Kembali
Ruang Tamu

Menulis Membuat Saya Lebih Sehat

.

Oleh : Ima Kusuma

“Dengan menulis, hari yang kelam akan terasa lebih cerah. Hari yang indah akan terasa lebih indah” –Ima Kusuma, 2022.

.

Hidup ini seperti roda yang selalu berputar. Kadang di atas kadang juga di bawah. Cobaan pun silih berganti menghampiri. Siap atau tidak, kita pasti akan menemui cobaan itu.

Cobaan bisa datang dari mana saja. Mulai dari persoalan kisah asmara, pekerjaan, cita-cita, dengan diri sendiri, dan lain sebagainya.

Dalam hidup, sudah pasti kita ingin menjalaninya dengan penuh keindahan dan kebahagiaan. Namun terkadang, takdir dan keadaan berkata lain. Kita diberikan sebuah ujian untuk menjalaninya, entah berupa luka, sakit hati, kecewa, atau kesedihan-kesedihan lainnya yang tak jarang mengguncang hati dan jiwa kita.

Dewasa Menghadapi Permasalahan

“Setelah berbagai aktivitas saya lakukan, berjam-jam, atau kadang berhari-hari, emosi negatif dalam jiwa tetap kembali” –Ima Kusuma, 2022.

Semua orang pasti mengalami masalah hidup. Jangan langsung putus asa dan merasa paling menderita saat menghadapi masalah.

Ketika cobaan datang, sebisa mungkin tenangkan hati dan pikiran. Kata sabar bisa jadi obat penenang sederhana. Namun tak banyak orang yang bisa melakukannya.

Masalah kehidupan tak jarang menjadikan kita banyak berpikir, kurang tidur, dan hilang konsentrasi. Beberapa orang terpuruk dengan keadaan, stres, bahkan tak jarang hingga terjadi sesuatu yang melukai diri sendiri dan berujung bunuh diri.

Dulu, ketika pikiran sedang kacau karena tekanan masalah, saya lebih sering murung, terdiam, atau melamun meratapi nasib kehidupan. Hari-hari terasa lungkrah, hanya mager (males gerak) atau sekedar nonton film dengan cemilan bermicin untuk menemani menghabiskan waktu. Sejenak melupakan masalah yang sedang terjadi.

Namun setelah berbagai aktivitas saya lakukan, berjam-jam, atau kadang berhari-hari, emosi negatif dalam jiwa tetap kembali. Kembali bad mood, kembali tak bersahabat, kembali lungkrah. Menjalani hari-haripun terasa enggan dan tak bersemangat.

Setelah mempunyai pendamping hidup dan keturunan, setiap kali ada masalah, saya tak lagi bisa meluapkannya melalui mager dan nonton film ini. Banyak pekerjaan rumah yang bakal berantakan jika saya mager. Jika ingin menonton film, pastilah si anak juga tak bisa diam dan akan mengganggu aktivitas saya.

Ketika saya suntuk, entah karena pekerjaan kantor atau masalah keluarga, saya lebih sering marah-marah, emosi, berimbas kepada orang terdekat saya yang terkadang tak mengetahui duduk msalah dan perkaranya. Kasian sekali ya mereka. Hehehe…

Menulis Membuat Jiwa Nyaman

“Bahkan untuk hal-hal sederhana yang membuat air mata menetes tanpa sengaja, saya pun menuliskannya” –Ima Kusuma, 2022.

Akhirnya saya mulai menulis bebas. Menulis tentang hal-hal yang kulalui setiap hari, menulis kegiatan demi kegiatan yang kulalui, menulis kegiatan anak, menulis kondisi jiwaku hari ini, menulis apapun itu, seolah emosi dalam jiwa saya terluapkan. Kondisi psikis saya lebih stabil.

Ada ketenangan tersendiri yang membuat otak dan pikiran fokus terhadap tulisan. Meskipun yang sedang saya tulis saat itu adalah wujud emosi negatif yang sedang saya alami.

Sejak duduk di bangku sekolah, semua orang pasti pernah diajari cara menulis. Pada awalnya, semua orang pasti akan belajar mengenal huruf-huruf dan ejaan sebelum akhirnya bisa menulis. Bukankah untuk saat ini, menulis adalah hal yang sangat mudah?

“Tulis saja semua kisah hari ini, agar hatimu semakin lega,” ini prinsip saya. Hanya dengan menuliskan kondisi hati saat ini, emosi saya menjadi lebih stabil.

Ketika warna kehidupan sedang hitam pekat dan gelap, sering kali saya menuliskannya. Ketika  sedang dilanda amarah, saya menuliskannya. Ketika sedang gundah gulana, saya menuliskannya. Ketika  sedang terpuruk dengan keadaan, saya menuliskannya. Bahkan untuk hal-hal sederhana yang membuat air mata menetes tanpa sengaja, saya pun menuliskannya.

Menulis telah membuat hari-hari saya lebih sehat. Bagaimana tidak?

Dengan menulis, beban kehidupanku bisa menjadi lebih ringan. Jiwaku semakin sehat. Dengan menulis, hari yang kelam akan terasa lebih cerah. Hari yang indah akan terasa lebih indah. Menulis membuat emosiku lebih stabil. Menulis membuatku lebih semangat menjalani hari-hari.

Dengan menulis, beban kehidupan saya bisa menjadi lebih ringan. Jiwa saya semakin sehat. Dengan menulis, hari yang kelam akan terasa lebih cerah. Hari yang indah akan terasa lebih indah. Menulis membuat emosi saya lebih stabil. Menulis membuat saya lebih semangat menjalani hari-hari.

Maka menulislah, semoga dengan menulis jiwamu menjadi lebih sehat.

.

Ima Kusuma adalah Alumni Kelas Menulis Jejak Cinta Ananda (JCA) Batch #15.

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.