Pernikahan yang “Sah dan Berkah”, Bukan “Wah dan Megah”

Pernikahan yang “Sah dan Berkah”, Bukan “Wah dan Megah”

Serial NSBM3 – “Nikah Sah Berkah Mudah Murah Meriah”

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Zaman cyber telah membuat perubahan secara sangat signifikan dalam kehidupan. Termasuk dalam pilihan selera pernikahan.

Sangat banyak selebritis lokal maupun internasional yang merayakan pesta pernikahan yang “wah” dan megah. Pesta nikah yang serba mewah, megah dan berlimpah. Mereka membuat aneka pesta di hotel mewah, atau di alam terbuka, bahkan di laut lepas. Sangat besar biaya yang mereka keluarkan untuk membuat pesta serba wah tersebut. Tak ketinggalan liputan media, sorotan kamera, aneka hidangan yang mewah, souvenir dan asesoris yang indah. Semua serba wah dan megah.

Pemberitaan di berbagai media, postingan mereka di jejaring sosial, membuat banyak mata melihat dengan membelalak. Takjub, kagum, dan ingin mencontoh mereka. Seakan menjadi standar untuk sebuah pesta pernikahan. Ingin yang serba wah dan mewah.

Padahal tak jarang pernikahan tersebut hanya seumur jagung. Biaya yang sangat besar, tidak menjamin langgengnya pernikahan. Pesta yang wah dan megah, tak menjamin kehidupan rumah tangga yang berkah. Dalam hitungan yang singkat, banyak yang memilih berpisah.

Kebahagiaan sehari yang luar biasa, mendadak menjadi sirna setelah menjalani kehidupan sesungguhnya. Inilah masa-masa panjang membentang, yang seharusnya dihadapi dengan sepenuh kesadaran dan tanggung jawab. Masa-masa yang harus dirawat dengan kebersamaan antara dua insan yang telah diikat dalam akad yang sakral.

Sayang, justru itu yang hilang. Mereka lebih mengejar kehebatan pesta, bukan menjaga cinta dalam kehidupan nyata.

Maka jangan mengejar pernikahan yang wah megah. Namun raihlah pernikahan yang sah dan berkah. Inilah pernikahan yang sesuai syari’ah.

Apabila melaksanakan nikah dengan orientasi sah dan berkah, maka akan selalu mengedepankan pertanggungjawaban. Walau pesta sangat sederhana, walau tak ada sorotan kamera dan liputan media, walau tak dilaksanakan di gedung-gedung berbintang lima, namun pernikahan terlaksana dengan sah.

Karena hakikat menikah adalah menunaikan tuntunan syari’ah dan menyalurkan fitrah basyariyah. Hakikat menikah adalah mencintai Sunnah dan menjalankan ibadah. Maka tak patut ketika menuntut pesta yang wah dan megah, pesta yang mewah dan berlimpah. Ibadah hendaknya dilaksanakan sesuai tuntunan Sunnah.

Konsistensi menapaki tuntunan  syari’ah inilah yang lebih menjamin tergapainya kehidupan keluarga sakinah mawadah warahmah. Suami dan istri bersama-sama menunaikan ketaatan kepada Allah, menjauhkan diri dari kemaksiatan dan penyimpangan. Keluarga akan selalu bahagia dan urusan menjadi mudah.

Inilah kehidupan keluarga yang berkah. Bermula dari pernikahan yang sah, bukan pernikahan yang wah.

 

Kereta Api Malioboro Ekspress, Malang – Yogyakarta 22 Juli 2019

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan