Kembali
Ruang Tamu

Menulis Untuk Menghibur Hati

.

Oleh: Setiyono Miharjo, Ph.D. (Alumni Kelas Buku Single Alineaku 2021)

“Menulis akan menghabiskan hari Anda. Tanpa terasa, Anda akan menghabiskan hari-hari panjang dengan suatu kegiatan yang produktif. Waktu akan berlalu dengan Anda menghasilkan suatu tulisan” –Setiyono Miharjo, 2022.

.

Seorang peserta America’s Got Talent 2021, Jane Marczewski, a.k.a Nightbirde, membuat Simon Cowell, salah satu juri tercengang bahkan menangis karena cerita hidupnya dalam lagu yang ia bawakan. Sebelum menyanyi, menjawab pertanyaan juri “Bagaimana kabarnya ia kini?”

Nightbirde mengatakan kalau mengidap sejumlah kanker di paru-paru, tulang punggung, dan hatinya. Atas suaranya yang memukau, keaslian lagu dan cara menyanyikan yang layaknya orang bercerita, Cowell memencet Golden Buzzer. Dengan Golden Buzzer tersebut Nightbirde akan langsung melaju ke babak final.

Namun yang menarik adalah ucapan Nightbirde sebelum mendapatkankan Golden Buzzer dari Cowell. Ia mengatakan, “You can’t wait until life isn’t hard anymore before you decide to be happy. Anda tidak bisa menunggu sampai hidup tidak lagi berat sebelum Anda memutuskan untuk bahagia.

Nah, Nightbirde menulis lagu yang ia beri judul “It’s okay” di tengah-tengah sakitnya dari beberapa jenis kanker. Ia kemudian menyanyikan lagu ciptaannya tersebut di acara America’s Got Talent 2021. Untuk itu. ia mendapatkan Golden Buzzer. Kalau anda apa?

Menulis Membuat Bahagia

“Menulis dapat menjadi saluran keluar (outlet) dari penderitaan yang sedang Anda hadapi. Daripada memikirkan penderitaan yang hanya akan membuat Anda sedih, lebih produktif bila Anda memikirkan untuk suatu topik tulisan” –Setiyono Miharjo, 2022.

Salah satu kegiatan yang bisa Anda lakukan adalah menulis. Percaya atau tidak, menulis dapat dijadikan sarana untuk menghibur hati. Membuat anda bahagia.

Pertama, menulis akan menghabiskan hari Anda. Tanpa terasa, Anda akan menghabiskan hari-hari panjang dengan suatu kegiatan yang produktif. Waktu akan berlalu dengan Anda menghasilkan suatu tulisan. “Tahu-tahu” waktu telah berganti. Bahkan, hari akan berganti.

Anda tidak akan sempat untuk memikirkan penderitaan Anda. Waktu Anda akan habis diisi oleh kegiatan mencari kata dan kalimat yang benar untuk mengungkapkan apa yang menjadi pikiran Anda.

Belum lagi dengan kegiatan mendapatkan referensi. Anda perlu mencari referensi yang tepat untuk tulisan Anda. Acapkali anda memerlukan referensi untuk memperkuat argumen atau pendapat Anda. Namun, Anda juga membutuhkan referensi tersebut untuk “menghiasi” tulisan. 

Tulisan akan terasa indah. Tulisan demikian akan lebih “enak” untuk dibaca. Jangan heran kalau ada media yang menjadikannya separo dari jargonnya, “enak dibaca dan perlu”.

Kedua, menulis akan mampu mengalihkan hati dan pikiran Anda pada suatu yang produktif. Menulis akan banyak menyita pikiran. Anda tidak akan sempat untuk memikirkan penderitaan Anda.

Anda akan fokus memikirkan topik yang Anda tulis. Bukan saja fokus memikirkan pengungkapannya secara keseluruhan, namun juga pada urutan pengungkapannya secara detil. 

“Dengan menulis, Anda akan merasa bahwa hidup anda berguna. Anda akan dapat tersenyum di tengah penderitaan Anda. Sebuah perasaan yang tidak akan Anda dapatkan dari sumber lain” –Setiyono Miharjo, 2022.

Ketiga, menulis dapat menjadi saluran keluar (outlet) dari penderitaan yang sedang Anda hadapi. Daripada memikirkan penderitaan yang hanya akan membuat Anda sedih, lebih produktif bila Anda memikirkan untuk suatu topik tulisan. 

Energi anda dapat tersalurkan melalui tulisan. Bila energi yang masih Anda miliki hanya anda gunakan untuk memikirkan penderitaan saja, Anda akan semakin sedih. Alih-alih dapat menyelesaikan, masalah yang sedang Anda hadapi dapat justru semakin parah.

Keempat, sukur bila topik tulisan Anda itu berguna bagi orang lain. Yang keempat ini, bila berhasil, akan mampu menghibur hati Anda yang sedang sedih. Setidaknya, pikiran Anda bisa teralihkan. Anda tidak semakin menderita karena terus terpikirkan penderitaan yang Anda alami.

Anda akan merasa bahagia bila dapat membantu orang lain. Anda akan merasa bahwa hidup anda berguna. Anda akan dapat tersenyum di tengah penderitaan Anda. Sebuah perasaan yang tidak akan Anda dapatkan dari sumber lain.

Setiyono Miharjo, Ph.D.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Yogyakarta

.

Gambar ilustrasi: https://www.hellomagazine.com/

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.