Ledia Hanifa Amaliah: Inspirasi bagi Para Aktivis Perempuan

Ledia Hanifa Amaliah: Inspirasi bagi Para Aktivis Perempuan

Nama Lengkap : Ledia Hanifa Amaliah, S.Si., M.PSi.T.

Nama Panggilan : Bu Ledia

Nama Suami : Bachtiar Sunasto

Jumlah Anak : 4 orang

Agama : Islam

Tempat Lahir : Jakarta

Tanggal Lahir : 30 April 1969

Warga Negara : Indonesia

Pendidikan:

  • Sekolah dasar hingga SMA di Jakarta
  • S1 Fakultas MIPA Universitas Indonesia
  • S2 Magister Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

 

Aktivitas: Aleg DPR RI FPKS

Organisasi :

  • Dewan Pembina Yayasan Uswah Ummahat, Sebagai: Pembina. Tahun: 2008 – SKRG
  • Dewan Penasehat Yayasan Majelis Dzikir & Dakwah Lansia, Sebagai: Penasehat. Tahun: 2008 – SKRG
  • Konsultan Area Muda, Sebagai: Konsultan. Tahun: 2003 –
  • Dewan Pengurus Yayasan Uswah Ummahat, Sebagai: Ketua. Tahun: 2003 – 2006
  • Pemuliaan Perempuan Retas Leadership Center, Sebagai: Ketua Divisi. Tahun: 1996 – 1997

 

Media sosial: email lediahanifa@gmail.com, Ledia Hanifa Amaliah (Facebook), @ledia_hanifa (Instagram) dan @lediahanifa (Twitter)

Tempat tinggal : Kota Depok

 

Ledia lahir 30 April 1969 di Jakarta, dari pasangan Moeliana Sekar Asih dan Moechsoen. Anak pertama dari tiga bersaudara ini menyelesaikan sekolah dasar hingga SMA-nya di Jakarta. Ketika kuliah di Fakultas MIPA Universitas Indonesia jurusan Kimia, Ledia bertemu jodohnya, Bachtiar Sunasto. Keduanya memutuskan menikah pada 13 Agustus 1989. Pada tahun 2000, Ledia melanjutkan studi mengenai intervensi sosial pada program Magister Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI).

Ibu yang dikaruniai empat orang putra ini diketahui gemar melakukan aktivitas kemasyarakatan sejak masih duduk di bangku SMP. Ledia mulai terjun ke dunia politik sejak reformasi 1998 bergulir. Seiring berdirinya Partai Keadilan (PK) yang akhirnya berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dengan masuk ke dunia politik, banyak hal yang menurutnya bisa dikerjakan, terutama dalam pembuatan produk kebijakan. Sebelum terjun ke politik praktis, Ledia aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) ini meyakini dengan terjun ke politik, ia dapat lebih luas lagi mengabdikan dirinya untuk publik. Di bidang ketenagakerjaan, Ketua Bidang Humas Kaukus perempuan Parlemen Indonesia ini menegaskan, pihaknya mendorong BNP2TKI dengan Kementerian Tenaga kerja dan Transmigrasi tidak terjadi dualisme dalam mengurus TKI/TKW.

Persoalan lainnya dalam hal kesehatan, Ketua DPP Bidang Kewanitaan PKS ini ini juga menginginkan pendistribusian tenaga kesehatan di daerah dilakukan secara merata. Termasuk revisi UU Kesehatan dan penerbitan UU Keperawatan.

Ledia mengaku, soal kesetaraan gender tidak ada masalah di PKS. Menurutnya, dalam praktiknya tidak ada lagi dikotomi laki-laki dan perempuan. Wanita ini berpendapat, semua kembali kepada kapasitas perseorangan.

Jika melihat jejak rekam Ledia, perempuan berkacamata ini tergolong aktif. Saat ini ia juga tercatat sebagai anggota Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan (2009-2014).

Ia menjabat Ketua Departemen Kebijakan Kesehatan, Kependudukan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bidang Kebijakan Publik DPP PKS (2010-2015). Ledia juga menjadi anggota Majelis Pertimbangan PP Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia serta Ketua III PP Wanita PUI Ketua Divisi Diklat Kaukus Perempuan Politik Indonesia (2008-2010).

Sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014, ia terlibat dalam penyusunan Undang-undang BPJS sebagai perwujudan visinya memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat tanpa membedakan agama, suku, perempuan-lelaki, miskin-kaya. Termasuk di dalamnya langkah-langkah mendorong Kota Bandung dan Kota Cimahi menjadi pilot project penerima Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di 14 Puskesmasnya sebagai langkah awal persiapan implementasi Jaminan Kesehatan Nasional di negeri ini.

Setelah sempat berkiprah di Komisi IX DPR RI yang membidangi persoalan Kesehatan, Ketenagakerjaan, Kependudukan dan Transmigrasi, Ledia kini diamanahkan bekerja di Komisi VIII yang membidangi lingkup Sosial, Agama, Bencana serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Selain dikenal sebagai Anggota DPR RI dan Ketua DPP PKS, sosok Ledia juga dikenal sebagai “Ibu” bagi para kader perempuan PKS di daerah. Niat tulus Ledia untuk memajukan para kader perempuan di daerah tidak hanya menjadi omong kosong belaka, ia selalu menyempatkan diri ketika reses atau berkunjung ke daerah untuk bertemu dengan para kader perempuan daerah. Dalam pertemuan tersebut, Ledia mendorong para kader perempuan untuk lebih berkembang, baik dalam hal pengetahuan maupun keahlian. Selain bertatap langsung, Ledia juga menjaga hubungan dan komunikasi dengan para kader melalui media virtual.

Semua orang tau, Ledia adalah orang yang memiliki segudang kesibukan. Namun, kesibukan-kesibukannya itu tidak lantas membuat ia menjadi lupa akan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dan istri. Ledia menyampaikan bahwa peran yangs sedang ia lakukan sebagai anggota DPR ataupun pengurus PKS di sini tidak lepas dari peran keluarga. Baginya, keluarga menjadi supporting system utamanya.

Pada tahun 2018, Ledia Hanifa menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang diundang di Parlemen Inggris untuk berbicara memperingati 100 tahun perempuan Inggris masuk ke parlemen. Para peringatan tersebut, Parlemen Inggris mengundang 100 perempuan anggota parlemen dari seluruh dunia. Ledia yang kini duduk di Komisi X DPR RI menjadi satu-satunya perwakilan perempuan anggota parlemen dari Indonesia. Bukan hanya satu-satunya, Ledia juga didaulat untuk menyampaikan pandangannya di sidang umum terkait peran dan model perempuan di parlemen.

Di sela kesibukannya sebagai seorang istri, ibu, anggota parlemen dan aktivis partai, Ledia mencurahkan pengalaman hidup dan pemikiran-pemikirannya dalam buku Kalau Mau, Kita Bisa (2011), Menata Jaminan Halal di Indonesia (2016), Dari Disabilitas Pembangunan Menuju Pembangunan Disabilitas (2016), dan Kartini Legislasi- Bunga Rampai Kiprah Perempuan Aleg PKS (2017

 

Sumber:

 

 

 

ruangkeluarga

Tinggalkan Balasan