukanlah dengan ungkapan yang menunjukkan sifat kelelakiannya, seperti seorang yang berkompeten dan berprestasi di luar rumah, sangat percaya diri dan bergengsi, selalu mengambil jarak dengan pasangan sebagai bentuk pertahanan akan harga diri. Sifat dan sikap ini hanya melahirkan reaksi sesaat, “Wooww..” setelah itu anyep, adem.

 

Ungkapan-ungkapan cinta sesuai dengan bahasa cinta pasangan, sikap kerjasama dan saling membantu dalam setiap urusan, ungkapan perasaan saling memiliki dan saling bergantung, justru hal ini akan mendorong seorang suami dapat menjadi “Lelaki sejati” bagi istrinya.

 

Sebaliknya bagi seorang istri, menjadi “Bidadari surga” bagi suami pasti impian sepanjang hidupnya menjalani peran istri. Seorang suami tidak mengharapkan sifat dan sikap yang terlalu mandiri, tegas, penuh percaya diri dan sangat berdaya pada sosok “Bidadari surganya”. Sifat-sifat ini hanya akan mendatangkan perasaan bahwa “dirinya tidak dibutuhkan oleh sang istri”. Sesaat suami akan merasa kagum dengan hal ini, “wow..istriku seorang yang mandiri.” Namun, bila ini berlangsung sepanjang kehidupan rumah tangganya, lama-lama suami akan kehilangan gairah cinta kepada pasangannya, karena tidak ada lagi perbedaan di antara mereka, sejatinya sifat-sifat ini adalah sifat hakiki seorang laki-laki.

 

Perbedaaan sifat dan sikap laki-laki dan perempuanlah yang justru akan mendorong rasa cinta keduanya. Seperti ibarat magnet, hanya ketika dua kutub yang berbeda disandingkan justru dapat mendekatkan mereka. Ketika kutub yang sama disandingkan, jangankan mendekat, yang terjadi justru saling menolak satu sama lain. Mendukung dan menerima keunikan, perbedaan dan keorisinilan pasangan yang dapat memelihara bahkan membangkitkan ketertarikan dalam hubungan cinta pasangan suami istri, sehingga keduanya bisa jatuh cinta pada pasangan setiap hari.

 

Sudah jatuh cinta pada pasangan hari ini?

Ummu Rochimah

Tinggalkan Balasan