.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Menurut saya, tulisan yang bagus dan berkualitas itu jika dirumuskan, memenuhi lima unsur yang saya sebut dengan istilah MULIA. Secara nilai, hendaknya tulisan kita selalu mulia, jangan sampai masuk kategori nista.
Inilah konsep MULIA dalam karya tulis.
M – Mudah Dipahami
U – Unik dan Orisinal
L – Logis
I – Inspiratif dan Motivatif
A – Akurasi Tinggi
Mari kita bedah satu persatu dari kelima unsur MULIA.
M – Mudah Dipahami
Unsur pertama dari tulisan berkualitas adalah mudah dipahami. Sebab, tulisan Anda –sebagus apapun isi dan pesannya, sepenting apapun nilai informasinya—jika tidak bisa dipahami, tidak bisa dianggap sebagai tulisan yang berkualitas.
Agar tulisan Anda mudah dipahami, berikut ada beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan.
- Perjelas tujuan Anda
Pesan apa yang ingin Anda sampaikan melalui tulisan? Anda sendiri harus sudah sangat jelas dengan tujuan menulis. Ini yang disebut oleh Melissa Donovan (2017) sebagai ‘clarity and focus’. Tulisan Anda harus jelas dan ada fokusnya.
Ketika bercerita tentang pohon –misalnya, apakah Anda hendak menyampaikan tentang jenis pohon, bagian-bagian dari pohon, fungsi dan manfaat pohon, atau proses kehidupan pohon? Sama-sama membahas pohon, akan sangat berbeda pola pembahasannya.
Pastikan terlebih dahulu, sisi apa yang hendak menjadi fokus pembahasan dalam tulisan Anda. Ini akan membuat tulisan Anda mudah dipahami.
- Tentukan tema tulisan
Sebagai seorang yang mencintai tanaman, Anda ingin mengedukasi masyarakat tentang aneka tanaman beserta manfaatnya. Dari tujuan tersebut, Anda bisa memilih fokus pembahasan, misalnya tanaman jahe.
Tentukan tema yang hendak Anda tulis, misalnya “Manfaat Tanaman Jahe untuk Kesehatan”. Ini bukan judul tulisan, melainkan tema atau topik. Yaitu pokok bahasan yang hendak Anda tuliskan.
Dengan kejelasan tema, maka Anda akan bisa fokus menulis tentang berbagai manfaat jahe bagi kesehatan manusia. Anda tidak akan membahas tentang tanaman yang lain, juga tidak membahas tentang proses pertumbuhan tanaman jahe. Dengan tema yang spesifik seperti itu, Anda hanya akan membahas manfaat bagi kesehatan.
- Pilih rumpun tulisan
Anda bisa menulis manfaat tanaman jahe bagi kesehatan manusia menjadi fiksi, misalnya cerpen. Melalui cerpen, Anda bisa mengedukasi masyarakat tentang manfaat jahe bagi kesehatan. Pola penyampaian melalui bentuk cerita, akan lebih enak diterima masyarakat.
Anda juga bisa menulis manfaat tanaman jahe bagi kesehatan manusia menjadi tulisan nonfiksi. Misalnya menjadi sebuah artikel ilmiah murni, ataupun ilmiah populer. Anda bisa mencari daftar pustaka dari berbagai kalangan ahli.
Kejelasan rumpun tulisan, membuat tulisan Anda lebih mudah dipahami. Jika Anda tidak mengerti tulisan Anda masuk rumpun yang mana –fiksi atau nonfiksi—maka menjadi lebih sulit dimengerti.
- Buat kerangka tulisan sebelum menulis
Setelah jelas tujuan menulis, jelas fokus yang hendak Anda bahas, telah menetapkan tema serta rumpun tulisan, wujudkan dalam bentuk kerangka atau outline tulisan. Baik tulisan fiksi maupun nonfiksi, ada cara untuk membuat kerangka sebelum mulai menuliskannya.
Kerangka tulisan atau outline, berguna untuk mensistematisir alur tulisan agar logis dan sistematis. Tulisan yang sistematis akan lebih mudah dipahami oleh pembaca. Berbeda dengan tulisan yang tidak runtut, akan cenderung membingungkan pembaca.
- Gunakan istilah, kalimat dan gaya bahasa yang sederhana
Pernahkah Anda mendengar seseorang berbicara dengan kalimat dan gaya bahasa yang sulit dipahami? Terkadang, seseorang ingin menunjukkan kelas intelektualitasnya dalam pembicaraan, dengan menggunakan istilah yang sulit dipahami oleh khalayak.
Demikian pula dalam tulisan. Agar mudah dipahami publik, gunakan istilah-istilah yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula penggunaan kalimat dan gaya bahasa, tidak perlu mengada-ada.
- Gunakan cerita atau kisah sebagai ilustrasi pendukung
Jika Anda menulis nonfiksi, Anda bisa memperjelas maksud tulisan dengan menambahkan cerita atau kisah yang relevan. Kisah membuat teori-teori rumit menjadi lebih mudah dimengerti maksudnya.
Misalnya, dalam tulisan menfaat jahe bagi kesehatan manusia, Anda memberikan kisah nyata tentang seseorang yang sakit demam. Dia menumbuk jahe dan membuatnya menjadi minuman hangat. Setelah meminum, ia menjadi segar. Nah, kisah nyata seperti ini membuat maksud tulisan lebih mudah dipahami.
Secara umum, manusia suka dengan cerita atau kisah. Bahkan dalam Al-Qur’an pun, sangat banyak dimuat kisah-kisah. Dengan memilih kisah yang relevan, membuat tulisan Anda mudah dipahami.
- Gunakan ‘pointers’
Dalam tulisan nonfiksi, pembaca akan terbantu memahami tulisan Anda, apabila Anda menggunakan poin-poin. Dalam satu pembahasan yang panjang, pembaca akan lelah jika tidak dijeda dengan poin-poin.
Misalnya, dalam tema manfaat jahe bagi kesehatan manusia, Anda menyampaikan “ada lima manfaat jahe bagi kesehatan manusia”. Kemudian Anda memaparkan lima manfaat tersebut dalam poin-poin yang detail. Ini memudahkan untuk dipahami.
Bahan Bacaan
Melissa Donovan, Eight Characteristics of Good Writing, www.writingforward.com, 3 Oktober 2017