Kembali
Positive Writing

Menulis Membantu Proses Pembelajaran

.

Writing for Wellness – 6  

Oleh : Cahyadi Takariawan

Writing, allows the writer to concretize abstract ideas and to “connect the dots in their knowledge” — National Commission on Writing in America’s Schools & Colleges (2003)

.

Amat sangat banyak manfaat menulis bagi kebaikan kehidupan manusia. Sebuah proses dan kegiatan yang sangat sederhana, namun ternyata menghadirkan beragam manfaat bagi pelakunya. Sejak dari manfaat kesehatan jiwa, kesehatan fisik, kecerdasan otak, kemampuan mengingat, dan masih sangat banyak lainnya.

Proses belajar yang kita lakukan dalam kehidupan, pada dasarnya tidak pernah berhenti. Manusia memerlukan belajar di sepanjang rentang kehidupannya. Ternyata menulis menjadi salah satu sarana yang sangat efektif untuk menunjang pembelajaran. Tidak berlebihan jika dikatakan, menulis itu mencerdaskan, menyehatkan, dan membahagiakan.

Menulis dan Aktivitas Pemikiran Manusia

Menulis sangat bermanfaat bagi pengembangan intelektualitas, kreativitas, dan kemampuan berpikir. Studi yang dilakukan oleh Klein dan Boals (2001) menemukan, bahwa ketika orang dewasa menulis tentang suatu peristiwa kehidupan, ingatan mereka mengenai peristiwa tersebut meningkat.

Ini memberikan petunjuk tentang pentingnya menulis, agar kita lebih mampu mengingat sesuatu. Bagi Anda yang beragama Islam, salah satu metode menghafalkan Al-Qur’an adalah dengan menuliskannya. Maka tersedia mushaf Al-Qur’an yang dicetak untuk para pembelajar yang ingin menuliskan huruf-huruf Al-Qur’an dengan tangannya sendiri. Ternyata dengan menuliskan, lebih mudah untuk menghafalkan.

Menulis memberikan manfaat intelektualitas yang signifikan. Walter Ong (1982) mengamati bahwa menulis diperlukan untuk membantu pikiran manusia mencapai potensi penuhnya.

Seperti kita ketahui, otak manusia didesain oleh Sang Maha Pencipta dengan kemampuan yang sangat menakjubkan. Rupanya, berbagai potensi otak manusia untuk berpikir, akan semakin sempurna apabila melakukan aktivitas menulis.

Hal ini senada dengan studi dari National Commission on Writing in America’s Schools and Colleges (2003). Menurut studi tersebut, menulis membuat manusia mampu mewujudkan ide-ide abstrak, dan “menghubungkan titik-titik dalam pengetahuan mereka”.

Membantu Pembelajaran

Selain meningkatkan fungsi kecerdasan, menulis juga bisa membantu proses belajar. Amy Pastva dan tim (2012) melakukan studi pada sekelompok siswa terkait pengaruh menulis dalam proses pembelajaran. Mereka menemukan, siswa yang menulis curhatan mereka tentang pelajaran, memiliki nilai ujian yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menuliskannya.

Tentang menulis dikaitkan dengan proses pembelajaran di sekolah, bisa dijelaskan dengan hasil studi Richard A. Menary (2007). Menurut Menary, menulis membantu proses penyimpanan berbagai informasi, yang dapat direpresentasikan secara simbolis, seperti  huruf, angka, kata, gambar, rumus. Informasi ini kemudian dapat dianalisa, dikritik, direproduksi, dan diubah, dan tindakan penting lainnya.

Bagaimana menulis bisa bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan kognitif? Hal ini telah diteliti oleh McArthur, Graham, dan Fitzgerald (2006). Menurut mereka, proses menulis membutuhkan pemusatan perhatian, perencanaan, serta pemikiran. Inilah yang mendorong terjadinya pengorganisasian pemikiran serta pemikiran reflektif. Manusia akan memiliki ketrampilan kognitif yang lebih terasah melalui menulis.

Teruslah Menulis

Mengingat betapa sangat banyak manfaat menulis, rutinkan diri untuk menulis setiap hari. Bukan soal berapa banyak waktu yang Anda sediakan untuk menulis setiap hari, namun seberapa rutin Anda melakukannya. Jika Anda telah memiliki habit menulis harian, berbagai kemanfaatan menulis akan semakin banyak Anda dapatkan.

Dari beragam studi para ahli, M. Cecil Smith menyimpulkan, menulis adalah aktivitas literasi yang sangat penting dalam kehidupan modern. Dengan menulis, membuat manusia bisa mencapai berbagai tujuan pribadi, intelektualitas, membantu pekerjaan, dan rekreasi.

Smith menyatakan, kegiatan menulis menghasilkan sejumlah manfaat intelektual, fisiologis, dan emosional bagi individu. Manfaat ini termasuk meningkatkan fungsi memori, penurunan gejala penyakit, dan peningkatan perasaan bahagia yang lebih besar.

Selamat menulis, selamat belajar.

Bahan Bacaan

Charles McArthur, Steve Graham & Jill Fitzgerald, The Handbook of Writing Research, 2006, diakses dari https://www.researchgate.net pada 6 Januari 2021

Jeffrey S. Nevid, Amy Pastva, Nate McClelland, Writing-to-Learn Assignments in Introductory Psychology: Is There a Learning Benefit? 3 Oktober 2012, https://doi.org/10.1177/0098628312456622

Kitty Klein & Adriel Boals, Expressive Writing Can Increase Working Memory Capacity, Journal of Experimental Psychology, 2001, https://doi.org/10.1037/0096-3445.130.3.520

M. Cecil Smith, The Benefits of Writing, https://www.niu.edu, diakses pada 4 Januari 2021

National Commission on Writing in America’s Schools & Colleges, The Neglected “R”: The Need For a Writing Revolution, https://archive.nwp.org, April 2003

Richard A. Menary,  Writing as Thinking, https://www.researchgate.net, September 2007, DOI: 10.1016/j.langsci.2007.01.005

Walter Ong, Orality and Literacy: The Technologizing of The Word, diakses di https://newlearningonline.com pada 6 Januari 2021

.

Ilustrasi : https://newsroom.domtar.com/

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.