.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Thinking that your past creative failures dictate your future is a common mistake. Your past may have been shaped by the decisions you made, but your future is shaped by the decisions you haven’t made yet” –Laura Tong.
.
Claire Splan (2020), kontributor tetap di blog Shut Up & Write menceritakan pengalaman masa lalunya. “Di masa lalu,” ujar Splan, “saya menghubungkan ketidakmampuan untuk menulis pada jadwal reguler, dengan masalah penundaan. Misalnya saya berniat untuk menulis, namun saya tidak melakukan sesering yang saya mau”, lanjutnya.
“Saya mulai menyadari bahwa penundaan hanyalah masalah permukaan. Dengan menggali sedikit lebih dalam, saya menemukan hal yang lebih dekat kepada pokok masalah”, sambungnya. “Ternyata masalah yang saya hadapi adalah decision fatigue atau ‘kelelahan keputusan’”.
Istilah “kelelahan keputusan” mengacu pada kualitas keputusan ketika Anda memiliki daftar panjang keputusan yang harus dibuat. Dalam kehidupan modern saat ini, setiap orang dapat mengalami ‘kelelahan keputusan’.
“The antidote to decision fatigue is habit. When you make something a habit, you remove the problem of deciding to do it, and more significantly, you remove the option of deciding not to do it” –Claire Splan, 2020.
Terlalu banyak hal ingin dilakukan, terlalu banyak aktivitas ingin digeluti, oleh manusia modern. Amat sangat banyak tawaran menarik dalam kehidupan, melintas setiap detik melalui media sosial. Membuat setiap orang memiliki banyak hal untuk dipilih dan diputuskan, dampaknya mereka menemukan kelelahan dalam memutuskan.
Solusi dari kelelahan keputusan, menurut Claire Splan, adalah membangun kebiasaan. “Ketika Anda menjadikan sesuatu menjadi kebiasaan, Anda telah menghilangkan masalah pengambilan keputusan –karena Anda telah melakukannya. Dan lebih penting lagi, Anda telah menghapus pilihan untuk memutuskan tidak melakukannya”, ujar Splan.
Berhenti Menangisi Keputusan yang Anda Buat di Masa Lalu
“Rather than waste time and energy regretting your past decisions, you have the power to make new ones today. And the power to change your future by doing so” –Laura Tong.
Berpikir bahwa kegagalan kreatif masa lalu Anda akan menentukan kondisi masa depan Anda, adalah kesalahan yang umum terjadi. “Masa lalu Anda mungkin telah dibentuk oleh keputusan yang Anda buat, tetapi masa depan Anda dibentuk oleh keputusan yang belum Anda buat”, ungkap Laura Tong. “Jika masa lalu Anda telah dibentuk oleh kegagalan kreatif Anda, maka masa depan Anda sangat mungkin akan dibentuk oleh kesuksesan kreatif yang Anda ciptakan”, lanjut Tong.
Bisa jadi Anda menyesali keputusan, mengapa tidak mulaimenulis sejak kecil, atau mengapa tidak belajar menulis sejak remaja. Bisa jadi Anda menyesali keputusan, mengapa tergesa-gesa mengirimkan naskah buku ke penerbit nasional sehingga ditolak. Padahal jika mengirimkan ke penerbit lokal mungkin akan diterima dan buku Anda sudah beredar.
Apapun keputusan yang pernah Anda buat di masa lalu, sebenarnya tidak menjadikan karier menulis di masa depan Anda menjadi buruk. Menurut Laura Tong, “Merasa gagal adalah hasil dari keterjebakan dalam lingkaran di mana Anda membayangkan masa depan telah disandera oleh masa lalu”.
“Pada kenyataannya,” lanjut Tong, “masa lalu Anda hanya memiliki sedikit pengaruh, kecuali dalam pikiran Anda. Hancurkan rantai mental ini, dan lihat masa lalu apa adanya, bahwa ia hanya macan kertas ompong”, sambung Tong.
Bangun Habit Menulis Anda
“By establishing a fixed time and place to write, I removed a few of the decisions that could trip me up. In addition, I found that having a regular place and time didn’t just open up space to focus on writing; it actually stimulated my brain towards writing” –Claire Splan, 2020.
Daripada membuang waktu dan energi menyesali keputusan masa lalu, lebih baik Anda menggunakan kekuatan untuk membuat karya baru hari ini. Dan kekuatan untuk mengubah masa depan adalah dengan melakukannya. Satu keputusan besar yang dibuat hari ini dapat membebaskan Anda dari perasaan gagal.
Kembali saya ajak Anda menyimak kisah Claire Splan. Ia menemukan, kemajuan dalam karier menulis didapatkan ketika sudah mulai memiliki habit untuk rutin menulis. “Saya membuat kemajuan terbesar dalam membangun kebiasaan menulis ketika bergabung dengan blog Shut Up & Write”, ujarnya.
“Dengan menetapkan waktu dan tempat yang pasti untuk menulis, saya menghapus beberapa keputusan yang dapat membuat saya tersandung. Kapan dan di mana akan menulis menjadi bukan masalah, yang membuat otak saya bebas untuk fokus pada apa yang akan saya tulis”, lanjut Splan.
“I don’t mean that I automatically turned into a writing machine, but I did often feel when I arrived for a Shut Up & Write session that I could leave other issues at the door and allow my mind the time to roam through my writing world” –Claire Splan, 2020.
“Selain itu, saya menemukan bahwa memiliki tempat dan waktu yang teratur tidak hanya membuka ruang untuk fokus menulis; namun itu benar-benar merangsang otak untuk menulis”, ungak Splan. “Ini tidak bermaksud bahwa saya secara otomatis berubah menjadi mesin tulis, tetapi ketika tiba waktu untuk menulis di Shut Up & Write, saya dapat meninggalkan masalah lain di depan pintu,” sambungnya.
Cara yang dilakukan oleh Splan dengan menjadi kontributior tetap di blog menulis Shut Up & Write, ternyata membuatnya terjauh dari belenggu kegagalan masa lalu. Ia tidak perlu mengalami decision fatigue. Splan berhasil membuang opsi “tidak menulis” dari daftar yang harus diambil keputusan.
Semakin rutin menulis, Span merasakan otaknya semakin terbuka dan encer. Ia merasakan menulis menjadi mudah dilakukan, tanpa kendala yang berarti. Kuncinya pada membangun habit menulis. Lawan decision fatigue dengan membangun kebiasaan rutin menulis.
“So celebrate your decisions regardless of outcome because your reaction to yesterday’s failure will determine tomorrow’s success” –Laura Tong.
“Jadi rayakan keputusan Anda, terlepas seperti apapun hasilnya, karena reaksi Anda terhadap kegagalan kemarin akan menentukan kesuksesan di hari esok”, ungkap Tong.
Bagaimana dengan Anda?
Bahan Bacaan
Claire Splan, Make Writing a Habit, Not a Choice, https://shutupwrite.com, 18 November 2020
Laura Tong, 10 Ways To Stop Feeling Like A Failure As A Writer, https://writetodone.com, diakses 19 Mei 2022