.
Serial SHSB (Seratus Hari Satu Buku)
Oleh : Cahyadi Takariawan
Semenjak saya gulirkan program SHSB (Seratus Hari Satu Buku), banyak yang menyambut dan mengikutinya. Kini, beberapa peserta sudah menyelesaikan tulisan —yang ternyata mampu lebih cepat dari seratus hari.
Seorang peserta SHSB menceritakan bahwa ternyata tanpa dia sadari, total naskahnya sudah lebih dari 200.000 karakter. Saya bilang, itu sudah layak menjadi buku setebal 200 halaman isi. Akhirnya, ia pun menghentikan menulis, dan sekarang memulai proses pracetak.
Apa yang disebut sebagai proses pracetak? Proses ini disebut juga sebagai ‘produksi’, yaitu mengolah naskah agar siap dicetak menjadi buku. Langkah proses pracetak bisa dilakukan sendiri oleh penulis, bisa juga meminta tolong kepada para penyedia jasa pracetak.
Lakukan Substantial Editing
Perlukah sebuah tulisan diedit? Mengapa tulisan harus diedit? Mari saya ajak mencari jawabannya.
Tulisan sangat perlu diedit —apabila tulisan tersebut akan dipublikasikan. Lewat media apapun tulisan Anda publikasikan, tulisan harus Anda edit. Namun jika tulisan itu tak hendak Anda publikasikan, hanya untuk catatan pribadi, atau hanya untuk latihan melancarkan menulis, maka tak ada perlunya Anda mengedit tulisan.
Jadi, alasan utama mengedit tulisan adalah karena tulisan tersebut akan dipublikasikan. Nah, karena program SHSB akan berujung kepada penerbitan buku, maka seluruh naskah harus Anda edit baik secara substansi maupun secara mekanik.
Setelah selesai menulis semua bagian buku sesuai outline, tugas berikutnya adalah Anda harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Baca ulang dari awal tulisan hingga akhir. Rasakan, cermati, hayati, apakah sudah mampu menggambarkan semua hal yang ingin Anda sampaikan melalui buku itu?
Adakah bagian yang terlewat belum Anda tuliskan? Apakah keseluruhan isinya sudah sesuai dengan maksud Anda menulis buku? Yakin, tak ada yang salah secara substansi? Inilah yang disebut sebagai editing substansi (substantial editing), atau editing isi.
Kewajiban penulis adalah melakukan self-editing pada sisi substansi. Karena di sisi inilah penulis akan dimintai pertanggungjawaban. Dari sisi penulis, yang “aku banget” adalah isi buku. Itulah pesan yang menyebabkan buku itu ada.
Jadi, Anda harus memastikan bahwa semua isi buku sudah sesuai dengan yang Anda maksudkan. Jangan ada kesalahan pada isi atau substansi, jangan ada bagian yang tidak sesuai dengan yang Anda maksudkan. Ingat, penulis bertanggung jawab atas isi tulisannya.
Mechanical Editing
Menulis adalah aktivitas mengungkapkan isi pikiran dan membiarkannya mengalir sesuai pikiran Anda. Karena itu, menulis menjadi mudah. Namun agar tulisan Anda menjadi berkualitas, perlu adanya editing. Proses mengedit tulisan lebih memerlukan ketelitian, karena menggunakan cara pandang yang lebih komprehensif.
Proses mengedit tulisan harus dilakukan dengan sangat teliti dan hati-hati. Hasil akhir editing, tulisan menjadi bekualitas, enak dibaca, serta tidak ada barrier (penghalang) bagi pembaca. Dengan demikian tulisan akan bermanfaat bagi diri penulis maupun orang lain yang membacanya. Tulisan mampu membuat nyaman pembacanya.
Bagian ini terasa lebih melelahkan dan menguras pemikiran serta tenaga. Berbeda dengan bagian menulis yang terasa mudah, menyenangkan dan mengasyikkan. Meski lebih rumit, namun Anda harus melakukan editing sebelum menerbitkan tulisan Anda menjadi buku.
Jika buku Anda akan diterbitkan oleh penerbit mayor, maka Anda tidak perlu detail melakukan editing mekanik. Jika ada kesalahan tulisan, titik koma dan tanda baca, tenang saja, masih ada tim editor yang akan membantu anda menyelesaikan itu semua.
Tapi jika anda berencana menerbitkan sendiri dengan metoda self publishing atau indie, maka anda memang harus mengerjakan semuanya sendiri. Bukan hanya editing substansi, sampai editing mekanik harus Anda selesaikan sendiri.
Aspek Editing Mekanik
Ada banyak sisi yang semestinya dilakukan dalam mechanical editing ini. Sebuah pekerjaan yang apabila berada di penerbit mayor, hal ini dilakukan oleh para copyeditor alias penyunting. Namun, apabila editing mekanik ini Anda lakukan sendiri, minimal ada tiga aspek editing yang harus Anda lakukan, seperti berikut ini.
- Memastikan tidak ada kesalahan penulisan
Salah ketik atau salah tulis adalah hal yang wajar dalam proses menulis. Apalagi ketika menulis dengan smartphone yang berukuran relatif kecil, sementara Anda termasuk kelompok pemilik jari-jari yang besar. Pasti sering typo.
