Puasa Menyehatkan Jiwa dan Raga

Puasa Menyehatkan Jiwa dan Raga

🌻🌻🌻

Seri Hikmah Puasa

Puasa Menyehatkan Jiwa dan Raga

@ummurochimah

 

kullu fi’lillaah bil hikmah. –“Setiap perbuatan Allah pasti mengandung hikmah.” (Imam Syafi’i)

Hampir tak satu pun kewajiban ibadah dalam Islam yang luput dari hikmah maupun manfaat lahiriah. Begitupun dengan ibadah puasa.

Ibadah puasa telah ada sebelum Islam hadir. Umat-umat terdahulu telah melakukan puasa, sebagai contoh adalah puasa ‘Asyura, puasa yang dikerjakan oleh kaum Yahudi. Mereka berpuasa untuk memperingati tenggelamnya Fir’aun. Atas petunjuk Allah, Rasulullah pun memerintahkan para sahabat untuk berpuasa ‘Asyura.

Kaum Yahudi melaksanakannya setiap tanggal 10 Muharram. Untuk membedakannya Rasulullah memerintahkan sahabat menambahkan satu hari sebelumnya, sehingga puasa Rasulullah dan sahabat dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Hal ini terus berlangsung sampai turun perintah puasa di bulan Ramadhan. Sejak itu puasa Tasu’a dan ‘Asyura ini menjadi sunah hukumnya. (Dr. Nizar Abazhah, Sejarah Madinah, Buku Pintar Iman dan Islam, Pintar Berpuasa).

Begitu panjangnya sejarah puasa di atas muka bumi, tentu tidak lepas dari banyak kebaikan yang dirasakan telah oleh manusia.

Setelah tazkiyatun nafz (membersihkan jiwa), hikmah dan kebaikan lain dari puasa yaitu :

Menyehatkan Jiwa dan Raga

Sudah sangat banyak dan tersebar luas akan manfaat puasa bagi kesehatan badan. Di antaranya yaitu, saat seseorang menjalankan ibadah puasa sesungguhnya tubuhnya melakukan proses detoksifikasi (pembuangan zat-zat atau racun yang tidak diperlukan tubuh) secara optimal, mengeliminasi atau menetralkan racun yang dihasilkan dari fungsi biokimia melalui usus, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening, dan kulit.

Ketika menjalankan ibadah puasa, sel-sel dalam organ tubuh melakukan proses regenerasi (pembaharuan sel) dengan baik. Dengan berpuasa dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dimana fungsi dari sel-sel getah bening akan membaik 10 kali lipat.

Profesor Yoshinori Ohsumi, peneliti asal Jepang yang meraih Nobel di bidang kesehatan pada tahun 2016, membuktikan secara ilmiah bahwa puasa dapat membawa dampak baik bagi kesehatan. Peraih nobel ini menemukan bahwa puasa berkaitan erat dengan autophagy.

Autophagy merupakan istilah Yunani yang berarti ‘memakan diri sendiri’. Secara ilmiah, autophagy dikenal sebagai kemampuan sel dalam tubuh untuk memakan atau menghancurkan komponen tertentu di dalam sel itu sendiri.

Berdasarkan penelitian ini, Ohsumi juga menemukan satu cara sederhana untuk ‘memancing’ terjadinya autophagy dalam sel yaitu dengan cara berpuasa.

Profesor Mark P. Mattson ahli syaraf dari Universitas Johns Hopkins Amerika bersama Dr. Rafael de Cabo awal tahun 2020 membuat ulasan tentang manfaat diet puasa, dikatakan diet puasa dapat mencegah diabetes, mengurangi kegemukan, mencegah kerusakan sistem saraf seperti Parkinson dan Alzheimer , mencegah penyakit jantung, mencegah kanker, mencegah asma dan peradangan, dan diharapkan dapat memperpanjang umur.

Di tahun 2019 yang lalu sempat muncul trending topik diet intermittent fasting atau diet puasa, yang populer kala itu adalah diet 16:8, yaitu puasa selama 16 jam pada malam hari dan waktu makan selama 8 jam, misalnya waktu makan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, setelah itu puasa sampai jam 9 pagi. Walau dalam diet ini tetap boleh minum air putih.

Begitu dahsyatnya manfaat puasa yang juga bisa dirasakan oleh orang-orang yang notabene non muslim.

Bagaimana dengan kita sebagai seorang muslim?

Sungguh Allah Maha Baik, telah memerintahkan kepada kita untuk melaksanakan puasa selama satu bulan penuh di Ramadhan. Allah menginginkan hamba-hamba-Nya yang beriman memiliki tubuh yang sehat dan kuat, sehingga mudah dan ringan untuk mengerjakan semua amalan-amalan yang diperintahkan.

Lebih dari itu, manfaat puasa yang dilakukan oleh seorang mukmin, selain untuk menyehatkan badan, puasa juga bisa menenangkan aspek kejiwaan dalam diri manusia. Memberikan ketenangan dan kebahagiaan bagi para pelakunya.

Mungkin inilah rahasia, mengapa setiap kali saat berbuka puasa, mereka yang berpuasa akan merasa bahagia. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam haditsnya :

“Orang yang mengerjakan puasa dengan ikhlas mempunyai dua kebahagiaan; pertama, apabila ia berbuka puasa, ia merasa berbahagia atas berbukanya itu; kedua, apabila ia bertemu Rabb nya, ia merasa berbahagia dengan puasanya itu.”  (HR. Bukhari & Muslim)

Wallahu’alam

 

2 Ramadhan 1442H

#ramadhanmenulis

#menuliskebaikan

#30daywriting

Ummu Rochimah

Tinggalkan Balasan