.
Writing for Wellness – 14
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Writing things down sounds like the most trivial productivity advice ever, true, but it is very effective and often overlooked by many people. The reality is that it can make your life easier, much more organized, and it can boost your productivity tremendously” – Kosio Angelov
.
Situs Day Designer menyatakan bahwa menulis membantu Anda menjadi lebih terorganisir dan produktif. Bukan hanya itu, menulis membantu Anda dalam perencanaan dan pencapaian tujuan. Menulis membantu Anda mengingat dan mengelola berbagai pikiran dengan memberi referensi visual yang dapat membantu membangkitkan ingatan.
Warren Buffett mengatakan bahwa salah satu kunci untuk menyempurnakan ide-ide adalah menuliskannya. Semua perencanaan, apabila hanya ada dalam angan-angan, sulit untuk mewujudkannya. Hanya menjadi pikiran yang abstrak. Menulis, membuat Buffet mampu mendetailkan perencanaannya.
Demikian pula Richard Branson, pengusaha dan CEO Virgin Group, mengatakan bahwa salah satu harta terbaiknya adalah buku catatan –tempat ia menulis segala sesuatu. Saat Branson memiliki ide, ia segera menguraikan dalam bentuk tulisan. Dengan menulis, berbagai rencana dan ide brilian lebih bisa direalisasikan.
Thomas Oppong menyatakan, menulis membantu Anda untuk menganalisa pikiran, sehingga memungkinkan Anda berpikir lebih jernih tentang perencanaan. Menurutnya, aktivitas menulis dapat membebaskan Anda dari keharusan mengingat banyak hal. Ini membantu Anda tetap on the track dan selalu fokus pada perencanaan yang sudah Anda tetapkan.
Cara Kerja Otak Manusia Sangat Misterius
Kosio Angelov menyatakan, menuliskan perencanaan untuk meningkatkan produktivitas, kedengarannya seperti nasihat yang paling remeh. Namun –menurut Angelov, nasihat ini terbukti sangat efektif. Menulis membuat hidup Anda lebih mudah, lebih terencana, dan dapat meningkatkan produktivitas secara luar biasa.
Coba perhatikan cara kerja otak manusia yang misterius. Kadang Anda berusaha konsentrasi pada suatu masalah yang tidak belum Anda temukan solusinya. Beberapa hari kemudian, di kamar mandi, atau di tengah perjalanan, solusi itu muncul “tiba-tiba” di otak Anda.
Banyak ide jenius yang muncul begitu saja di otak Anda. Mungkin berupa ide tentang bisnis, pemasaran, pekerjaan, dan apa saja. Ide seperti ini hadir pada waktu yang acak. Saat Anda di kebun memetik apel bersama anak-anak, tiba-tiba sebuah ide menghampiri. Pada saat itu, Anda berpikir “Masyaallah, ini sangat penting, harus segera aku lakukan”
Namun sepuluh menit kemudian ide itu hilang sama sekali. Atau bahkan Anda tidak ingat bahwa pernah memiliki ide tersebut. Apa yang tampak begitu penting saat ide muncul, mendadak hilang, mungkin selamanya. Otak manusia bekerja dengan cara yang sangat misterius. Maka, saran Angelov, tulis saja semuanya, karena cara kerja otak Anda tidak bisa diduga.
Angelov memberikan ilustrasi menarik. Di komputer, ada sejumlah program yang dapat Anda jalankan. Jika Anda menjalankan dua program bersamaan, masih oke saja. Namun jika Anda menjalankan 22 program sekaligus, komputer mulai melambat karena kehabisan RAM. Otak Anda bekerja dengan cara yang sama. Jika memiliki terlalu banyak hal dalam pikiran, maka pemikiran Anda tidak bisa efisien.
Otak Manusia Hanya Bisa Fokus Kepada Satu Hal
Perhatikan contoh peristiwa memetik apel yang disampaikan Angelov di atas. Anda tengah memetik buah apel bersama anak-anak, dan sebuah ide muncul. Jika Anda segera menuliskannya, maka Anda dapat berkonsentrasi untuk bersenang-senang dengan anak-anak di kebun apel.
