Kembali
Motivasi Menulis

Membangun Kredibilitas Bisnis dengan Menulis

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Salah satu manfaat menulis adalah untuk membangun kredibilitas dalam dunia profesi dan bisnis. Bahkan menurut Brian Tracy, “writing a book is an instant credibility booster”. Menulis buku adalah cara instan untuk mendomgkrak kredibilitas. Karya tulis bisa menjadi sarana promosi dan marketing produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Tracy mengajak Anda membayangkan, “kesan apa yang Anda dapatkan ketika bertemu dengan seseorang yang telah menulis buku?” Menurut Tracy, tanpa perlu mengenal mereka sebelumnya, Anda akan berasumsi bahwa jika mereka yang telah menulis buku tentunya seorang ahli.

“From a business perspective, writing a book is the fastest way to gain credibility, establish yourself as an expert in your field, and build a professional reputation. It can also be used as a promotional item and marketing tool for your business” –Brian Tracy

Menulis untuk Kredibilitas Profesional

Dalam dunia profesi, tulisan memiliki pengaruh yang signifikan. Seorang profesional yang memiliki karya tulis, akan lebih mendapatkan kredibilitas atas profesinya. Berbeda dengan profesional yang tidak menghasilkan karya tulis.

Saya ambil contoh. Ada dua orang dokter. Umur keduanya sama. Pengalaman keduanya relatif sama. Level pendidikan keduanya, sama-sama dokter spesialis –misalnya sama-sama spesialis kedokteran jiwa. Memiliki gelar akademik yang sama. Praktik di rumah sakit yang sama, di bagian yang sama.

Yang pertama bernama dokter Ani, yang kedua bernama dokter Ina. Ini hanya nama rekaan, untuk memudahkan penyebutan. Dokter Ani dan dokter Ina sama-sama spesialis kedokteran jiwa, yang praktik di rumah sakit yang sama. Jenjang pendidikan dan kepangkatan sama.

Namun dokter Ani rajin menulis, dan diposting setiap hari di koran, majalah ataupun media online. Dokter Ani mengedukasi masyarakat tentang kedokteran jiwa, dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orang awam. Banyak masyarakat membaca tulisan ringan yang rutin diposting dokter Ani, dan mendapat kemanfaatan dari tulisan itu.

Sedangkan dokter Ina tidak pernah menulis. Ia tidak akrab dengan medsos, tidak pernah menulis untuk media apapun. Dokter Ina hanya fokus praktik melayani pasien secara langsung. Sangat banyak pasiennya, namun tidak pernah mengedukasi masyarakat melalui tulisan.

“Think about it: What sort of impression do you get when you meet someone who has become a published author? Without even knowing them, you might assume that if they were able to write an entire book and get it published, they must be an expert” –Brian Tracy

Kebiasaan menulis yang dilakukan dokter Ani, membuat kredibilitas beliau lebih diakui oleh publik. Padahal secara ilmu kedokteran jiwa, keduanya sama. Namun ada satu hal yang membedakan kedua dokter tersebut, yaitu kebiasaan menulis. Karena rajin menulis terkait ilmu dan profesi yang digelutinya, maka dokter Ani tampak lebih kredibel dibanding dokter Ina. Inilah yang dimaksud Tracy, bahwa menulis adalah pendongkrak kredibilitas instan.

Menulis Adalah Mengedukasi Masyarakat

Saya punya contoh dalam bentuk yang lain. Dokter gigi langganan saya, masih muda belia. Sangat banyak pelanggan antri untuk ditangani oleh dirinya. Namanya drg. Ruly. Hal istimewa dari drg Ruly adalah kebiasaannya mengedukasi pasien. Ia tidak sekedar mengobati atau merawat gigi pasien. Namun ia mengedukasi pasien dengan proses yang ia lakukan.

Setelah memeriksa gigi pasien, ia akan menyampaikan kondisi gigi tersebut secara gamblang. Berikutnya, ia menceritakan tindakan apa yang akan ia lakukan terhadap gigi tersebut. Langkah demi langkah ia jelaskan dengan gamblang. Saya merasa mengikuti cuplikan kuliah kedokteran gigi setiap periksa gigi kepada dr. Ruly.

Nah, saya punya bandingan dokter gigi senior, yang tidak mengedukasi pasien. Setelah beliau memeriksa gigi, langsung melakukan tindakan. Setelah selesai, langsung keluar tagihan. Hampir tidak ada dialog. Tak ada penjelasan sama sekali terhadap kondisi gigi, serta tindakan yang dilakukannya. Pasien tidak tahu apapun, hanya sekedar menjadi obyek penyembuhan.

