.
Ayuk Menulis Buku Antologi – 20
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Dalam postingan sebelumnya telah saya sampaikan beberapa kesalahan cetak yang harus diwaspadai. Kesalahan tersebut terkoreksi dengan adanya buku dummy, sehingga penulis dan penerbit bisa berkolaborasi melakukan perbaikan.
Untuk buku antologi, ada beberapa koreksi akhir yang harus benar-benar dicermati. Ini sebabnya perlu dummy book. Mintalah kepada penerbit untuk mencetak satu buku dummy agar bisa dilakukan koreksi akhir oleh tim.
Aspek yang Perlu Dikoreksi
Setelah penerbit membuatkan buku dummy, tim kerja antologi harus memeriksi dengan cermat. Inilah kesempatan terakhir untuk melakukan koreksi sebelum buku diterbitkan. Ada peluang kesalahan yang dilakukan oleh pihak customer dalam hal ini tim kerja antologi. Untuk itu, tim harus bersedia meneliti peluang masih adanya kesalahan yang ditemukan di buku dummy.
Aspek-aspek yang harus dicermati dari dummy antologi antara lain:
- Nama-Nama Penulis Antologi
Salah satu hal sensitif dalam buku antologi adalah penulisan nama. Untuk buku ‘single’ yang ditulis oleh satu orang, sangat mudah mengoreksi penulisan nama. Namun buku antologi yang ditulis oleh 50 orang, harus sangat jeli meniliti cara penulisan nama setiap penulis.
Sebagai contoh:
Muhammad, Mohammad, Muchammad, Mochamed
Christine, Christina, Kristina, Kristin
Aisyah, Aisha, Asiyah, A’isyah
Laila, Laela, Layla, Lala
Nama penulis harus ditulis secara benar, karena menyangkut identitas yang sangat mendasar. Pemilik nama bisa merasa dirugikan jika ditulis secara salah.
- Judul-Judul Tulisan
Hal penting berikutnya adalah judul-judul tulisan. Setiap penulis memiliki alasan dan latar belakang tentang pemilihan judul. Tim editor buku antologi berhak menyunting judul tulisan agar lebih kontekstual dan lebih menarik.
Saat mengoreksi buku dummy, cermati lagi judul-judul buku, apakah sudah sesuai dengan yang dimaksudkan. Ada kesalahan yang mungkin belum ditemukan saat melakukan penyuntingan akhir.
- Kesesuaian antara Nama Penulis dengan Judul Tulisan
Hal lain yang harus dicermati adalah kesesuaian nama penulis dengan judul tulisan. Dalam antologi dengan 50 kontributor, harus jeli menempatkan nama penulis pada judul tulisan masing-masing. Jangan sampai tertukar, judul tulisan tidak sesuai dengan penulisnya.
Kasus ini bisa terjadi pada judul-judul tulisan yang mirip atau nama-nama penulis yang mirip. Contoh kasus, judul tulisan mirip.
- Pengaruh Bullying Terhadap Kejiwaan Anak, karya Dewi Nuraini
- Pengaruh Gadget Terhadap Kejiwaan Anak, karya Dewi Sekartaji
Contoh kasus, nama penulis mirip, keduanya ikut dalam projek penulisan antologi.
- Siti Zuhrotun
- Siti Zahrotun
Hendaknya dilakukan koreksi yang teliti pada buku dummy, agar bisa diperbaiki jika masih ditemukan kesalahan.
- Urutan Penempatan Naskah
Meskipun sudah dilakukan editing secara cermat sebelum naskah diserahkan penerbit, namun saat buku dummy diterima, tim kerja antologi harus meneliti sekali lagi. Apakah urutan penempatan naskah sudah sesuai dengan kesepakatan?
Urutan penempatan naskah menjadi hal sensitif dalam buku antologi. Jangan sampai tidak sesuai kesepakatan. Bisa menimbulkan ketersinggungan.
- Kesesuaian Halaman dengan Dafar Isi
Berikutnya, periksalah kesesuaian antara halaman buku dengan daftar isi. Apakah penomoran halaman pada daftar isi telah sesuai dengan realitas yang tercetak di buku dummy? Jika ada kesalahan, harus segera dikoreksi.
- Kualitas cetakan buku
Pemeriksaan berikutnya adalah kualitas cetakan buku. Hal ini antara lain terkait dengan kualitas kertas, apakah telah sesuai pesanan? Demikian pula kualitas tinta, kualitas warna, kualitas lem, dan lain sebagainya. Hal ini telah saya sampaikan dalam postingan sebelumnya.
Masuk Percetakan Setelah Selesai Koreksi
Setelah dilakukan koreksi atau revisi, jika terdapat kesalahan atau ketidakpuasan terhadap hasil buku dummy, segera dilakukan perbaikan. Jika sudah sesuai harapan, proses berikutnya adalah masuk mesin percetakan.
Buku antologi akan dicetak sesuai pesanan. Kalaupun masih ada kesalahan, diharapkan kesalahan ringan yang tidak mengganggu kenyamanan pembaca. Sebab manusia memang tidak bisa sempurna, selalu ada sisi kekurangan dan kelemahan.
Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.