MENGUAK 7 KEAJAIBAN ANAK USIA 0- 7 TAHUN

MENGUAK 7 KEAJAIBAN ANAK USIA 0- 7 TAHUN

Oleh cahyadi Takariawan

 

Anak baru lahir hingga berumur 7 tahun, memiliki sangat banyak keajaiban. Itulah sebabnya, masa tersebut sering disebut sebagai “golden age period”, atau “masa emas” pertumbuhan anak. Orangtua wajib mendampingi, mengarahkan, dan mendidik secara tepat sesuai tahap usianya, agar semua potensi kebaikan anak bisa tertumbuhkan secara optimal.

Tak berlebihan jika pak Fasli Jalal, PhD. menyatakan, pendidikan pada dini usia merupakan pondasi yang amat menentukan perkembangan selanjutnya. Menurut beliau,“Kalau tidak baik pondasi yang kita bangun di usia dini, bangunan tidak akan kokoh.”

Paling tidak ada 7 keajaiban anak usia 0 – 7 tahun, sebagai berikut:

  1. Perkembangan Otak yang Luar Biasa

Sejak bayi lahir, mereka telah dikaruniai milyaran sel otak. Milyaran sel otak ini terbagi dalam beraneka bagian, seperti wadah yang siap diisi. Pada usia 12-13 tahun, akan terjadi pemangkasan sel otak. Pada saat itu, otak akan memeriksa isi otak itu sendiri. Jika ada tempat kosong, misalnya bagian kecerdasan emosi yang tidak pernah dilatih sejak usia 1 hingga 12 tahun, maka bagian itu akan dibuang. Itu sebabnya, orangtua harus mengupayakan bagaimana caranya mengisi otak secara maksimal, dengan memberikan stimulus yang tepat, sesuai dengan perkembangan usianya.

Pada Usia 3 – 5 tahun, perkembangan otak manusia telah mencapai 80 %. Pada masa ini, kemampuan otak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Anak bisa mempelajari berbagai macam keterampilan, membentuk kebiasaan-kebiasaan yang akan berpengaruh pada masa-masa kehidupan selanjutnya, juga memperoleh konsep-konsep dasar untuk memahami diri dan lingkungan sekitar. Bahkan, anak di usia 5 tahun pertama diketahui punya kemampuan photographic memory, mengingat seperti mata kamera.

  1. Mulai Terbentuknya Elemen Kecerdasan

Perkembangan Intelligence Quotient (IQ) anak sampai dengan 4 tahun telah mencapai 50%, selanjutnya 80 % terjadi pada 8 tahun serta diyakini mencapai kulminasi pada 18 tahun. Orangtua memiliki peran sangat besar dalam mendidik dan mengembangkan potensi anak sejak dini.

Manusia memiliki 100 neuron (untuk menyalurkan pesan / komunikasi setiap aktivitas) ketika lahir dan akan berkembang lebih dari 20% jika dirangsang dengan pendidikan. Pada masa ini, perkembangan otak terjadi secara keseluruhan pada keempat bagian otak, termasuk pada masing-masing belahan otak.

Belahan otak inilah yang akan menyimpan kemampuan-kemampuan anak yang berbeda, yakni pada belahan otak kanan maupun otak kiri. Otak kiri berhubungan dengan tangan, kaki, dan tubuh sebelah kanan. Otak kiri mengendalikan aktivitas yang bersifat teratur, berurutan, rinci, sistematis, misalnya membaca, menulis, menghitung.

Otak kanan berhubungan dengan tangan, kaki, dan tubuh sebelah kiri. Otak kanan mengendalikan aktivitas yang bersifat divergen (meluas), imajinasi, ide-ide, kreativitas, emosi, music, intuisi, abstrak, bebas, simultan. Oleh karena itu, jika menginginkan anak dengan kecerdasan multiple, latihlah kedua tangan, kaki, mata, telinga kanan dan kiri sama seringnya setiap hari, terutama sampai umur 3 tahun, agar otak kanan dan kiri berkembang optimal.

Kecerdasan berganda (multiple intelligence) mulai dimiliki anak pada masa emas kehidupannya. Pada masa ini juga merupakan masa untuk mulai mengenal sosialisasi (sekolah, kelompok), menjelajah, bermain, meniru, dan kreatif. Disinilah kecerdasan ganda semakin terasah.

  1. Kemampuan Belajar yang Luar Biasa Cepat

Betapa menakjubkan kemampuan anak untuk belajar, tampak pada masa emas ini. Sejak lahir, menyusui, maka anak setiap hari mengalami perkembangan kemampuan yang menakjubkan. Lihat bagaimana bayi berlatih merangkak, berlatih berdiri, berlatih berjalan, berlatih berlari, bahkan naik sepeda. Luar biasa cepat pembelajaran mereka.

Menurut Gordon Dryden dan Jeannette Vos, seperti ditulis dalam bukunya Learning Revolution (1999), para peneliti membuktikan bahwa 50% kemampuan belajar anak ditentukan dalam 4 tahun pertamanya, dan 30% lainnya sebelum mencapai usia 8 tahun.

  1. Peka Terhadap Perubahan

Golden age period merupakan periode yang sangat sensitif terhadap perubahan yang positif maupun negatif, semua bergantung pada terpenuhinya kebutuhan untuk tumbuh kembang otak atau tidak.

Pada proses stimulasi, positif artinya apabila kebutuhan untuk tumbuh kembang otak terpenuhi maka akan terbentuk jaras-jaras yang optimal. Jaras merupakan sambungan antar sel-sel saraf yang satu dengan yang lainnya, dan merupakan salah satu penentu kualitas kecerdasan anak. Semakin optimal jaras yang terbentuk, maka akan semakin optimal kualitas kecerdasan seorang anak.

Segala bentuk informasi yang diterimanya pada usia ini akan mempunyai dampak di kemudian hari. Phil Silva, Direktur Riset di Universitas Otago – New Zealand, menyimpulkan bahwa anak yang pertumbuhan jalur belajarnya bermasalah pada usia dini akan cenderung mengalamai masalah pada usia remaja.

  1. Mulai Mampu Merasakan Kesadaran Ibadah

Anak pada usia 7 tahun mulai mampu merasakan kesadaran ibadah, itulah sebabnya Nabi Saw memerintahkan orangtua agar mengajari anak shalat pada usia 7 tahun. Anak-anak sebelum 7 tahun, belum cukup mampu merasakan kesadaran ibadah. Maka pada usia 7 tahun mulai dilatih dan dibiasakan untuk melaksanakan shalat secara benar dan tertib.

Nabi Saw bersabda, “Perintahkan kepada anak-anakmu untuk shalat ketika mereka menginjak usia tujuh tahun. Dan pukullah mereka ketika menginjak sepuluh tahun. Pisahkan tempat tidur mereka”. (HR. Al-Hakim dan Abu Daud)

  1. Mampu Menghafal Qur’an dan Kitab Hadits

Maxwell Malt, seorang peneliti asal Amerika mengemukakan pendapatnya tentang hubungan sel otak yang aktif dengan kecerdasan. Bila manusia dapat mengaktifkan sekitar 7 persen saja dari sel otaknya, ujar Malt, maka gambaran kecerdasan orang itu adalah bisa menguasai 12 bahasa dunia, memiliki 5 gelar kesarjanaan, dan hapal ensiklopedi lembar-demi lembar, huruf demi huruf, yang satu setnya terdiri dari beberapa puluh buku.

Jika kemampuan itu digunakan seorang muslim untuk menghapal, tentu dia mampu menghapal Qur’an dan kitab Hadits. Kita sering mendengar anak usia 7 tahun sudah hafal Qur’an, ini karena kemampuan daya ingat yang sangat bagus.

  1. Keajaiban Malam Hari

Menakjubkan, pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi pula pada malam hari. Penelitian menunjukkan, tulang anak bertumbuh pada malam hari. “Kami percaya bahwa tulang melakukan sebagian besar pertumbuhan mereka di malam hari,” kata Ken Noonan, M.D., ahli ediologi anak-anak di Rumah Sakit Anak Keluarga Amerika, di Madison, Wisconsin.

Penelitiannya tentang bayi domba menemukan bahwa lempeng pertumbuhan di kaki mereka tidak banyak bergerak pada siang hari, saat anak-anak domba berdiri, namun pada malam hari, saat mereka berbaring dan tekanan berat badan mereka tidak lagi menjadi faktor, lempeng pertumbuhan mereka terbuka. “Fenomena yang sama mungkin ada pada manusia,” kata Dr. Noonan.

Bukan hanya saat terjaga, bahkan saat tidur, otak anak bekerja memilah informasi. “Tidur adalah waktu utama bagi otak untuk mengolah materi pelajaran. Anak memilah semua informasi yang dia temukan sepanjang hari, menyingkirkan apa yang tidak dia butuhkan, dan mempertahankan yang berkesan,” kata Reut Gruber, Ph.D., psikolog dan direktur Attention Behaviour and Sleep Lab di Douglas Mental Health University Institute, Montreal.

Pada malam hari saat anak tidur, mereka bisa bermimpi. Ternyata mimpi anak bisa menguatkan bonding dengan orangtua. “Pada anak-anak, mimpi membantu mempromosikan keterikatan,” kata Patrick McNamara, Ph.D., penulis buku Nightmares. “Anak-anak pasti bermimpi tentang anggota keluarga mereka, dan kami berpikir bahwa mimpi itu memfasilitasi interaksi emosional positif saat mereka terjaga.”

 

 

 

 

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan