Parent Smart Anak Hebat

Parent Smart Anak Hebat

Oleh: Ida Kusdiati

Beberapa bulan terakhir banyak sekali berita di media massa terkait prostitusi anak. Miris dan tragis dua kata yang tak sadar terucapkan.

Miris karena disela banyak ikhtiar yang dilakukan oleh dunia parenting dan kependidikan untuk meminimalisir hal ini masih juga terjadi disekitar kita.
Tragis karena mereka masih dibawah umur.

Mengutip Tribunpontianak.co.id, Kapolresta Pontianak menyatakan, “dari yang kita dalami faktornya ada yang karena broken home (keluarga yang tak utuh), sebagian faktor ekonomi, sebagian lagi yang menjadi perlu perhatian bersama lapisan masyarakat yaitu dari faktor pergaulan.”

Tentu saja ini warning buat kita semua. Bagaimana menyikapi pergaulan ananda saat ini. Apalagi di masa pandemi dimana ananda mau tidak mau berinteraksi lebih lama dengan gadget atau perangkat laptop.

Berbekal kuota internet yang bisa jadi tak mampu dikendalikan dalam pemanfaatannya manakala mereka singgah pada situs dan konten yang tidak tepat dengan kebutuhan dan usia mereka, akan memicu ananda larut dalam buaian konten yang membuat mereka “tertarik” mencoba.

Belum lagi pergaulan yang digambarkan melalui berbagai tontonan, kental dengan infiltrasi kebarat-baratan dan kebebasan yang jauh dari nilai-nilai agama, moral dan adab ketimuran.

Seakan gaya hidup yang mereka tonton kental beraroma “nikmat dan keindahan duniawi” dan secara tak sadar karena disajikan terus menerus dalam sebuah media dalam skala luas menjadi “wajar” untuk ditiru dan diikuti kalau mau dikategorikan sebagai anak milenial.

Kebutuhan akan teknologi tak mungkin dihindari di era 4.0 saat ini, namun sudahkah kita membekali dengan ilmu yang cukup pada ananda dan menjadi narasumber filter konten dan berita yang bisa mereka tuntun dan tiru? atau justru sebaliknya, kita ikut larut dan terbuai dengan keasyikan gadget dan tontonan media.

Namun yang lebih miris adalah ada sebagian orang tua karena ketidakmampuan dan keterbatasan pengetahuan dan ekonomi pasrah pada ananda dalam memiliki dan menggunakan gadget. Akibatnya ananda terjerumus dalam penggunaan dan pemanfataannya.

Butuh siasat dan strategi orang tua menyikapi hal ini. Cerdas dalam membersamai ananda dengan tantangan era milenial namun sejurus tak ketinggalan pula oleh kemajuan teknologi.

Jadi tugas kita bersama minimal dari keluarga kecil ke keluarga besar sampai lingkungan rumah kita untuk perduli meningkatkan kualitas kebersamaan dengan ananda agar mereka tetap terpantau dalam pergaulannya.

Wallahu’alam

**

Membekali diri sebagai orangtua di era 4.0 butuh ikhtiar yang luar biasa agar dapat melahirkan generasi hebat. Bagaimana ikhtiar itu diramu dalam berbagai kisah dari penulis yang memiliki latar belakang sebagai Guru di Era milineal ini dapat disimak dalam Buku “Parent Smart untuk Ananda Hebat” karya Herlin Velani dapatkan di CP. 088271274882

ruangkeluarga

Tinggalkan Balasan