.
Oleh : Jatmiko Suryo Gumilang (alumni Kelas Menulis dan Membuat Buku / KMMB)
“Seseorang yang secara rutin menyelesaikan tulisan sehingga mempunyai beberapa artikel, telah membentuk identitas orang tersebut sebagai penulis” –Jatmiko Suryo Gumilang, 2022.
.
Menulis bagi sebagian orang mungkin menjadi salah satu aktivitas yang menjemukan. Kegiatan menulis tentu saja tidak hanya membutuhkan tenaga saja melainkan waktu serta pikiran. Menulis tentu bisa dibentuk dan direalisasikan. Hal tersebut sama halnya dengan membangun sebuah habit atau kebiasaan.
Dalam konteks ini, penulis mempunyai referensi dari buku best seller karya dari James Clear yang berjudul Atomic Habits. Suatu kebiasaan akan membentuk identitas seseorang. Misal, seseorang ingin memiliki tubuh yang sehat maka harus membentuk kebiasaan pola gaya hidup yang sehat, olahraga teratur, makan makanan yang bergizi, tidur teratur dan sebagainya.
Contoh lain yaitu seseorang yang selalu rajin bangun pagi, beribadah sholat tahajud, sholat subuh dan sebagainya jika dilakukan secara rutin juga akan membentuk identitas seseorang yang taat beribadah. Begitu juga yang dilakukan dalam aktivitas menulis. Seseorang yang secara rutin menyelesaikan tulisan sehingga mempunyai beberapa artikel, telah membentuk identitas orang tersebut sebagai penulis.
Perubahan Kecil yang Berdampak Besar
“Penulis handal pun mengawali aktivitas menulisnya dengan melakukan perubahan 1% setiap harinya” –Jatmiko Suryo Gumilang, 2022.
Suatu habist atau kebiasaan dapat dimulai dengan kegiatan-kegiatan yang kecil dan ringan. James menyebutnya ini sebagai sebuah atom habit, dan atom habit bisa dilakukan dengan perubahan 1% setiap harinya.
Misal, jika ingin menjadi seseorang yang rajin dan dapat mengatur waktu, kegiatan awal yang bisa dilakukan yaitu dengan mencoba tidur tepat waktu sehingga kita mempunyai cukup waktu untuk tidur. Alhasil ketika kita bangun tidur akan merasakan kesegaran karena kualitas tidur kita yang bagus. Dengan demikian, kita bisa lebih semangat dan energik dalam menjalani aktivitas pada hari itu mulai pagi hingga petang.
Pun juga yang dapat dilakukan untuk menjadi seorang penulis. Kita bisa mengawali dengan menulis hal-hal kecil dan ringan secara rutin setiap pekan bahkan setiap hari. Penulis handal pun mengawali aktivitas menulisnya dengan melakukan perubahan 1% setiap harinya.
Dengan melakukan perubahan 1% mungkin hasilnya tidak serta merta langsung terlihat dan dirasakan. Akan tetapi dengan melakukan perubahan 1% setiap hari dalam kurun waktu 1 tahun, tentu kita akan mendapatkan manfaat dari apa yang telah kita bangun.
Memulai dari Hal Kecil
“Perubahan kecil yang dilakukan secara rutin dan diulang secara terus-menerus bisa berdampak besar dan memiliki hasil yang luar biasa” –Jatmiko Suryo Gumilang, 2022.
Ada salah satu contoh lain yang terjadi di dalam tim balap sepeda London, Inggris. Dalam beberapa waktu yang relatif lama tim Inggris tidak pernah dapat memenangkan kejuaraan dalam lomba balap sepeda. Hal itu tentu membuat pemerintah Inggris menginginkan perubahan yang terjadi di dalam tim balap sepeda Inggris, tentu dengan tujuan agar dapat memenangkan kejuaran dalam setiap ajang lomba.
Salah satu perubahan yang dilakukan yaitu dengan mengganti pelatih tim balap sepeda tersebut. Pertama kali yang dilakukan oleh pelatih baru tersebut yaitu melakukan perubahan-perubahan kecil yang ada di dalam tim balap sepeda. Mulai dari kegiatan membersihkan tempat tidur bagi atlet dan menyediakan konsumsi makanan yang lebih mempunyai cukup nutrisi untuk atlet. Sedangkan aktivitas fisik tidak banyak dilakukan perubahan yang signifikan.
Singkat cerita, dengan penerapan kebiasaan baru di dalam tim balap sepeda Inggris memberikan dampak yang luar biasa. Dalam beberapa kali ajang perlombaan, tim balap sepeda Inggris memenangkan kejuaran. Prestasi yang diperolehpun hingga ajang Internasional katakanlah seperti Tour de France. Perubahan kecil yang dilakukan secara rutin dan diulang secara terus-menerus bisa berdampak besar dan memiliki hasil yang luar biasa.
Membangun habit atau kebiasaan tentu akan terasa berat ketika dilakukan pada awal waktu. Butuh dorongan dan kekuatan besar untuk melakukan perubahan tersebut. Akan tetapi, jika kita memulainya dengan perubahan-perubahan kecil dan ringan tentu kekuatan yang kita butuhkan relatif lebih sedikit. Dengan kekuatan yang lebih sedikit maka tidak akan terasa berat, sehingga perubahan tersebut akan lebih cepat menjadi suatu kebiasaan.
Pengalaman yang dirasakan penulis ketika menerapkan perubahan 1% ini menjadikan menulis sebagai salah satu aktivitas keseharian penulis. Ketika penulis menulis tulisan ini, penulis sedang melakukan kegiatan menulis artikel di Majalah Nidaul Qur’an yang penulis kirimkan naskahnya ke redaksi majalah setiap minggunya.
Mari kita menciptakan identitas diri kita lebih baik dengan memulai perubahan-perubahan kecil dalam hidup kita. Perubahan sekecil apapun akan terasa hasilnya ketika hal etrsebut sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging pada diri kita.
.
Jatmiko Suryo Gumilang, S.Pd, M.Sos adalah alumni Kelas Menulis dan Membuat Buku (KMMB) Ibnu Abbas Klaten. Kontributor di majalah Nidaul Qur’an. Pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Abbas, Klaten, Jawa Tengah.