.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Are you only pursuing qualities and achievements that meet other people’s standards and desires instead of yours?” –Laura Tong.
.
Terkadang, penulis merasa gagal menyenangkan semua pembacanya. Ia merasa telah mengecewakan pembaca, karena tidak mampu memenuhi harapan mereka. Novel yang dinilai kurang greget, cerpen yang disebut kurang nendang, artikel yang dianggap berbelit-belit, esai yang dikatakan membingungkan.
Lalu Anda merasa gagal menyenangkan pembaca, dan Anda mulai diliputi rasa tidakpercaya diri untuk menulis lagi. Tidak mau mengecewakan pembaca untuk kedua kali. Dengarkan nasehat Laura Tong berikut ini, “Stop trying to be everything to everyone”. Ya benar. Berhentilah berusaha untuk menjadi segalanya bagi semua orang.
“Chasing after the approval of others rather than self-approval will always lead you into a race you can’t win” –Laura Tong.
Anda dan kita semua, tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Saat menyalahkan diri sendiri atas kegagalan menulis yang Anda rasakan, berhentilah dan tanyakan pada diri sendiri: tolok ukur siapa yang Anda gunakan? “Jujur; kriteria siapa yang gagal Anda penuhi, standar Anda atau standar orang lain?”, ujar Tong.
“Apakah Anda hanya mengejar kualitas dan pencapaian yang memenuhi standar dan keinginan orang lain, bukan standar Anda sendiri?”, pertanyaan Laura Tong ini bisa menjadi landasan perenungan mendalam. Sebenarnya, apa yang Anda kejar melalui tulisan yang Anda ciptakan?
Menetapkan Standar Bagi Diri Sendiri
“Your version of success as a writer is going to differ from everyone else’s, sometimes minimally, sometimes widely. Either way, be true to yourself and your values” –Laura Tong.
Jika Anda ingin menyenangkan semua orang, sudah bisa dipastikan, itu tidak akan menjadi kenyataan. Anda tidak mungkin menjadi ”segalanya” bagi semua pembaca Anda. Selalu akan ada pembaca yang tidak puas dan kecewa dengan tulisan Anda. Maka Anda tidak perlu merasa gagal atas realitas ini –karena dialami oleh semua penulis. Tak ada penulis di muka bumi ini yang bisa menyenangkan semua orang.
“Bisa jadi,” ujar Tong, “Standar Anda adalah campuran dari keinginan orang lain, harapan masyarakat, serta citra fiksi yang diciptakan oleh media”. Ini yang membuat Anda mudah merasa gagal dan dihantui oleh kegagalan. Karena Anda sedang berjuang mewujudkan standar orang lain, yang bukan standar Anda. Pasti Anda akan lelah dibuatnya.
“Mengejar persetujuan orang lain ketimbang persetujuan diri sendiri akan selalu membawa Anda ke perlombaan yang tidak bisa Anda menangkan”, ujar Tong. Maka jangan menjadikan harapan dan keinginan orang lain sebagai standar bagi diri Anda. Jika semua harapan orang lain sudah berhasil Anda penuhi, bukan berarti Anda telah mampu menyenangkan mereka semua.
Selalu akan ada pembaca yang tidak menyukai tulisan Anda. Maka bersikap wajar saja atas adanya pihak yang tidak suka.
Jangan Mati Sebagai Imitasi
“The world desperately needs the originality only you can provide. God created you for a specific, unique purpose. You were born an original, don’t die a copy!” –John L. Mason.
Saking pengennya mengejar citra diri seperti diharapkan pembaca,kadang ada penulis yang tak segan meniru habis-habisan gaya dan karya penulis lain. Anda boleh belajar dari siapapun, Anda boleh berguru kepada siapapun, namun jangan menjadi copy dan imitasi.
Laura Tong menyatakan, kesuksesan sejati dalam menulis tergantung pada kejujuran Anda terhadap diri sendiri. Seperti yang dikatakan John Mason, “Anda dilahirkan sebagai ori. Jangan mati sebagai copy.” Seperti apapun penilaian orang, namun itu karya Anda sendiri. Apakah bangga dengan penghargaan, padahal hanya imitasi?
Dunia sangat membutuhkan orisinalitas yang hanya dapat Anda berikan. Menurut Mason, Tuhan menciptakan Anda untuk tujuan yang spesifik dan unik. Dia telah memanggil Anda untuk tidak meniru orang lain, tetapi untuk menjadi semua yang dia inginkan dari Anda. “Sederhananya, Anda dilahirkan asli, jangan mati menjadi imitasi!”,ungkap Mason.
Karya Orang Lain Lebih Baik? Tidak Masalah
“Question every success criteria you are striving to meet. See where you are competing in a contest you never chose to enter and don’t actually want to win. And then run your own race using your own rules. Great writers always have” –Laura Tong.
Apakah Anda begitu terobsesi untuk mengalahkan semua penulis? Apakah Anda harus menjadi yang paling baik dari seluruh penulis? Apa masalahnya jika ada penulis yang lebih hebat karyanya daripada Anda?
Cobalah definisikan sukses menurut Anda. “Versi kesuksesan Anda sebagai penulis akan berbeda dari versi orang lain, terkadang lebih sempit, terkadang lebih luas. Bagaimanapun, jujurlah pada diri sendiri dan nilai-nilai Anda”, ujar Laura Tong.
Tanyakan kepada diri sendiri kriteria sukses yang ingin Anda penuhi. Anda tidakperlu ikut berkompetisi dalam suatu perlombaan yang tidak pernah Anda pilih untuk diikuti dan sebenarnya tidak ingin Anda menangkan. Kembalikan kepada kriteria sukses yang sesuai dengan kondisi diri Anda sendiri, kemudian jalankan perlombaan menggunakan aturan dan standar Anda sendiri. “Penulis hebat selalu begitu,” ujar Tong.
Sangat menarik ungkapan John Mason, “Anda seperti kantong teh, tidak berharga sampai Anda menuangkan air panas”. Karya Anda mungkin dianggap tidak berharga, sama seperti naskah Harry Potter yang ditolak penerbit. Namun saat ada “air panas” yang mengucur, kantong teh celup Anda menjadi bermakna. Toh buku Harry Potter sekarang dikenal di seluruh dunia.
“Biarkan semua orang sedikit lebih baik daripada yang Anda temukan. Pintu-pintu peluang ditandai dengan ‘dorongan’. Jangan menghabiskan hidup Anda berdiri di konter pengaduan. Anda tidak bisa berjalan mundur ke masa depan. Langit bukanlah batasnya”, ujar John Mason.
Bagaimana dengan Anda? Sudah siap?
Bahan Bacaan
Laura Tong, 10 Ways To Stop Feeling Like A Failure As A Writer, https://writetodone.com, diakses 19 Mei 2022