Jika Anda terus memikirkan idenya, tanpe menuliskan, maka Anda tidak menikmati memetik apel. Sebaliknya, jika Anda berkonsentrasiuntuk menikmati memetik apel, maka Anda tidak akan memikirkan ide itu lagi. Otak Anda tidak dapat fokus pada dua hal yang sama baiknya, di saat yang bersamaan.
Segera setelah Anda menuliskan ide, otak berkata, “Oke, saya mengerti, ide sudah diproses, sekarang silakan menikmati memetik apel.” Anda telah memproses ide yang muncul tiba-tiba tersebut maka Anda tidak perlu memikirkan lagi. Anda dapat memusatkan semua fokus dan perhatian pada aktivitas lainnya.
Ada kemanfaatan menulis yang disebut sebagai “berpikir di atas kertas”. Metode ini berkaitan dengan eksternalisasi pikiran Anda pada selembar kertas atau pada layar laptop. Aktivitas menulis dilakukan secara sadar dan terencana. Berpikir di layar laptop memungkinkan Anda untuk berpikir jauh lebih baik.
Kosio Angelov menyarankan, biasakan menulis rencana dan di akhir pekan Anda bisa memproses rencana tersebut. Begitulah cara membuat diri Anda jauh lebih produktif dan lebih teratur. Ini akan membuat Anda menjadi orang yang lebih bahagia. Sekaligus menjernihkan pikiran sehingga Anda bisa lebih fokus.
Michael Leboeuf menyatakan, “Ketika Anda menuliskan ide-ide, secara otomatis akan fokus pada ide tersebut. Sedikit manusia yang mampu memikirkan beberapa pemikiran pada saat yang bersamaan. Jadi, pensil dan kertas (menulis) adalah sarana konsentrasi yang sangat baik.”
Menulis Memberikan Efek Pembangkitan
Mark Murphy mengutip pendapat para ahli saraf yang menyatakan manusia memiliki memori yang lebih baik untuk materi yang mereka hasilkan sendiri, daripada materi yang hanya mereka baca. Itu sebabnya, menulis sesuatu akan lebih melekat dibanding sekedar membaca sesuatu.
Ketika menuliskan rencana, Anda telah mengakses “efek pembangkitan” dua kali. Pertama, ketika Anda mengonsep rencana, dengan membuat desain dalam pikiran Anda. Kedua, ketika Anda menuliskannya, karena telah memproses ulang desain dalam pikiran tersebut menjadi tulisan.
Otak Anda akan terkena efek pembangkitan yang kedua saat menuliskan rencana. Pada awalnya, rencana hanya menggumpal di dalam pikiran. Ada desain yang sudah terbayang dalam pikiran. Namun dengan menuliskan, efek pembangkitan kembali terjadi. Itu sebabnya, menurut Murphy, manusia bisa menjadi lebih terencana dan lebih produktif.
“Writing things down doesn’t just help you remember, it makes your mind more efficient by helping you focus on the truly important stuff. And your goals absolutely should qualify as truly important stuff” – Mark Murphy
Beberapa survei sudah memberikan penjelasan yang memadai tentang efek menulis ini. Ketika mahasiswa tidak membuat catatan saat mengikuti kuliah, mereka mengingat banyak fakta yang tidak penting. Tetapi ketika membuat catatan, mereka mengingat lebih banyak fakta penting dan lebih sedikit fakta tidak penting.
Menuliskan berbagai hal tidak hanya membantu Anda mengingat, tetapi juga membuat pikiran Anda lebih efisien dengan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Maka rencana Anda akan masuk dalam kategori ‘hal penting’ yang diingat oleh memori otak, apabila Anda menuliskan rencana itu.
Bukan hanya membayangkan desain rencana di dalam pikiran. Namun mewujudkan rencana di dalam bentuk tulisan.
Selamat menulis, selamat menikmati kehidupan yang terencana.
Bahan Bacaan
Day Designer, How Writing Stuff Down Can Improve Your Productivity, 15 November 2016 https://www.blog.daydesigner.com
Kosio Angelov, Commit To Writing Things Down, It Will Boost Your Productivity, http://www.successfulbydesign.com
Mark Murphy, Neuroscience Explains Why You Need To Write Down Your Goals If You Actually Want To Achieve Them, https://www.forbes.com, 15 April 2018
Thomas Oppong, For a More Productive Brain, Commit To Writing Things Down, 20 Juli 2020, https://medium.com