Kembali
Motivasi Menulis

Pandai Menyiasati Kondisi, Agar Bisa Menulis Setiap Hari

.

Rumesha / Rutin Menulis Setiap Hari – 3 

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Text your friends and say you can’t talk for the next hour. Tell them you can’t respond to them because you’re writing” –Blake Powell, 2017

.

Perjalanan darat mengendarai mobil bersama keluarga atau sahabat, adalah hal yang menyenangkan. Bukan soal naik mobilnya, namun asyik karena bisa bersama-sama. Pasti terjadi obrolan dan diskusi yang tak ada habisnya.

Jika itu merupakan perjalanan panjang, misalnya 8 jam atau lebih, maka mintalah waktu 15 menit saja untuk tidak ikut mengobrol bersama mereka. Anda harus menulis 100 kata bermakna, untuk menjaga konsistensi menulis setiap hari.

Jangan gunakan perjalanan darat Anda sebagai alasan untuk tidak menulis di hari itu. Lelah di jalan, gak enak sama teman, biasa menjadi alasan pembenaran bahwa di hari itu tidak menghasilkan tulisan.

Jika perjalanan memerlukan waktu berjam-jam, Anda hanya meminta waktu 15 menit saja, untuk tidak ikut dalam obrolan mereka. Pasti akan dimaklumi dan diizinkan. Gunakan waktu perjalanan tersebut untuk menulis.

********

Dalam kesibukan harian di rumah, tentu ada sangat banyak pekerjaan. Tidak pernah ada habisnya, terlebih bagi keluarga yang masih memiliki anak-anak kecil. Sangat sibuk dengan aneka pekerjaan rumah tangga.

Sesibuk apapun, tentu tetap ada waktu jeda 15 menit. Saat si kecil sedang tidur, saat si kakak sedang bermain, saat suami tengah bekerja. Gunakan waktu luang, ambil 15 menit saja untuk menulis 100 kata.

Agar tidak perlu sulit dan repot mencari ide, bagi para ibu rumah tangga bisa menulis kegiatan harian di rumah bersama anak-anak. Tidak perlu mencari ide yang sulit dan rumit, yang membuat Anda tidak menulis.

Bagi para suami, Anda bisa menulis kegiatan harian di tempat kerja. Anda bisa menuliskan peristiwa atau kejadian sehari-hari. Sejak bangun tidur, berangkat kerja, hingga pulang lagi. Sangat banyak inspirasi dari sekitar kita sendiri. Semua bisa dituliskan.

********

Dalam rutinitas bekerja kantoran, saat ini banyak dilakukan di rumah karena WFH. Namun kahirnya pekerjaan justru menumpuk. Bercampur antara pekerjaan kantor dengan pekerjaan rumah. Bukan semakin mudah, namun semakin sudah.

Meski sangat padat kegiatan kantor –baik di masa WFH maupun WFO, pasti Anda masih bisa punya waktu luang 15 menit. Di saat jam istirahat siang, Anda bisa menulis 15 menit. Setelah jam kantor selesai, Anda tinggal sejenak 15 menit untuk menulis.

Sore atau malam hari sesampai di rumah, pasti Anda juga memiliki waktu yang bisa digunakan untuk menulis. Misalnya, biasa tidur pukul 21.00. Coba mundur 15 menit saja untuk menulis. Anda bisa tidur pukul 21.15.

********

Dalam keramaian grup chatting, yang setiap hari berisi “innalilahi”, “turut berduka cita”, dan “semoga lekas sembuh” – Anda tidak akan memelototi terus kan?  Meski Anda sangat senang berkomunikasi dan bercanda lewat grup, tetap saja ada saat di mana menghilang sejenak.

Kabarkan ke teman-teman Anda, bahwa Anda akan menghilang 15 – 30 menit. Jika tidak komen di grup, bukan berarti tidak peduli. Namun karena ada hal-hal lain yang tengah dikerjakan. Salah satunya adalah menulis.

