Reuni Akbar 212 dan Family Gathering Yang Luar Biasa

Reuni Akbar 212 dan Family Gathering Yang Luar Biasa

 

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Family gathering atau kegiatan keluarga sangat penting untuk membangun kebersamaan, kehangatan, dan kenyamanan dalam rumah tangga. Suami dan istri bisa semakin dekat, orang tua dengan anak menjadi tidak berjarak, interaksi antar anak juga semakin akrab dan hangat. Mereka bisa berdiskusi, mengobrol, bercerita, bercanda, sembari beraktivitas bersama yang mengasyikkan. Suasana seperti ini sangat berkesan pada anak-anak, dan membuat mereka menjadi semakin menghargai makna keluarga.

Kegiatan family gathering bisa dilakukan di rumah saja, bisa pula di luar rumah. Acara Reuni Akbar 212 di sekitar Tugu Monas Jakarta hari Ahad 2 Desember 2018 kemaren, telah menjadi salah satu sarana family gathering yang dimanfaatkan oleh banyak keluarga dari berbagai daerah di Indonesia. Suami, istri dan anak-anak bersama-sama hadir dan mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan Reuni Akbar 212 dengan khusyuk namun santai. Mereka datang bukan hanya dari Jakarta, bahkan dari berbagai daerah yang sangat jauh dari ibu kota.

Ada keluarga yang datang dari berbagai kabupaten di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTB, Maluku bahkan Papua. Dengan biaya sendiri, mereka hadir ke Jakarta untuk menikmati suasana Reuni Akbar 212 yang benar-benar menggetarkan jiwa. Suasana kebersamaan antar elemen ummat Islam yang terasa sangat kuat. Bahkan hadir pula beberapa kalangan nonmuslim mengikuti acara tersebut karena ingin mengetahui dan merasakan sendiri apa yang ada dalam Reuni Akbar tersebut.

Bagi masyarakat yang ikut serta bersama keluarga, ada banyak nilai penting acara Reuni Akbar 212 bagi upaya membangun keharmonisan keluarga.

  1. Kebersamaan dengan Keluarga

Kehadiran suami, istri dan anak-anak dalam acara Reuni Akbar 212, adalah sebuah kebersamaan yang penting untuk menguatkan keharmonisan keluarga. Mereka bersiap dari rumah, berangkat bersama, berjalan kaki dari tempat parkir kendaraan menuju lokasi Reuni, dan mengikuti seluruh rangkaian acara, adalah kebersamaan yang sangat menghangatkan suasana keluarga. Mereka sarapan agi bareng di sekitar lokasi acara, dan makan siang bareng di tempat yang berbeda. Benar-benar membangun suasana kebersamaan dalam keluarga.

  1. Kebersamaan dengan Ulama dan Umat Islam

Bukan hanya bersama keluarga, yang lebih dahsyat lagi adalah kebersamaan dengan para ulama dan umat Islam yang jutaan jumlahnya. Tak ada yang mengerti dengan pasti, berapa jumlah peserta acara Reuni Akbar 212 itu, namun rekaman media menunjukkan kepadatan massa dan luasnya area yang dipadati oleh peserta. Sebuah kebersamaan yang mengagumkan, dan bisa dirasakan oleh semua yang hadir. Inilah persatuan dan kesatuan umat Islam yang ditunjukkan dengan nyata melalui acara ini. Sangat penting bagi semua anggota keluarga untuk menyaksikan dan merasakan langsung kebersamaan yang sangat indah ini.

reuni akbar 212

  1. Menikmati Keragaman

Umat Islam di Indonesia yang mayoritas, adalah wajah yang beragam dari berbagai sisinya. Bukan hanya karena berasal dari suku yang berbeda-beda, dengan bahasa daerah dan kearifan lokal yang berbeda, namun juga pilihan ‘keberpihakan’ yang tidak sama. Mereka yang hadir dalam acara Reuni Akbar, berasal dari induk ormas yang beragam, berafiliasi kepada aneka jenis parpol, memiliki keragaman harakah dakwah, memiliki pilihan capres – cawapres 2019 yang berbeda pula. Namun mereka bisa bersama-sama hadir dalam Reuni Akbar ini. Semua anggota keluarga bisa menghayati keragaman, dan membuat bisa saling menghormati perbedaan di tengah-tengah ummat.

  1. Suasana Ruhiyah atau Spiritual

Acara Reuni Akbar yang diawali dengan shalat malam dan dzikir di area sekitar Monas, adalah sebuah acara yang penuh dengan nuansa spiritual. Kebersamaan untuk melaksanakan ibadah malam, sejak jam tiga dini hari, berlanjut dengan shalat Subuh berjama’ah, shalawat, dzikir, doa, memberikan kekuatan dan kekentalah spiritual yang sangat bermakna. Belum lagi parade tausiyah dari banyak tokoh agama dan tokoh bangsa, semakin memberikan penguatan spiritual bagi semua anggota keluarga.

  1. Pendidikan Politik bagi Keluarga

Sangat banyak suara miring tentang acara Reuni Akbar 212 ini dari berbagai kelompok masyarakat —bahkan dari Pemerintah. Mereka menuduh acara Reuni Akbar 212 dipolitisasi oleh kelompok tertentu untuk kepentingan politik tertentu. Nah, mengajak keluarga hadir dalam acara Reuni Akbar 212, akan membuat mereka menyaksikan dan merasakan secara langsung, bahwa acara tersebut adalah benar-benar sebuah kebersamaan antar elemen ummat Islam yang sangat beragam. Berbagai tuduhan dan kekhawatiran yang dilontarkan banyak pihak, menjadi terbantahkan apabila hadir langsung dan menyaksikan langsung peristiwanya, bukan hanya dari media.

  1. Memberikan Identitas

Hadir bersama keluarga pada acara Reuni Akbar 212, telah memberikan sebuah identitas. Bahwa kami adalah keluarga yang peduli nasib bangsa dan negara, bahwa kami adalah keluarga yang menjadi bagian dari persatuan Indonesia, bahwa kami adalah keluarga yang cinta Islam, cinta ulama, cinta bangsa dan negara. Bahwa kami adalah keluarga yang menjaga persatuan Indonesia, merawat kebhinnekaan bangsa, dan siap menjaga NKRI. DImana posisi kita, akan tampak pada sikap kita terhadap Reuni Akbar 212 ini.

  1. Silaturahim Akbar

Silaturahim adalah salah satu ajaran Islam yang sangat penting untuk merajut keberkahan dan kebersamaan. Dalam acara Reuni Akbar 212 terdapat momentum silaturahim antar elemen bangsa. Bertemulah kita dengan teman lama, bertemu dengan kerabat jauh, bertemu dengan teman-teman sekolah atau kuliah yang sudah lama berpisah, bertemu pula dengan banyak tokoh nasional. Ini adalah momentum untuk membangun tradisi silaturahim yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Mengajak keluarga untuk silaturahim akbar, adalah hal penting untuk menjadikan keluarga sebagai bagian dari komponen umat.

  1. Ketemu Calon Menantu, Ketemu Calon Jodoh

Jangan mencari jodoh di tempat maksiat. Jangan mencari calon menantu di comberan. Carilah di tempat yang penuh keberkahan. Tak seorang pun tahu siapa jodohnya dan dimana ketemu jodohnya. Jika ketemu jodoh saat bersama-sama mengikuti Reuni Akbar 212, di tengah tausiyah ulama dan pemimpin bangsa, setelah melewati dzikir, shalawat dan doa bersama, sungguh keren. Saat kelak kamu ketemu jodoh, tanyakan : apakah kamu ikut Aksi Damai 212 di tahun 2016? Apakah kamu ikut acara Reuni Akbar 212 di tahun 2018? Jika tidak ikut, tanyakan alasannya, mengapa tidak ikut? Jawabannya bisa menjadi pertimbangan bagimu, apakah akan meneruskan proses perjodohan dengannya, atau mencari yang lain saja.

 

 

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan