Oleh : Yessy Eria
Ketika menulis ini saya jadi teringat sebuah kata bijak yang pernah saya dengar dalam sebuah forum. “Salah dalam merencanakan, berarti merencanakan kegagalan”, itulah kata bijaknya.
Saya rasa kata bijak itu umumlah sifatnya. Memang kita mesti merencanakan sesuatu dengan matang bila nantinya tak mau gagal.
Kita tahu tahun ajaran baru tinggal beberapa hitungan hari lagi. Dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang saya kutip dari laman Kompas.com edisi 29 Juni 2020 menyebutkan tahun ajaran baru 2020/2021 di mulai tanggal 13 Juli 2020 mendatang.
Bagi ayah bunda yang mau memasukan anak-anaknya ke sekolah diharapkan berhati-hati dan hendaknya tahu betul sekolah yang akan dimasukin itu seperi apa profilnya.
Adapun yang kudu diperhatikan diantaranya sebagai berikut.
Pertama, apakah sekolah tersebut sudah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) atau belum. Bila sudah silakan cek akreditasinya A, B, atau C. Ini penting, sebab akreditasi bermanfaat sebagai informasi apakah sekolah tersebut dari segi adminstrasinya memiliki pelayanan yang bagus atau tidak.
Kedua, ayah bunda juga harus tahu dan jangan segan bertanya apakah sekolah yang ayah bunda masuki itu menerima dana BOS atau tidak. Gunanya agar ayah bunda memahami bahwa operasional yang dikeluarkan oleh pihak sekolah tidaklah seratus persen ditanggung oleh pihak sekolah/yayasan.
Sekolah yang mendapat dana BOS biasanya mendapat keringanan dari segi buku-buku. Sekolah yang menerima BOS tidak meminta ortu untuk membeli buku paket. Pemerintah melalui dana BOS memberikan bantuan pada sekolah dalam hal buku paket.
Tapi beda halnya yang tidak menerima dana BOS sama sekali. Ada lho sekolah yang tidak mau menerima dana BOS! Nah dalam hal ini tentu ayah bunda akan merogoh kocek dalam membeli buku paket sebagai penunjang belajar. Ini penting!
Pengalaman seorang teman menceritakan ke saya mengenai kegundahannya karena sekolah tempat dimana anaknya bersekolah sama sekali tidak menerima dana BOS. Akibatnya tidak/belum ada info kepada mereka apakah pihak sekolah memberikan keringanan biaya sekolah terkait COVID-19
Memang benar di masa pandemi ini telah membuat perekonomian rumah tangga menjadi goyang di karenakan adanya pemutusan hubungan kerja, bisnis tak lancar, dagangan tak laku dan lain sebaginya. Akibatnya ada orangtua yang kesulitan dalam memenuhi kewajibannya ke sekolah. Entah itu memang karena terdampak atau enggan membayar kewajibannya dengan alasan anak mereka tidak belajar di sekolah dan tidak menggunakan fasilitas sekolah selama kebijakan sistem belajar daring diberlakukan.
Secara logika alasan itu logis. Tapi tentu ini akan menjadi bala bagi sekolah yang tidak menerima dana BOS tadi. Bisa-bisa sekolah mereka tutup bila orangtua siswa koor semua tidak mau bayar uang sekolah. Lalu gurunya, siswanya gimana? Diperlukan kebeningan hati dalam mencermati hal ini.
Ketiga, orang tua juga harus tahu apakah sekolah yang dituju itu punya beasiswa terhadap siswanya atau tidak. Bila punya, apa saja jenisnya itu harus ditanya.
Gunanya bisa memacu anak-anak ayah bunda untuk berprestasi di sekolah dan bergairaht dalam belajar.
Keempat, yang patut dicari adalah jenis ekskul apa saja yang ada di sekolah tersebut. Ada dibeberapa sekolah mungkin yang menjadi andalannya bukanlah akademik, tetapi ekskul seperti, football, basket, tari, silat, tapak suci, pramuka/HW, tekondow, tahfidz dll. Ini tinggal dicocokan dengan keinginan ayah-bunda terhadap sekolah tersebut .
Kelima, doa. Dalam kehidupan doa itu penting. Mintalah petunjuk kepada Allah agar anak-anak ayah-bunda berada di tempat dan di tangan orang yang benar.
Semoga tahun ajaran baru ini menjadi hal yang menyenangkan bagi ayah bunda dan anak-anaknya. Selamat memasuki tahun ajaran baru dengan semangat baru. Sukses untuk kita semua.