Kembali
Ruang Tamu

Mengikat Kenangan dengan Tulisan

.

Oleh: Rini Thaurisini (alumni Kelas Buku Single batch 2)

“Agar semua kenangan kita tetap abadi dan memberi manfaat bagi orang lain maka, ikatlah setiap kenangan itu dalam bentuk tulisan” –Rini Thaurisini, 2022 .

.

Kenangan milik semua insan yang senantiasa mengembara di alam semesta. Kenangan menjadi pelengkap kehidupan bagi generasi tua, remaja dan anak-anak. Bahkan kalangan atas, menengah dan bawah pun memiliki kenangan tersendiri sesuai dengan peran mereka dalam kehiduan bermasyarakat.

Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan menumpuk sampai bertahun-tahun, kenangan kerap merangkai  kisah penuh makna. Memberi pelajaran penuh arti yang terus menembus ruang dan waktu tanpa batas.

Kenangan melengkapi perjalanan hidup dengan  menghadirkan beragam rasa. Rasa benci, berontak, dendam, kecewa, marah, menyesal, pilu dan sedih yang menyebalkan.

Bahkan rasa bahagia, bangga, terharu, semangat yang menyenangkan, serta rasa lucu yang menggelitik. Kenangan terus menggores lembar kehidupan. Memberi warna dan  menguatkan karakter yang nampak pada perilaku individu.

Kenangan yang tersimpan rapi dalam benak  hanya dinikmati sesekali kala dalam perenungan. Dan itupun tidak akan kembali hadir secara utuh.

Ketika kenangan baik yang kita alami tidak  memberikan pelajaran, bagi orang-orang di sekeliling kita, maka kemungkinan besar kenangan itu akan musnah ditelan usia yang semakin lama mengalami penurunan daya ingat.

Mengapa Kenangan Perlu Dituliskan?

“Tuangkan kenangan dengan penuh keikhlasan dan jangan biarkan kenangan hilang melayang tanpa kesan” –Rini Thaurisini, 2022 .

Agar semua kenangan kita tetap abadi dan memberi manfaat bagi orang lain maka, ikatlah setiap kenangan itu dalam bentuk tulisan. Dengan harapan, di saat anak cucu kita kelak membaca tulisan tersebut mereka dapat mengambil banyak pesan, petuah dan hikmahnya.

Tuangkan kenangan dengan penuh keikhlasan dan jangan biarkan kenangan hilang melayang tanpa kesan. Terdapat beberapa alasan kenapa kenangan perlu diikat dalam sebuah tulisan diantaranya.

  1. Keragaman tema tulisan

Setiap manusia dalam perjalanan hidupnya mengalami beragam kejadian baik yang direncanakan ataupun tidak. Ketika seseorang sudah dapat mengingat setiap peristiwa, di situlah proses perekaman terjadi.

Mulai dari kehidupan pertama di keluarga, pertemanan yang menyenangkan dengan lingkungan tetangga, mengenal tata tertib di dunia pendidikan, maupun masa temaja yang indah. Termasuk pula aturan dunia kerja yang ketat, hingga mengarungi kehidupan rumah tangga dengan segudang  pernak-perniknya.

Keunikan dari setiap perjalana hidup yang membawa kesenangan, kegundahan, kecewa, bahagia, cinta dan rasa lainnya dapat dijadikan sebagai tema tulisan yang menyenangkan.

2. Tulisan lebih mengalir

“Menulis semudah bernapas” ungkapan bombastis dari Bapak Cahyadi Takariawan terbukti  mampu menjadi amunisi bagi para penulis. Apalagi yang kita tulis adalah sesuatu yang memberi makna dalam kehidupan kita.

Menuangkan kenangan dalam bentuk tulisan seperti kita sedang bercerita. Tulisan lebih mengalir karena menghadirkan setiap detail peristiwa, waktu, dan orang-orang sebagai pelaku dalam kenangan tersebut. Bahkan dengan menuliskan kenangan, kitapun mampu  menggugah beragam rasa yang hadir pada saat itu.

3. Melawan lupa

Semakin bertambah usia, semakin berkurang daya ingat kita. Lembaran peristiwa masa lalu, sedikit demi sedikit  mulai terlupakan. Suatu saat kita berkesempatan membagika cerita yang penuh makna, adakalnya kita melupakan beberapa bagian dari cerita tersebut. Menuliskan kenangan merupakan upaya kita melawan lupa dari semua kisah yang mengisi benak dan relung hati kita.

4. Bahan inspirasi

Perubahan seseorang dipengaruhi oleh faktor dalam diri maupun lingkungan sekitar. Faktor lingkungan bisa berupa pola asuh, pertemanan, media masa, kegiatan yang dikuti dan berbagai tulisan yang dibaca. Menuliskan kenangan penuh hikmah yang dibaca banyak orang sering memberikan inspirasi pada orang tersebut untuk menghasilakan karya.

Contohya Bapak Jatmiko Suryo Gumilang yang terinspirasi olah tulisan James Clear dengan bukunya Atomic Habits. Ibu Nyi Ai Tita yang terinspirasi oleh ungkapan Imam  Al- Ghazali. Mereka sangat produktif dalam dunia kepenulisan.

5. Ladang amal

Kenangan baik yang kita tulis sebagai salah satu sumber ilmu yang mampu menginspirasi banyak orang. Kadungan hikmah dari tulisan mengarahkan orang lain untuk melakukan perbuatan baik. Ketika perbuatan baik itu terus dilakukan berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Maka tulisan kita akan menjadi ladang amal sepanjang masa. Satu kali menuliskan kenangan yang penuh hikmah, selamanya kita mendulang pahala.

Teruslah menuliskan kenangan yang membawa kebaikan buat orang–orang di sekeliling kita. Jangan biarkan kenangan tersebut hilang melayang tanpa kesan.

.

Rini Thaurisini adalah seorang guru, alumni Kelas Buku Single batch 2, dan penulis buku “Latihan Soal AKM”.

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.