Kembali
Motivasi Menulis

Menolak Merasa Gagal – 5

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Failure is a critical step in learning what doesn’t work to get to what does. Most writers acknowledge that in the creative process. And it’s no different in all the other processes that add up to being a ‘successful writer’” –Laura Tong.

.

Selama hampir lima tahun, Robert Pirsig berusaha menawarkan naskah novel “Zen and the Art of Motorcycle Maintenance” ke banyak penerbit. Tahukah Anda berapa penerbit telah dihubungi? Ada 121 penerbit yang sudah dihubungi, dan semua menolak naskah novel yang dianggap bertele-tele itu.

Apakah Pirsig menyerah? Tentu saja tidak. Penerbit ke 122 yang dihubungi, menyatakan bersedia menerbitkan buku Pirsig. Dari awal, Pirsig menyatakan bahwa dia tidak memiliki harapan yang tinggi untuk buku itu, dan tidak berharap popularitas yang besar.

“Buku itu bukanlah impian seorang pemasar,” tulis editor di penerbit William Morrow, sebelum buku itu diterbitkan pada tahun 1974. Ternyata dia salah. Buku “Zen and the Art of Motorcycle Maintenance” terjual 50.000 eksemplar dalam tiga bulan pertama sejak terbit, dan terjual lebih dari 5 juta eksemplar setelah itu.

Hingga kini, buku Pirsig telah diterjemahkan ke dalam 27 bahasa. Rupanya harus sabar melewati perjuangan panjang,penolakan 121 penerbit, dan cemoohan editor. Setelah terbit, barulah mendapat pujian. “Tulisan filsuf yang paling banyak dibaca saat ini,” ungkap seorang jurnalis Inggris pada 2006.

Jadi, jika Anda pernah membawa naskah buku ke penerbit mayor dan ditolak, itu hanyalah permulaan saja. Selamat datang di dunia kepenulisan. Insyaallah Anda akan menjadi penulis sukses setelah mengalami penolakan bertubi-tubi.

Kegagalan Adalah Bagian dari Proses Pembelajaran

“Mistakes, errors, and fails don’t signify a weakness; they simply prove that you are taking enough positive action to produce results. You just need to adjust your actions to produce different results” –Laura Tong.

Perhatikan bagaimana seorang balita belajar berjalan. Ia memulai darimerangkak, kemudian mencoba berdiri, dan tertatih-tatih mencoba berjalan. Tentu ia jatuh, namun berdirilagi. Jatuh lagi dan berdiri lagi.  Setiap kali terjatuh dan bangun lagi dalam usaha berjalan, pengetahuan bertambah satu bagian.

Dirinya tengah membangun otot tubuh, berlatih keseimbangan, dan memahami koordinasi diri melalui pengulangan, percobaan, dan latihan. Demikian pula dalam belajar menulis. Proses penguasaan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi penulis sukses harus mengalami pengulangan. Kadang terjatuh dan gagal, namun bangkit berusaha lagi. Kadang ditolak penerbit, namun menulis lagi.

Ketika seseorang tengah berlatih suatu keterampilan baru, kemudian ia tidak mampu melakukan dengan benar pada kali pertama, kelima, atau kelima puluh –bukanlah suatu kelemahan. Suatu kali Anda berlatih bermain golf. Saat pertama kali mengenal alat-alat olah raga golf, Anda akan belajar mengenali dan memahami cara kerjanya.

Anda datang ke lapangan golf bersama seorang pelatih. Ia memberi tahu Anda bagaimana harus memegang stick golf dengan benar, bagaimana mengayun, dan mengenai bola golf. Bukan soal mencapai hole tertentu, agar bola golf masuk ke dalamnya. Namun pertama kali adalah soal memegang stick dan mengayunkan dengan benar.

Pelatih tidak akan menertawakan Anda saat puluhan kali mengayun, ternyata bola tidak melayang sesuai harapan. Pelatih memberi tahu ketidaktepatan Anda dalam memegang stick, atau cara mengayun yang belum tepat. Jika bola golf gagal melayang, itu tidak sama dengan kelemahan. Anda hanya perlu lebih banyak latihan dan pembiasaan.

