Kembali
Habit Menulis

Menulis dengan Teknik “Pomodoro” (1)

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“I discovered that you could learn how to improve your effectiveness and be better able to estimate how long a task will take to complete by recording how you utilize your time” –Francesco Cirillo.

.

Dalam beberapa postingan terdahulu, sudah kita telaah teknik menciptakan habit menulis yang dikemukakan oleh Monica Leonelle. The 8-Minute Writing Habit, atau kebiasaan menulis 8 menit, adalah salah satu terobosan produktif menulis bagi Anda yang memiliki sangat banyak kesibukan.

Ide dasar Leonelle adalah, sesibuk apapun Anda, pasti bisa mengalokasikan waktu 8 menit setiap hari untuk menulis. Semua orang pasti punya waktu 8 menit, di sela-sela berbagai kesibukan harian yang amat sangat super duper padat. Maka Leonelle menyarankan, cukup satu sesi 8 menit sehari, Anda akan bisa produktif menulis.

Pertanyaannya, bagaimana dengan beberapa kalangan di antara kita, yang bisa mengalokasikan lebih banyak waktu untuk menulis? Apakah harus mengikuti pola 8 menit menulis seperti teorinya Leonelle, atau bisa menggunakan pendekatan yang lain? Saya memberikan dua jawaban.

Jawaban pertama, Anda tetap menggunakan pola sesi 8 menit, dan mengambil beberapa sesi setiap hari. Misalnya Anda lakukan 5 sesi setiap hari. Dengan demikian Anda mengalokasikan waktu 5 X 8 menit atau 40 menit setiap hari untuk menulis. Terutama bagi Anda yang telah terbiasa menggunakan pula sesi 8 menit.

Jawaban kedua, Anda bisa menggunakan teknik Pomodoro yang dikemukakan oleh Francesco Cirillo dari Italia. Apa yang disebut sebagai teknik Pomodoro?

Teknik Pomodoro untuk Menulis

“A 25-minute Pomodoro session is long enough to write several hundred words but not so long that it feels painful or overwhelming” –Bryan Collins.

Sebelum membahas teknik ini, perlu saya sampaikan terlebih dahulu bahwa saya sering salah menyebut nama teknik ini dengan Podomoro 🙂 Hehehe…. Ini karena saya orang Jawa, yang akrab dengan istilah “podomoro”, yang artinya adalah ”pada datang” alias berkumpul. Yang benar adalah Pomodoro, bukan Podomoro.

Umumnya, Podomoro adalah nama rumah makan di Jawa. Sedangkan Pomodoro adalah nama teknik manajemen waktu berkegiatan. Beda banget ya 🙂

Pomodoro berasal dari bahasa Italia yang berarti tomat. Teknik ini ditemukan oleh mahasiswa asal Italia bernama Francesco Cirillo pada akhir tahun 1980. Awal mulanya Cirillo mengalami kesulitan belajar. Ia tidak dapat fokus pada hal tertentu. Cirillo menyadari ada hal yang salah dalam metode belajarnya. Kemudian ia berusaha mengubah teknik belajar dengan manajemen waktu.

Dengan bantuan timer (alarm waktu), ia mulai mengubah teknik belajar dengan interval waktu tertentu, agar kondisi fisik maupun psikisnya tetap fresh. Ia membagi waktu belajar dan istirahat dengan cermat. Dari usaha mengatur waktu belajar dan istirahat, ia menemukan pola yang kemudian disebut sebagai Teknik Pomodoro. Saat itu Cirillo menggunakan timer berbentuk tomat yang ada di dapurnya.

Francesco Cirillo menyatakan, “Saya menemukan bahwa Anda dapat belajar meningkatkan efektivitas dan mampu memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas dengan mencatat penggunaan waktu Anda.”

Teknik ini bisa digunakan oleh banyak kalangan, dalam berbagai jenis aktivitas kehidupan. Pada intinya adalah metode untuk mengelola kegiatan dalam satu satuan waktu tertentu, sehingga menghasilkan lebih banyak produktivitas.

Sebagaimana teknik menulis 8 menit yang dikemukakan oleh Monica Leonelle, atau sprint menulis yang diajarkan Chris Fox, teknik Pomodoro membuat Anda bekerja teratur dalam satuan waktu tertentu. Ini menjawab masalah sangat banyak orang, bahwa mereka tidak memiliki waktu menulis.

“Unlike trying to concentrate without a break for hours, the 25-minute intervals will help avoid burnout. And they’re an achievable type of focus booster” –Bryan Collins.

Teknik Pomodoro membuat Anda mengetahui berapa waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas. Dalam aktivitas menulis, Anda akan mengetahui kemampuan menulis per sesi 25 menit. Dengan demikian Anda akan mengetahui berapa lama sebuah buku harus Anda tuliskan.

Beberapa orang bekerja terus menerus berjam-jam tanpa istirahat. Teknik Pomodoro mengajak Anda untuk bekerja per satuan waktu 25 menit, dan mengambil jeda istirahat 5 menit setiap sesi. Hal ini akan membantu Anda menghindari kelelahan dan kejenuhan menulis.

Dalam sesi yang dibatasi, Anda akan lebih mampu membangun fokus menulis. Bekerja selama 25 menit adalah waktu yang memungkinkan untuk berkonsentrasi. Bryan Collins menceritakan pengalamannya, “Empat sesi Pomodoro dapat mewakili pagi yang produktif dan kreatif. Sungguh mengejutkan betapa banyak yang dapat Anda capai dalam sesi singkat di rumah. Setelah itu, saatnya makan siang atau bahkan tidur siang”, ujarnya.

Cara Menggunakan Teknik Pomodoro untuk Menulis

“Turn off notifications for or remove all distractions from where you’re working, like email, social media and your phone” –Bryan Collins.

Untuk menggunakan teknik Pomodoro dalam proses menulis, yang Anda perlukan hanyalah alat pengatur waktu dan sarana untuk menulis. Pastikan Anda fokus saat menjalankan teknik ini. Anda dapat menonaktifkan gadget, dan tidak memeriksa email, media sosial, dan ponsel Anda.

  • Siapkan satu tema atau topik untuk ditulis.
  • Atur timer selama 25 menit.
  • Mulai menulis pada sesi pertama, selama waktu tersebut.
  • Jika waktu telah berakhir, istirahatlah selama lima menit.
  • Mulai lagi untuk menulis sesi kedua, dalam waktu 25 menit.
  • Setelah empat sesi 25 menit, istirahatlah lebih lama. Misalnya satu jam.

Hitung jumlah sesi Pomodoro di akhir hari, dan hitung jumlah kata yang berhasil Anda tulis pada setiap sesinya. Dari hitungan ini Anda dapat mengetahui kemampuan rata-rata menulis pada satuan waktu 25 menit. Selanjutnya, sebagaimana metode “8 menit menulis” milik Leonelle, Anda bisa menghitung kebutuhan sesi atau total waktu untuk menulis sebuah buku.

Bagaimana dengan Anda? Lebih memilih yang mana? Tidak masalah pilihan metode Anda. Yang paling penting adalah : rutin menulis setiap hari.

Bahan Bacaan

Austin Distel, How To Write Faster: 8 Tips And 3 Tools To Become A Fast Writer, https://www.jasper.ai, 19 Mei 2022

Bryan Collins, What Is The Pomodoro Technique? A Guide, https://becomeawritertoday.com

Dwi Budyarti Kurnia Sari, Teknik Belajar Metode Pomodoro, Jurnal Madika Vol 5, No.1 Tahun 2019, https://ejournal.perpusnas.go.id/

.

Ilustrasi : https://glints.com

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.