Kembali
Motivasi Menulis

Resolusi 2022 : Rutin Menulis di Pagi Hari

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter” –Dan Poynter.

.

Pagi pertama di tahun 2022 telah datang. Saatnya Anda curahkan pikiran dan perasaan untuk dituangkan ke dalam tulisan. Buka laptop atau gawai, segera tuliskan isi pikiran dan isi hati Anda.

Menulislah di waktu pagi. Tak perlu menunggu siang hari. Tak perlu menunggu apapun lagi.

Jika Anda ingin menjadi penulis, menulislah. Jangan menunggu datangnya mood, ide, inspirasi, wangsit, atau apapaun. Jika Anda masih menunggu sesuatu untuk penulis, Anda bukan writer –Anda adalah waiter. Demikian ungkap Dan Poyter.

Mumpung Pagi, Menulislah

Studi ilmiah menunjukkan bahwa pagi hari adalah saat yang tepat untuk proses kreatif. Sebuah studi tentang sirkuit otak menunjukkan, bahwa proses kreatif manusia paling tinggi terjadi setelah bangun tidur. Diketahui, bagian korteks prefrontal otak sangat aktif usai bangun tidur (Kevan Lee, 2014).

Studi tersebut melakukan pemindaian MRI pagi dan sore hari dan menemukan bahwa pagi hari merupakan waktu yang lebih banyak koneksi di otak — sebuah elemen kunci untuk menghadirkan proses kreatif. Maka aktivitas menulis yang sangat banyak memerlukan proses kreatif, tepat dilakukan pagi hari.

Hal serupa dituliskan secara panjang lebar oleh Leo Widrich (2018), yang memaparkan fakta-fakta ilmiah tentang kinerja otak yang teraktivasi pada pagi hari. Proses kreatif manusia menjadi sangat optimal pada pagi hari setelah bangun tidur. Dengan demikian menulis di waktu pagi akan memberikan kemudahan dalam mewujudkan kreativitas dan orisinalitas ide.

Gina Conroy menyatakan, “I do my best writing in the shower”, dan ia mengatakan bahwa tidak sendirian. Banyak penulis hebat yang menemukan ide menulis saat mandi pagi. Zulie Rane menyatakan, saat mandi terkadang ia menemukan ide menulis, dan menuliskannya pada cermin yang beruap.

Ketika mengomentari tulisan Gina Conroy di blognya, Kaitlin menulis pengalaman pribadinya yang unik. “I do my best writing in the shower because I have no distractions. I am forced to think instead of consume”. Baginya, kamar mandi adalah satu-satunya tempat yang tanpa gangguan, maka ia bisa menciptakan ide menulis yang terbaik.

Ada sangat banyak penulis yang telah menghasilkan karya, di saat banyak orang lain masih bermalas-malasan di tempat tidur.

Agatha Christie

Agatha Christie menyatakan, “The best time for planning a book is while you’re doing the dishes”. Waktu terbaik untuk merencanakan buku adalah saat Anda mencuci piring. Aktivitas kreatif ini terjadi pada pagi hari, usai sarapan, kemudian mencuci piring. Ide-ide segar bermunculan untuk dituliskan pada pagi hari.

Kurt Vonnegut

Kurt Vonnegut adalah novelis Amerika yang dikenal dengan novel Slaughterhouse-five. Ia terbiasa bangun pagi dan menulis di pagi hari.

“Saya bangun pagi pukul 5.30, lalu menulis sampai pukul 8.00, lanjut sarapan pagi di rumah, kemudian menulis lagi sampai pukul 10.00. Setelah itu saya berjalan beberapa blok ke kota, melakukan tugas, pergi ke kolam renang kota terdekat, dan berenang setengah jam. Saya pulang ke rumah pukul 11.45, membaca surat, lalu makan siang”.

Anthony Trollope

Trollope adalah novelis Inggris terbesar di era Victoria. Di antara karya Trollope yang paling terkenal adalah serangkaian novel yang dikenal sebagai Chronicles of Dorsetshire. Ia bangun pukul 5.00 pagi, dibangunkan oleh petugas yang digaji untuk membangunkannya dengan secangkir kopi. Pukul 05.30 ia mulai menulis, hingga tiba waktu berangkat kerja ke kantor pos.

Toni Morrison

Toni Morrison adalah novelis yang mememenangi Hadiah Nobel dan Penghargaan Pulitzer. Ia mulai menulis sebelum matahari terbit. Menurut Morrison, momen ajaibnya muncul ketika suasana gelap mulai menjadi terang. “Saya selalu bangun dan membuat secangkir kopi saat hari masih gelap -pasti gelap- lalu saya minum kopi dan melihat cahaya datang”.

Haruki Murakami

Haruki Murakami adalah salah satu novelis hebat di dunia, Ia mendapatkan banyak penghargaan seperti World Fantasy Award, Frank O’Connor International Short Story Award, Franz Kafka Prize, Jerusalem Prize dan Hans Christian Anderson Award.

“Saat saya dalam mode menulis untuk sebuah novel, saya bangun pukul 4.00 pagi dan menulis selama lima sampai enam jam… Saya melakukan rutinitas ini setiap hari tanpa variasi”.

Ernest Hemingway

Ernest Hemingway adalah novelis peraih Penghargaan Pulitzer dan Hadiah Nobel untuk sastra. Kebiasaan Hemingway bangun sesaat setelah cahaya pertama matahari menyentuh permukaan bumi dan langsung menuju ke kertas untuk menulis sebelum ada yang mengganggunya. “Saya menulis setiap pagi secepat mungkin setelah cahaya pertama. Tidak ada yang mengganggu Anda”.

Joanna Penn

Joanna Penn adalah penulis produktif, owner dan founder situs TheCreativePenn.com. Penn menulis serial thriller ARKANE, yang telah terjual lebih dari 55.000 eksemplar. Sebelum menjadi penulis penuh waktu, Penn terbiasa bangun pukul 5 pagi untuk menulis, lalu berangkat bekerja di kantor konsultan. Sekarang, sebagai penulis penuh waktu, Penn harus lebih ketat menjadwalkan semua kegiatan harian.

John Updike

John Updike adalah salah satu dari tiga penulis yang memenangkan Penghargaan Pulitzer untuk fiksi lebih dari satu kali. Ia menulis pada pagi hari. “Saya menulis setiap hari pada waktu pagi… Saya berusaha untuk tetap melakukannya bahkan pada hari-hari yang membosankan”.

Leo Tolstoy

Leo Tolstoy adalah penulis legendaris asal Rusia, ahli fiksi realistis dan salah satu novelis terhebat di dunia yang pernah ada. Terkenal karena karyanya, War and Peace. Tolstoy termasuk barisan penulis pagi hari. Ia membuka pagi dengan sarapan dua butir telur rebus. Setelah itu dia mulai menulis di ruang kerja yang tertutup hingga pukul lima sore.

Mark Twain

Mark Twain adalah novelis dan jurnalis terkenal di dunia. Karya monumentalnya adalah The Adventures of Tom Sawyer (1876) dan Adventures of Huckleberry Finn (1885). Ia memiliki rutinitas menulis di pagi hari. Ia pergi ke ruang belajar di pagi hari setelah sarapan. Di ruang ini ia menulis sampai tiba waktu makan malam sekitar pukul 5:00 sore.

Alice Munro

Alice Munro adalah penulis cerita pendek asal Kanada yang memenangkan hadiah Nobel. Ia menulis pada waktu pagi hari, sekitar pukul delapan pagi. “Saya menulis setiap pagi, tujuh hari sepekan. Saya menulis mulai sekitar pukul delapan dan selesai sekitar pukul sebelas”.

Charles Dickens

Charles Dickens adalah novelis Inggris yang menulis A Christmas Carol dan A Tale of Two Cities. Ia menulis di pagi hari. Dickens bangun pukul 7.00, sarapan pukul 8.00, dan berada di ruang kerjanya untuk menulis pukul 9.00. Ia menulis sampai pukul 2.00 siang.

Maya Angelou

Maya Angelou adalah penulis tujuh seri autobiografi dan semuanya best seller. I Know Why the Caged Bird Sings (1970) menggambarkan kehidupan Angelou hingga usia 16 tahun. Buku The Heart of A Woman (1981) menunjukkan Angelou yang dewasa menjadi lebih nyaman dengan kreativitas dan kesuksesannya.

“Saya menyewa kamar hotel selama beberapa bulan (untuk menulis buku). Saya meninggalkan rumah saya pada pukul enam, dan mulai menulis pada pukul enam tiga puluh,” ujar Angelou.

Masih Kurang Yakin?

Mulai tahun 2022 ini, cobalah menulis di pagi hari, dan rasakan sensasinya. Anda akan menemukan energi dan inspirasi yang lancar mengalir bersama datangnya pagi. Sangat banyak hal muncul di pikiran dan perasaan Anda di pagi hari. Segera tuliskan.

Anda masih kurang yakin dengan kemanfaatan menulis di pagi hari? Berikut beberapa link tulisan menarik, tentang alasan mengapa menulis di pagi hari. Simak yang Anda perlukan saja.

.

Catatan

Naskah ini telah tayang di Kompasiana tanggal 31 Desember 2021.

Link :

https://www.kompasiana.com/pakcah/61cee4ee4b660d243343c6d2/resolusi-2022-rutin-menulis-di-pagi-hari

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.