SHALAT ADALAH KESENANGAN JIWA

SHALAT ADALAH KESENANGAN JIWA

Kuliah Ramadhan Hari Kedua

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

Shalat adalah tiangnya agama. Telah masyhur diriwayatkan, bahwa Nabi Saw bersabda, “Shalat adalah tiang agama, barangsiapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agamanya dan barangsiapa yang merobohkannya, berarti ia telah merobohkan agamanya”.

Rupanya derajat hadits ini dipersilisihkan di kalangan para ulama. Imam an Nawawi berkata, “hadis ini bathil” (Al-Maqashid : 1/144, dan Kasyful Khafa’ : 1621). Namun ada hadits sahih yang semakna, yang menjelaskan bahwa “shalat adalah tiang agama”, sebagai  berikut :

رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

“Islam adalah pokok segala urusan, tiangnya adalah shalat, sedangkan puncaknya adalah jihad.” HR. An Nasa-i, Abdurrazaq dan yang lain. Syaikh al Albani mengatakan, hadits ini sahih.

Sebagai tiang, maka shalat memiliki kedudukan sangat penting dalam keberagamaan seseorang. Bisakah kita bayangkan sebuah bangunan tanpa tiang penyangga? Tentu tidak akan bisa tegak bangunan tersebut. Maka keislaman kita, bisa tegak karena shalat. Tidak akan ada bangunan Islam dalam diri kita, apabila kita tidak menegakkan shalat. Kita shalat, karena kita muslim. Jika tidak shalat, bagaimana bisa dikatakan sebagai muslim?

Sebagai muslim, kita bukan sekedar menegakkan shalat, namun Nabi Saw mencontohkan menjadikan shalat sebagai kesenangan hati. Maka, hendaknya shalat tidak menjadi beban yang memberatkan, justru shalat harus menjadi kesenangan hati kita sebagai muslim.

Dari Anas Ra, Nabi Saw bersabda, “Dan dijadikan kesenangan hatiku terletak di dalam shalat”. Hadits Riwayat Imam Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim, Al-Baihaqi. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ish Shaghir, no. 3124.

Karena shalat adalah kesenangan hati, maka Nabi Saw meminta agar diistirahatkan dari berbagai kegiatan dunia, dengan shalat.

Nabi Saw bersabda, “Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat”. HR. Ahmad dan Abu Dawud. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ish Shaghir, no. 7892.

Setiap hari kita telah disibukkan dengan berbagai urusan dunia. Rasa-rasanya, urusan dunia tidak akan ada habisnya apabila dituruti. Semua urusan dunia itu bisa menggerus kelekatan kita dengan Allah. Maka, kita istirahatkan urusan duniawi kita dengan kenikmatan shalat.

Apakah kita telah merasakan kesenangan dalam shalat? Selamat menunaikan ibadah shalat di bulan Ramadhan, semoga menjadi amalan yang berlipat pahala kebaiikannya. Selain memperbanyak shalat, jangan lupa, perbanyak pula sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah.

 

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan