IBLIS MENGGODAMU DARI EMPAT PENJURU

IBLIS MENGGODAMU DARI EMPAT PENJURU

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

 

Hidup di dunia, sungguh harus selalu berhati-hati. Sejak zaman dulu kala, iblis telah bersumpah untuk menyesatkan dan menghalangi manusia dari jalan yang lurus. Seluruh cara ditempuh oleh iblis agar manusia tersesat, dan hasil yang diinginkan iblis adalah manusia menjadi ingkat, tidak taat kepada Allah, dan tidak bersyukur atas karuniaNya. Ternyata, godaan iblis benar-benar berhasil menyesatkan banyak manusia.

“Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur” (QS. Al A’raf : 16 – 17).

Empat Penjuru Godaan Iblis

Dalam ayat di atas, iblis menyebutkan empat penjuru godaan, yaitu depan, belakang, kanan dan kiri. Mengapa empat penjuru? Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab “Ighatsatul Lahfan” menjelaskan :

السبل التي يسلكها الإنسان أربعة لا غير فإنه تارة يأخذ على جهة يمينه وتارة على شماله وتارة أمامه وتارة يرجع خلفه فأي سبيل سلكلها من هذه وجد الشيطان عليها رصدا له فإن سلكها في طاعة وجده عليها يثبعطه عنها ويقطعه أو يعوقه ويبطئه وإن سلكها لمعصية وجده عليها حاملا له وخادما ومعينا وممنيا ولو اتفق له الهبوط إلى أسفل لأتاه من هناك

“Jalan yang dilalui oleh seorang insan ada empat, tidak ada yang lain. Kadang ia mengambil arah kanan, kadang mengambil arah kiri, kadang arah depan dan kadang kembali ke belakang. Jalan manapun yang ia lalui, ia akan mendapati setan mengintainya. Bila menempuh jalan ketaatan, ia akan menjumpai setan siap menghalangi atau memperlambat laju jalannya. Bila ia menempuh jalur kemaksiatan, ia akan menjumpai setan siap mendukung dan menyokongnya.”

Apa yang dilakukan iblis tatkala menggoda manusia melalui arah depan, belakang, kanan dan kiri mereka? Dalam kitab “Ighatsatul Lahfan”, dikutipkan pernyataan Syaqiq Al Balkhi berikut:

ما من صباح إلا قعد لي الشيطان على أربعة مراصد : من بين يدي ومن خلفي وعن يميني وعن شمالي فيقول : لا تخف فإن الله غفور رحيم فأقرأ { وإني لغفار لمن تاب وآمن وعمل صالحا ثم اهتدى }وأما من خلفي فيخوفني الضيعة على من أخلفه فاقرأ : { وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها } ومن قبل يميني يأتيني من قبل النساء فاقرأ : { والعاقبة للمتقين } ومن قبل شمالي فيأتيني من قبل الشهوات فاقرأ : { وحيل بينهم وبين ما يشتهون }

“Tiada suatu pagi pun melainkan setan telah duduk mengintaiku dari empat penjuru. Dari depan dan belakangku, serta dari arah kanan dan kiriku. Setan berkata, ”Kamu jangan takut, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Maka aku pun membaca, ”Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beramal salih, kemudian tetap di jalan yang benar” (QS. Thaha: 82).

Adapun dari arah belakangku, setan menakut-nakutiku akan terlantarnya keluarga yang bakal aku tinggalkan. Maka aku pun membaca, ”Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah lah yang memberi rezekinya” (QS. Hud: 6).

Dari arah kananku, setan mendatangiku dari godaan wanita, maka aku pun membaca, ”Dan kesudahan yang baiklah bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al A’raf: 128). Dan dari arah kiriku, ia mendatangiku dari godaan syahwat, maka aku pun membaca, ”Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka inginkan” (QS. Saba: 54).

Mengapa Tidak Ada Arah Atas dan Bawah?

Mengapa iblis tidak mengatakan akan menggoda manusia dari arah atas dan bawah mereka? Sebagian ulama tafsir menjelaskan, itu karena rahmat turun dari atas, sedangkan bawah adalah tempat sujud. Maka iblis tidak bisa menggoda melalui dua jalan tersebut. Dalam kitab Tafsir Ath Thabari diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Ra, bahwa beliau berkata, “Allah tidak mengatakan ‘dan dari atas mereka,’ karena rahmat (kasih sayang) Allah Azza wa Jalla diturunkan dari atas mereka”.