Tak apa typo dan salah ketik, namun yang penting Anda luangkan waktu untuk mengedit tulisan Anda sendiri. Pastikan, tidak ada lagi salah ketik yang sampai mengganggu kenyamanan pembaca. Pekerjaan memeriksa aksara seperti ini, disebut sebagai proofreading.
Perhatikan tulisan ini. “Waktu yang disediakan kutang lama”. Jika itu bagian dari chat di grup WA, pasti akan ramai dikomentari teman-teman grup. Mereka akan fokus pada kata “kutang lama”, dan mengacaukan esensi pesan yang disampaikan. Satu huruf yang mengacaukan konsentrasi pembaca.
Maka teliti semua naskah Anda, dari awal sampai akhir. Pastikan tidak ada lagi kesalahan tulisan, seperti kelebihan huruf, kurang huruf, salah huruf, kurang tanda baca, salah tanda baca, dan lain sebagainya.
- Memastikan tidak dijumpai penulisan yang mengganggu kenyamanan pembaca
Ada sangat banyak hal yang bisa mengganggu kenyamanan pembaca. Salah satu contoh gangguan tersebut adalah ketika banyak dijumpai singkatan. Hal ini terkait dengan kebiasaan penulis.
Jika Anda terlalu sering menulis untuk chatting di grup, akan terbiasa dengan menyingkat pesan. Hal ini menjadi tidak nyaman jika dibiasakan dalam menulis artikel yang akan diposting di media, baik web, blog, apalagi jika di media cetak, termasuk buku.
Sbh tlsn yg trll bnyk mnggnkn sgktn, akn membt pmbc mrs tdk nymn utk mnrskn bcan. Krn sln it bs mmnclkn plg trjdny kslhn pmhmn, jg mnmblkn ksn And org yg sngt mls. Mk pmbc akn brksmpln, utk ap mmbc tlsn org mls kyk gn. Mndg tdr sj.
Jika buku Anda diterbitkan oleh penerbit mayor, insyaallah tidak akan dijumpai kondisi seperti ini. Namun jika Anda melakukan editing mekanik sendiri, sangat mungkin masih dijumpai banyak singkatan. Apalagi ketika Anda menulis naskah buku menggunakan HP.
- Telah sesuai dengan PUEBI dan KBBI
“Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dipergunakan bagi instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar”, demikian bunyi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, pasal 1.
Oleh karena itu, tulisan Anda perlu disesuaikan dengan standar Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Saat mengedit, Anda perlu mengerti bagaimana cara menggunakan PUEBI agar bisa melakukan editing sendiri. Tentu saja tidak harus sangat ketat memenuhi PUEBI, supaya Anda tidak merasa terbebani dengan menguasai seluruh detail PUEBI.
Demikian juga, kosa kata yang Anda gunakan, hendaknya sudah sesuai dengan standar Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jika Anda menggunakan kosa kata yang tidak sesuai KBBI, maka bisa Anda gunakan huruf italic untuk menunjukkan bahwa kata itu bukan termasuk kata baku di KBBI.
Lakukan penyesuaian semampu Anda, nah ini biar ringan di hati Anda. Sebab kalau Anda mengedit dengan penuh beban, yang akan Anda hasilkan juga beban.
Cukup Semampunya
Sebenarnya, ada sangat banyak sisi editing mekanik. Namun itu memerlukan ilmu tersendiri, yang oleh karena itu ada profesi sebagai editor.Untuk keperluan menerbitkan buku sendiri, minimal Anda melakukan editing pada tiga aspek di atas, semampunya.
Saya ulang lagi ya, semampu Anda. Apa maksud semampu Anda? Sesuaikan dengan kondisi kantong dan kerelaan Anda.
Satu
Jika Anda memiliki cukup dana, serahkan naskah mentah Anda kepada editor profesional. Para editor profesional ini menyediakan layanan proofreading, editing mekanik, setting / layout, hingga cover buku. Bahkan ada yang menawarkan sampai handle buku hingga ke penerbitan.
Dua
Jika dana Anda terbatas, Anda bisa membatasi jenis pekerjaan yang diserahkan kepada tenaga ahli itu. Misalnya, hanya minta tolong pekerjaan setting / lay out dan cover buku. Atau hanya minta tolong untuk proofreading. Atau hanya minta tolong untuk editing mekanik. Ini akan lebih hemat biaya.
Tiga
Jika Anda tidak memiliki dana untuk meminta tolong tenaga profesional, maka Anda bisa mengoptimalkan semua anggota keluarga di rumah dan teman-teman dekat, untuk membantu mengerjakaan pracetak. Data siapa yang bisa melakukan proofreading, editing, setting, dan desain cover. Ini menjadi gratis tanpa biaya.
Empat
Jika tidak ada satupun keluarga atau teman yang bisa melakukan proses pracetak, artinya Anda harus melakukan semuanya sendiri. No problem. Jangan takut sendiri. Dulu kita lahir juga sendiri. Kelak ketika mati juga sendiri. Jadi, kerjakan sendiri semua sampai menjadi buku.