Say It with Flower

Say It with Flower

Oleh : Sari Widiastuti, Peserta Kelas Emak Punya Karya (EPK) Batch 1 / 2020

 

Say It with flower ! Every flowers tell story –Anonymous

 

 

 

Ada berbagai cara untuk mengungkapkan perasaannya. Ada yang memilih untuk mengungkapkan perasaannya lewat tulisan. Ada juga yang mengungkapkan perasaannya lewat gambar atau foto. Seperti seorang penulis yang menuliskan buku atau seorang fotografer yang sedang menggambil gambar.

Lalu bagaimana kah dengan seseorang yang kesulitan mengungkapkan perasaannya?

Say It with flower ! Every flowers tell story.

Bunga bisa mewakili perasaan yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata. Bunga bisa mewakili perasaan senang dan sedih. Bunga dapat juga bermakna perhatian kita pada seseorang. Bunga juga kadang diberikan saat momen-momen tertentu sebagai hadiah.

Coba googling kutipan “Say It with Flower”, maka yang akan muncul adalah kebanyakan iklan-iklan toko bunga. Tapi sedikit yang menjelaskan tentang artinya.

Say It with Flower. Katakan dengan Bunga. Apa sebegitu susahnya ya mengungkapkan perasaan, sampai-sampai melibatkan bunga ? Nah, bunga itu dapat dimanfaatkan untuk mengungkapkan perasaan yang tidak mampu diucapkan lewat kat-kata.

Kalau aku hitung, baru satu kali, aku mendapatkan bunga, yaitu di hari pernikahanku.

Suamiku bukan termasuk golongan orang yang romantis. Lagian gengsi aku kalau minta diberi bunga. Jadi, bagaimana kalau aku yang memberi bunga duluan ? Sekali-kali gantian aku yang kasih surprise.

Hari itu, aku masih ingat, kalau hari tersebut bukan hari yang spesial. Ya sama seperti hari-hari biasa  lainnya. Pagi-pagi setelah suami , berangkat menuju ke tempat kerjanya, mulailah aku bereksperimen di dapur. Jadi, aku mau buat puding coklat kemudian ditata di atas meja. Sebetulnya idenya cukup sederhana, jadi aku mau set meja, jadi table buat dinner ala-ala…

Aku panaskan air dan mulai memasukkan bubuk agar-agarnya. Setelah mendidih, aku angkat dan tuang ke cangkir. Setelah agar-agarnya dingin, aku masukkan ke kulkas, agar mengeras.

“Bunda buat apa sih?” jagoan kecilku bertanya keheranan melihat bundanya sibuk di dapur.

“Bunda masak puding buat Ayah.” aku menjawab.

“Boleh dicicip, Nda ?” pintanya. “Boleh, tapi nanti sore ya, sama-sama maemnya.” jawabku.

Kegalauan mulai melanda, setelah menyelesaikan puding coklatnya.  Dimana ya beli bunga segar yang bisa minta diantar hari ini. Aku segera googling di beberapa toko bunga online. Rata-rata toko bunga menjual dalam bentuk buket, tidak dalam bentuk satuan.

Akhirnya setelah lama mencari, akhirnya aku temukan juga toko bunga yang menjual dalam bunga dalam bentuk satuan. Dan harganya masih masuk budgetku.

Yang ready di toko bunga itu  ternyata bunga mawar. Ya aku putuskan membeli bunga mawar saja.

“Mawarnya mau warna apa dan berapa batang ya?” kata Mbak pemilik toko bunganya ramah.

Haduh, Mbak. Beli bunga saja ini baru pertama kalinya. Apalagi pilih warna. Memangnya mawar itu ada berapa warna ya?

Aku memberanikan diri bertanya sok-sok pede ,” Ada warna apa saja Mbak?”

“Ada merah, putih, pink terang dan pink soft.” Mbaknya menjawab.

Haduh sepertinya warna pink untuk anak muda deh.

“Merah, mbak.” aku menjawab.

“Mau diambil jam berapa ?” Mbaknya kembali bertanya.

“InsyaAlloh jam 4 ya.” aku menyahut.

“Baik… jam pengambilan jam 4-5 sore ya, Mba. Jangan kecepatan karena bunga baru dipotong batang dekat waktu pengambilan. Potong setiap hari 1 cm dan wadahnya juga dibersihkan.” mbaknya memberi penjelasan.

Ternyata supaya tetap segar bunga perlu dipotong batangnya 1 cm setiap hari. Pengetahuan baru ini, supaya bunganya tetap awet segarnya.

Sorenya, bunga mawar sudah mendarat di rumah. Mulailah aku memasang taplak meja, bunga diatas jar dan meletakkan puding diatas meja.

Tiba tiba terdengar suara motor masuk ke halaman rumah.

Anakku berseru, “ Ayah pulang.”

Pintu dibuka, kami berseru… “Surprise….”

“Lho ini habis ada acara apa? Kok ada bunga segala.” suamiku bertanya.

“Ga ada acara apa-apa. Cuma mau bikin surprise aja pakai bunga. Dengan hadiahnya adalah  puding. Ayo dihabiskan.” kataku bersemangat.

Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai. Say It with Flower!

 

#challenge EPK

#jatuhcinta

#launchingCDC

#idanurlaila

#cahyaditakariawan

 

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan