.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“In general, the writing process enabled me to transition from living in my head to experiencing life through my heart. What a significant change!” –Rebecca Whitehead Munn
.
Buku “All of Us Warriors, Cancer Stories of Survival and Loss” ditulis oleh Rebecca Whitehead Munn, menggambarkan realitas dampak kanker terhadap kehidupan seseorang. Munn mengungkap pengalaman kanker dari dua puluh penyintas dan orang-orang terkasih mereka yang meninggal karena kanker. Mereka adalah para ibu dan ayah, dengan tujuh jenis kanker dalam stadium berat.
Pengalaman hidup bersama penyintas kanker sangat menyentuh perhatian Munn. Ibu kandung Munn mendapatkan hasil diagnosis kanker ketika Munn masih kuliah. Setelah diagnosis lebih lanjut, Munn merawat sang ibu terutama pada hari-hari terakhirnya. Pengalaman merawat ibunda tercinta ini menjadi bahan untuk penulisan buku pertamanya.
Setelah buku pertama diterbitkan, dua teman dinyatakan positif menderita kanker. Munn kemudian mengumpulkan cerita dari para penyintas kanker. Tindakan ini adalah salah satu upaya untuk membantu pasien baru dan keluarga mereka mengatasi kondisi berat tersebut.
Bersama dengan para penyintas kanker dan anggota keluarga, ia mulai menyusun buku All of Us Warriors: Cancer Stories of Survival and Loss. Buku ini sangat inspiratif, mampu memberikan pandangan positif tentang kekuatan dan keteguhan yang dibangun melalui kepercayaan yang tinggi. Munn berusaha meyakinkan kita semua bahwa manusia jauh lebih kuat dari kanker; dan bahwapara penyintas tidaklah hidup sendirian.
Selain berisi kisah sangat menyentuh jiwa, disertai pula saran tentang cara mendekati orang-orang terkasih yang hidup dengan kanker. Juga tips dan trik untuk membantu orang lain merasakan kegembiraan di tengah penderitaan. All of Us Warriors penuh dengan pengertian, penerimaan, dan sangat menguatkan sekaligus menghibur para penyintas dan keluarganya.
Mendapatkan Pengalaman Spiritual Melalui Menulis
“I think writing is most healing when the writer has a regular process, in which he or she enters the writing place, as if going into a sacred space. The more writing becomes a regular practice—every day, if possible—I think there’s a greater chance of reaping the transformative rewards that writing can give” –Patty Somlo.
Melalui buku All of Us Warriors, Munn memberi kesempatan kepada pembaca untuk mendengarkan inti masalahnya, langsung dari penyintas kanker ganas. Para penyintas ini diminta bercerita, untuk ditulis oleh Munn. Rupa-rupanya, mendengar cerita langsung dari para penyintas dan sekaligus menuliskannya, membuat Munn mendapatkan pengalaman spiritual yang sangat berharga.
“Secara umum, proses menulis memungkinkan saya untuk beralih dari hidup di kepala menuju hidup melalui hati saya. Sungguh perubahan yang signifikan,” ungkap Munn.
Melalui menulis, Munn merasakan perubahan yang signifikan. Ia tidak lagi bergelut dengan rasionalitas dan akal semata dalam memandang segala sesuatu. Menulis membuatnya merasakan sentuhan spiritualitas yang mengalir melalui hati. Ia merasakan getaran yang sangat kuat, antara tema-tema tulisan dengan gerak kesadaran spiritualitasnya. Ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan bagi Munn.
Pengalaman serupa dirasakan oleh Patty Somlo, penulis buku Hairway to Heaven. Proses rutin menulis membuatnya merasakan sangat banyak transformasi. Menurut Somlo, menulis memiliki dampak menyembuhkan. Ia mampu merasakan dampak ini melalui keteraturan dan penghayatan.
“Saya pikir menulis paling menyembuhkan ketika penulis memiliki proses yang teratur. Ia memasuki tempat menulis, seolah-olah pergi ke ruang suci. Semakin banyak menulis menjadi latihan rutin—setiap hari, jika memungkinkan—saya pikir ada peluang lebih besar untuk menuai imbalan transformatif yang bisa diberikan melalui menulis” –Patty Somlo
Para penulis dunia telah merasakan pengalaman spiritual melalui menulis. Melalui keteraturan menulis yang mereka ciptakan setiap hari, mereka merasakan suasana ‘sakral’ di ruang menulis. Ini sangat menakjubkan. Menulis bukan hanya kegiatan menuangkan ide melalui kata-kata, kalimat, paragraf hingga membentuk sebuah naskah utuh.
Rupa-rupanya, menulis telah memberikan pengalaman berharga. Munn merasakan perpindahan yang ajaib, dari dominasi logika di kepala, menuju penghayatan rasa di hatinya. Menulis membuatnya bertransformasi. Ia tidak hanya mengerti dengan logika, namun ia mampu merasakan dengan jiwa. Ini kekuatan menulis yang sangat dahsyat.
Secara pribadi, saya selalu merasakan hal ini. Setiap menulis, saya mendapatkan kekuatan melalui kata-kata yang saya pilih. Bagi insan beriman, kita meyakini bahwa setiap kata, setiap kalimat yang kita ucapkan, akan dicatat oleh malaikat pencatat amal. Sebagai muslim, saya meyakini semua tulisan saya akan dicatat oleh malaikat.
Ini membuat saya gemetar. Karena harus memilih diksi yang tepat. Menulis menjadi pengalaman spiritual praktis bagi saya.
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (17) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (18)
“(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS. Qaaf: 17-18).
Firman di atas menggambarkan malaikat yang mencatat setiap tindakan manusia. Semua kata yang diucapkan atau ditulis oleh manusia, selalu dicatat oleh malaikat. Dalam ayat lain, telah dinyatakan,
وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ
“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Infithar: 10-12).
Melalui menulis, saya selalu menemukan gerakan spiritualitas. Karena sadar akan konsekuensi atas setiap tulisan yang saya publikasikan.
Bagaimana dengan Anda? Apa pengalaman spiritualitas dalam proses menulis yang Anda rasakan?
Bahan Bacaan
Colleen M. Story, 24 Inspiring and Encouraging Quotes for Writers, https://writingandwellness.com, 17 Desember 2018