Terlebih jika Anda sudah punya pola. Setiap hari Anda menulis rutin 15 menit pada pukul 17.00 misalnya. Maka teman-teman akan tahu bahwa pada jam itu Anda tidak akan aktif di grup chating. Ini membuat Anda tidak perlu merasa ‘tidak enak’ lantaran tidak menulis komen apapun di grup.

*******

Rupanya di antara persoalan “tidak bisa rutin menulis” –sebagian besarnya terbentuk dari hal-hal teknis yang rutin. SIbuk bekerja, sibuk mengurus rumah tangga, keasyikan mengobrol, keasyikan chating, dan lain sebagainya. Hal-hal yang sebenarnya tetap bisa disiasati.

“Menjadi berbeda” adalah ketakutan banyak masyarakat kita. Misalnya, saat semua warga perumahan tidak mau memakai masker, beberapa warga yang hendak taat protokol kesehatan dengan masker takut tampak berbeda. Akhirnya ikut-ikutan tidak mengenakan masker –agar tidak berbeda.

Di sebuah kerumunan, saat semua orang asyik mengobrol, ketika ada yang melakukan aktivitas berbeda menjadi tidak nyaman. Takut disebut tidak toleran atau tidak memiliki semangat kebersamaan. Akhirnya ikut-ikutan mengobrol lama sampai menghabiskan waktu-waktu produktif.

Ternyata bukan soal tata bahasa, pembentukan kalimat, pembuatan paragraf, dan hal-hal kepenulisan lainnya yang membuat tidak menulis. Lebih banyak disebabkan hal-hal teknis yang tidak disiasati, ditambah takut ‘menjadi berbeda’ dari kebanyakan orang lainnya.

Jadi, apa alasan Anda tidak bisa rutin menulis setiap hari? Walau hanya 15 menit? Walau hanya 100 kata? Apa kesulitan Anda.

Bahan Bacaan

Blake Powell, How to Be Unstoppable and Write Every Day, 26 Mei 2017,  https://writingcooperative.com/

Ilustrasi : https://inspireportal.com/

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.

Motivasi Menulis

Pandai Menyiasati Kondisi, Agar Bisa Menulis Setiap Hari

.

Rumesha / Rutin Menulis Setiap Hari – 3 

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Text your friends and say you can’t talk for the next hour. Tell them you can’t respond to them because you’re writing” –Blake Powell, 2017

.

Perjalanan darat mengendarai mobil bersama keluarga atau sahabat, adalah hal yang menyenangkan. Bukan soal naik mobilnya, namun asyik karena bisa bersama-sama. Pasti terjadi obrolan dan diskusi yang tak ada habisnya.

Jika itu merupakan perjalanan panjang, misalnya 8 jam atau lebih, maka mintalah waktu 15 menit saja untuk tidak ikut mengobrol bersama mereka. Anda harus menulis 100 kata bermakna, untuk menjaga konsistensi menulis setiap hari.

Jangan gunakan perjalanan darat Anda sebagai alasan untuk tidak menulis di hari itu. Lelah di jalan, gak enak sama teman, biasa menjadi alasan pembenaran bahwa di hari itu tidak menghasilkan tulisan.

Jika perjalanan memerlukan waktu berjam-jam, Anda hanya meminta waktu 15 menit saja, untuk tidak ikut dalam obrolan mereka. Pasti akan dimaklumi dan diizinkan. Gunakan waktu perjalanan tersebut untuk menulis.

********

Dalam kesibukan harian di rumah, tentu ada sangat banyak pekerjaan. Tidak pernah ada habisnya, terlebih bagi keluarga yang masih memiliki anak-anak kecil. Sangat sibuk dengan aneka pekerjaan rumah tangga.

Sesibuk apapun, tentu tetap ada waktu jeda 15 menit. Saat si kecil sedang tidur, saat si kakak sedang bermain, saat suami tengah bekerja. Gunakan waktu luang, ambil 15 menit saja untuk menulis 100 kata.