Semua orang yang sekarang mahir, bermula dari pembiasaan, latihan, dan pengulangan. Mas Agus Yusuf adalah seniman lukis Indonesia, yang menuangkan karya lukis dengan mulut dan kaki. Karena beliau tidak dikaruniai kedua tangan, dan hanya memiliki satu kaki. Dengan menggigit kuas pada gigi, atau dengan mencengkeram kuas pada jari-jari satu kaki, ia bisa menghasilkan karya yang patut dipamerkan di seluruh dunia dan membawa nama harum Indonesia.

Bagaimana ia bisa menghasilkan lukisan indah dengan cara seperti itu? Sudah pasti, hasil dari latihan, pembiasaan dan pengulangan. Saat pertama kali mas Agus Yusuf melukis, pasti mengalami banyak ‘kesalahan’. Ia juga biasa mengalami kegagalan –karena ada karyanya yang ditolak masuk ruang koleksi di Swiss. Namun toh itu bukan kelemahan yang harus membuat malu.

Semua keterampilan, dikuasai dengan cara yang sama. Maka kegagalan saat berlatih, adalah bagian dan proses yang utuh dari pembelajaran. Tak ada orang langsung mahir pada suatu jenis ketrampilan –kecuali jika ia masuk kategori unicorn, yang jumlahnya amat sangat sedikit di muka bumi ini.

Kegagalan Tidak Sama dengan Kelemahan

“See failure as the adult version of falling down through lack of experience, practice, or knowledge – all of which you are on your way to acquiring. If you could have walked from birth, you would have defied the laws of human development. And if you could have written the perfect novel at birth you would have been burnt as the writing equivalent of a witch” –Laura Tong.

“Kegagalan adalah langkah penting dalam mempelajari apa yang tidak berhasil untuk mencapai apa yang berhasil,” ujar Laura Tong. “Sebagian besar penulis mengakui bahwa dalam proses kreatif mereka pernah mengalami kegagalan, hingga bisa menjadi penulis sukses”, lanjutnya.

Seorang Robert Prisig harus merelakan naskah Zen and the Art of Motorcycle Maintenance, mengalami penolakan 121 kali. Toh itu bukan hal yang memalukan. Perjuangan dan kegigihannya adalah kekuatan. Jika Prisig putus asa dan menyerah, itulah kelemahan.

Maka lihatlah kegagalan sebagai versi dewasa dari balita yang jatuh saat belajar berjalan, karena kurangnya pengalaman, latihan, atau pengetahuan, yang semuanya sedang dalam perjalanan untuk Anda peroleh. “Jika Anda bisa berjalan sejak lahir, Anda akan menentang hukum perkembangan manusia”, ujar Tong.

Wajar jika tulisan pertama Anda belepotan dan tidak sesuai harapan. Wajar jika kiriman naskah pertama Anda ditolak oleh koran. “Jika Anda bisa menulis novel yang sempurna saat lahir, Anda akan dituduh sebagai seorang penyihir”, ungkap Tong.

Kesalahan dan kegagalan tidak menandakan kelemahan; itu hanya membuktikan bahwa Anda adalah manusia biasa yang harusmenjalaniprotokol pembelajaran. Bukan sosok unicorn yang lahir dengan keajaiban bak dewa.

Bagaimana dengan Anda? Sudah berapa kali mengalami kegagalan dan penolakan? Pasti belum sebanyak Prisig.

Bahan Bacaan

Laura Tong, 10 Ways To Stop Feeling Like A Failure As A Writer, https://writetodone.com, diakses 19 Mei 2022

Steve Chawkins, Robert Pirsig Dies at 88; Wrote Counterculture Classic ‘Zen and the Art of Motorcycle Maintenance’, https://www.latimes.com, 24 April 2017 

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.