Nah, andai saja drg Ruly mengedukasi melalui tulisan, akan sangat banyak pasien teredukasi. Sayangnya hingga hari ini, drg Ruly belum menulis. Saya selalu mendorong dirinya untuk menulis, mengedukasi masyarakat terkait perawatan gigi. Jika drg. Ruly rajin menulis, akan semakin menguatkan kredibilitas profesinya.

Kredibilitas dalam Dunia Bisnis

Dalam dunia bisnis, Anda bisa menyaksikan persaingan yang luar biasa. Banyak produk ditawarkan dengan berbagai kemasan dan cara pemasaran yang kreatif. Sama-sama berjualan madu, ada yang sekedar menjual madu di kedai atau toko, ada pula yang menjual madu sekaligus knowledge tentang madu.

Mereka yang berjualan madu secara langsung kepada konsumen, fokus mereka adalah lancarnya penjualan. Barang habis, keuntungan banyak, dan terus menerus meningkat. Saya sebut produk mereka namanya madu AA –sekedar istilah saja untuk memudahkan. Sistem penjualan madu AA adalah langsung kepada konsumen, dengan demikian memotong biaya promosi.

Ada produk lain –saya sebut madu BB—yang menyediakan sarana edukasi kepada customers. Mereka memiliki web yang bisa diakses oleh customers apabila ingin mengetahui segala sesuatu tentang madu BB. Sejak dari mengenalkan khasiat madu, kandungan madu, proses produksi, proses packaging, proses sertifikasi produk, proses uji laboratorium, proses pengiriman, dan lain sebagainya.

Kesan yang muncul pada customers adalah kredibilitas produk. Belum tentu customers membaca, namun ketersediaan tulisan telah membuat kesan kredibel pada produk tersebut. Dibandingkan dengan madu AA yang tidak menawarkan knowledge apapun tentang produk mereka. Demikian hebat pengaruh tulisan terhadap kesan kredibilitas.

Selayaknya, kita tidak semata-mata berjualan. Tugas peradaban harus kita lakukan. Berkontribusi dalam mewujudkan tujuan nasional Indonesia, yatu mencerdaskan kehidupan bangsa. Jangan sampai membodohi kehidupan bangsa.

Selamat menulis, selamat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bahan Bacaan

Brian Tracy, Should I Write A Book? https://www.briantracy.com, diakses 5 Juni 2021

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.

Motivasi Menulis

Membangun Kredibilitas Bisnis dengan Menulis

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Salah satu manfaat menulis adalah untuk membangun kredibilitas dalam dunia profesi dan bisnis. Bahkan menurut Brian Tracy, “writing a book is an instant credibility booster”. Menulis buku adalah cara instan untuk mendomgkrak kredibilitas. Karya tulis bisa menjadi sarana promosi dan marketing produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Tracy mengajak Anda membayangkan, “kesan apa yang Anda dapatkan ketika bertemu dengan seseorang yang telah menulis buku?” Menurut Tracy, tanpa perlu mengenal mereka sebelumnya, Anda akan berasumsi bahwa jika mereka yang telah menulis buku tentunya seorang ahli.

“From a business perspective, writing a book is the fastest way to gain credibility, establish yourself as an expert in your field, and build a professional reputation. It can also be used as a promotional item and marketing tool for your business” –Brian Tracy

Menulis untuk Kredibilitas Profesional

Dalam dunia profesi, tulisan memiliki pengaruh yang signifikan. Seorang profesional yang memiliki karya tulis, akan lebih mendapatkan kredibilitas atas profesinya. Berbeda dengan profesional yang tidak menghasilkan karya tulis.

Saya ambil contoh. Ada dua orang dokter. Umur keduanya sama. Pengalaman keduanya relatif sama. Level pendidikan keduanya, sama-sama dokter spesialis –misalnya sama-sama spesialis kedokteran jiwa. Memiliki gelar akademik yang sama. Praktik di rumah sakit yang sama, di bagian yang sama.

Yang pertama bernama dokter Ani, yang kedua bernama dokter Ina. Ini hanya nama rekaan, untuk memudahkan penyebutan. Dokter Ani dan dokter Ina sama-sama spesialis kedokteran jiwa, yang praktik di rumah sakit yang sama. Jenjang pendidikan dan kepangkatan sama.

Namun dokter Ani rajin menulis, dan diposting setiap hari di koran, majalah ataupun media online. Dokter Ani mengedukasi masyarakat tentang kedokteran jiwa, dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orang awam. Banyak masyarakat membaca tulisan ringan yang rutin diposting dokter Ani, dan mendapat kemanfaatan dari tulisan itu.

Sedangkan dokter Ina tidak pernah menulis. Ia tidak akrab dengan medsos, tidak pernah menulis untuk media apapun. Dokter Ina hanya fokus praktik melayani pasien secara langsung. Sangat banyak pasiennya, namun tidak pernah mengedukasi masyarakat melalui tulisan.

“Think about it: What sort of impression do you get when you meet someone who has become a published author? Without even knowing them, you might assume that if they were able to write an entire book and get it published, they must be an expert” –Brian Tracy

Kebiasaan menulis yang dilakukan dokter Ani, membuat kredibilitas beliau lebih diakui oleh publik. Padahal secara ilmu kedokteran jiwa, keduanya sama. Namun ada satu hal yang membedakan kedua dokter tersebut, yaitu kebiasaan menulis. Karena rajin menulis terkait ilmu dan profesi yang digelutinya, maka dokter Ani tampak lebih kredibel dibanding dokter Ina. Inilah yang dimaksud Tracy, bahwa menulis adalah pendongkrak kredibilitas instan.

Menulis Adalah Mengedukasi Masyarakat

Saya punya contoh dalam bentuk yang lain. Dokter gigi langganan saya, masih muda belia. Sangat banyak pelanggan antri untuk ditangani oleh dirinya. Namanya drg. Ruly. Hal istimewa dari drg Ruly adalah kebiasaannya mengedukasi pasien. Ia tidak sekedar mengobati atau merawat gigi pasien. Namun ia mengedukasi pasien dengan proses yang ia lakukan.

Setelah memeriksa gigi pasien, ia akan menyampaikan kondisi gigi tersebut secara gamblang. Berikutnya, ia menceritakan tindakan apa yang akan ia lakukan terhadap gigi tersebut. Langkah demi langkah ia jelaskan dengan gamblang. Saya merasa mengikuti cuplikan kuliah kedokteran gigi setiap periksa gigi kepada dr. Ruly.

Nah, saya punya bandingan dokter gigi senior, yang tidak mengedukasi pasien. Setelah beliau memeriksa gigi, langsung melakukan tindakan. Setelah selesai, langsung keluar tagihan. Hampir tidak ada dialog. Tak ada penjelasan sama sekali terhadap kondisi gigi, serta tindakan yang dilakukannya. Pasien tidak tahu apapun, hanya sekedar menjadi obyek penyembuhan.

Nah, andai saja drg Ruly mengedukasi melalui tulisan, akan sangat banyak pasien teredukasi. Sayangnya hingga hari ini, drg Ruly belum menulis. Saya selalu mendorong dirinya untuk menulis, mengedukasi masyarakat terkait perawatan gigi. Jika drg. Ruly rajin menulis, akan semakin menguatkan kredibilitas profesinya.

Kredibilitas dalam Dunia Bisnis

Dalam dunia bisnis, Anda bisa menyaksikan persaingan yang luar biasa. Banyak produk ditawarkan dengan berbagai kemasan dan cara pemasaran yang kreatif. Sama-sama berjualan madu, ada yang sekedar menjual madu di kedai atau toko, ada pula yang menjual madu sekaligus knowledge tentang madu.

Mereka yang berjualan madu secara langsung kepada konsumen, fokus mereka adalah lancarnya penjualan. Barang habis, keuntungan banyak, dan terus menerus meningkat. Saya sebut produk mereka namanya madu AA –sekedar istilah saja untuk memudahkan. Sistem penjualan madu AA adalah langsung kepada konsumen, dengan demikian memotong biaya promosi.

Ada produk lain –saya sebut madu BB—yang menyediakan sarana edukasi kepada customers. Mereka memiliki web yang bisa diakses oleh customers apabila ingin mengetahui segala sesuatu tentang madu BB. Sejak dari mengenalkan khasiat madu, kandungan madu, proses produksi, proses packaging, proses sertifikasi produk, proses uji laboratorium, proses pengiriman, dan lain sebagainya.

Kesan yang muncul pada customers adalah kredibilitas produk. Belum tentu customers membaca, namun ketersediaan tulisan telah membuat kesan kredibel pada produk tersebut. Dibandingkan dengan madu AA yang tidak menawarkan knowledge apapun tentang produk mereka. Demikian hebat pengaruh tulisan terhadap kesan kredibilitas.

Selayaknya, kita tidak semata-mata berjualan. Tugas peradaban harus kita lakukan. Berkontribusi dalam mewujudkan tujuan nasional Indonesia, yatu mencerdaskan kehidupan bangsa. Jangan sampai membodohi kehidupan bangsa.

Selamat menulis, selamat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bahan Bacaan

Brian Tracy, Should I Write A Book? https://www.briantracy.com, diakses 5 Juni 2021

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.