Agar tidak perlu sulit dan repot mencari ide, bagi para ibu rumah tangga bisa menulis kegiatan harian di rumah bersama anak-anak. Tidak perlu mencari ide yang sulit dan rumit, yang membuat Anda tidak menulis.

Bagi para suami, Anda bisa menulis kegiatan harian di tempat kerja. Anda bisa menuliskan peristiwa atau kejadian sehari-hari. Sejak bangun tidur, berangkat kerja, hingga pulang lagi. Sangat banyak inspirasi dari sekitar kita sendiri. Semua bisa dituliskan.

********

Dalam rutinitas bekerja kantoran, saat ini banyak dilakukan di rumah karena WFH. Namun kahirnya pekerjaan justru menumpuk. Bercampur antara pekerjaan kantor dengan pekerjaan rumah. Bukan semakin mudah, namun semakin sudah.

Meski sangat padat kegiatan kantor –baik di masa WFH maupun WFO, pasti Anda masih bisa punya waktu luang 15 menit. Di saat jam istirahat siang, Anda bisa menulis 15 menit. Setelah jam kantor selesai, Anda tinggal sejenak 15 menit untuk menulis.

Sore atau malam hari sesampai di rumah, pasti Anda juga memiliki waktu yang bisa digunakan untuk menulis. Misalnya, biasa tidur pukul 21.00. Coba mundur 15 menit saja untuk menulis. Anda bisa tidur pukul 21.15.

********

Dalam keramaian grup chatting, yang setiap hari berisi “innalilahi”, “turut berduka cita”, dan “semoga lekas sembuh” – Anda tidak akan memelototi terus kan?  Meski Anda sangat senang berkomunikasi dan bercanda lewat grup, tetap saja ada saat di mana menghilang sejenak.

Kabarkan ke teman-teman Anda, bahwa Anda akan menghilang 15 – 30 menit. Jika tidak komen di grup, bukan berarti tidak peduli. Namun karena ada hal-hal lain yang tengah dikerjakan. Salah satunya adalah menulis.

Terlebih jika Anda sudah punya pola. Setiap hari Anda menulis rutin 15 menit pada pukul 17.00 misalnya. Maka teman-teman akan tahu bahwa pada jam itu Anda tidak akan aktif di grup chating. Ini membuat Anda tidak perlu merasa ‘tidak enak’ lantaran tidak menulis komen apapun di grup.

*******

Rupanya di antara persoalan “tidak bisa rutin menulis” –sebagian besarnya terbentuk dari hal-hal teknis yang rutin. SIbuk bekerja, sibuk mengurus rumah tangga, keasyikan mengobrol, keasyikan chating, dan lain sebagainya. Hal-hal yang sebenarnya tetap bisa disiasati.

“Menjadi berbeda” adalah ketakutan banyak masyarakat kita. Misalnya, saat semua warga perumahan tidak mau memakai masker, beberapa warga yang hendak taat protokol kesehatan dengan masker takut tampak berbeda. Akhirnya ikut-ikutan tidak mengenakan masker –agar tidak berbeda.

Di sebuah kerumunan, saat semua orang asyik mengobrol, ketika ada yang melakukan aktivitas berbeda menjadi tidak nyaman. Takut disebut tidak toleran atau tidak memiliki semangat kebersamaan. Akhirnya ikut-ikutan mengobrol lama sampai menghabiskan waktu-waktu produktif.

Ternyata bukan soal tata bahasa, pembentukan kalimat, pembuatan paragraf, dan hal-hal kepenulisan lainnya yang membuat tidak menulis. Lebih banyak disebabkan hal-hal teknis yang tidak disiasati, ditambah takut ‘menjadi berbeda’ dari kebanyakan orang lainnya.

Jadi, apa alasan Anda tidak bisa rutin menulis setiap hari? Walau hanya 15 menit? Walau hanya 100 kata? Apa kesulitan Anda.

Bahan Bacaan

Blake Powell, How to Be Unstoppable and Write Every Day, 26 Mei 2017,  https://writingcooperative.com/

Ilustrasi : https://inspireportal.com/

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.