Imam An Nasafi menjelaskan:

وقال الإمام النسفي 2/6 : ولم يقل من فوقهم ومن تحتهم لمكان الرحمة والسجدة

“Dan tidak dikatakan dari atas dan dari bawah mereka, karena (atas) tempatnya rahmat, dan (bawah) tempatnya sujud”.

Ibnu Katsir menukilkan sebuah riwayat dalam kitab tafsirnya:

وقال الحكم بن أبان ، عن عكرمة ، عن ابن عباس في قوله : ( ثم لآتينهم من بين أيديهم ومن خلفهم وعن أيمانهم وعن شمائلهم  ولم يقل : من فوقهم; لأن الرحمة تنزل من فوقهم

Berkata Al Hakam bin Aban, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas dalam menafsirkan firman Allah, “Kemudian aku (setan) akan menggoda mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka”. Tidak dikatakan, “dari atas mereka” itu karena sesungguhnya rahmat turun dari atas mereka”.

Disebutkan sebuah riwayat dalam kitab Tafsir Ar Razi :

فيروى أن الشيطان لما قال هذا الكلام رقت قلوب الملائكة على البشر، فقالوا: يا إلهنا كيف يتخلص الإنسان من الشيطان مع كونه مستوليا عليه من هذه الجهات الأربع، فأوحى الله تعالى إليهم أنه بقي للإنسان جهتان: الفوق والتحت، فإذا رفع يديه إلى فوق في الدعاء على سبيل الخضوع، أو وضع جبهته على الأرض على سبيل الخشوع غفرت له ذنب سبعين سنة. والله أعلم

Telah diriwayatkan bahwa ketika Iblis mengatakan ucapannya tersebut, maka hati para malaikat menjadi kasihan kepada manusia, lalu mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, bagaimana mungkin manusia bisa melepaskan diri dari gangguan syaitan?” Maka Allah berfirman kepada mereka bahwa bagi manusia masih tersisa dua jalan: atas dan bawah. Jika manusia mengangkat kedua tangannya dalam doa dengan penuh kerendah-hatian atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyukan, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka”. Wallahu a’lam.

Godaan Terbesar Iblis adalah Memisahkan Suami Istri

Iblis sangat bergembira ketika anak buahnya berhasil memisahkan suami dan istri, sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

إِنَّ إِبلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْماَءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُم فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا. قَالَ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا. ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ. قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut), maka ia mengirim bala tentaranya. Yang paling dekat di antara mereka dengan iblis adalah yang paling besar fitnah yang ditimbulkannya. Datanglah salah satu dari anak buah iblis seraya berkata, “Aku telah melakukan ini dan itu.” Iblis menjawab, “Engkau belum melakukan apa-apa.” Lalu datang yang lain melaporkan, “Tidaklah aku meninggalkan dia sehingga aku berhasil memisahkan dia dengan istrinya.” Maka iblis pun mendekatkan anak buahnya tersebut dengan dirinya dan memujinya, “Engkaulah yang terbaik.” (HR. Muslim no. 7037).

Imam An Nawawi menjelaskan, “Iblis bermarkas di lautan, dan dari situlah ia mengirim bala tentaranya ke seluruh bagian bumi. Iblis memuji anak buahnya yang berhasil memisahkan suami dengan istrinya, karena kagum dengan apa yang dilakukan anak buah dan ia dapat mencapai puncak tujuan yang dikehendaki iblis. Iblis pun merangkulnya”.

Imam Qadhi bin Iyadh menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan besarnya perkara firaq (perpisahan suami dengan istri) dan talak, serta besarnya kemadharatan dan fitnahnya. Selain itu juga menunjukkan besarnya dosa orang yang berupaya memisahkan suami dari istrinya. Karena dengan berbuat demikian berarti memutuskan hubungan yang Allah perintahkan untuk disambung, menceraiberaikan rahmah dan mawaddah yang Allah jadikan di dalamnya, serta merobohkan rumah yang dibangun dalam Islam”.

Maka waspadalah, iblis dan bala tentaranya menggoda manusia menggoda dari empat penjuru. Hendaknya kita semua selalu berlindung kepada Allah dari godaan iblis, setan dan makhluk jahat semuanya.

 

 

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan