Social Distancing adalah Strategi Cerdas Amru bin ‘Ash

Social Distancing adalah Strategi Cerdas Amru bin ‘Ash

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

Negeri Syam tengah dilanda wabah penyakit yang mematikan. Hampir setengah warga Syam meninggal dunia karena wabah tersebut.

Dua pemimpin telah syahid, meninggal dunia terkena wabah penyakit. Mereka adalah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah dan Muadz bin Jabal. Kini kepemimpinan di Syam dilimpahkan kepada Amru bin Al-Ash ra.

Ketika menjadi pemimpin, dengan cepat, cerdas dan tegas Amru bin Ash menyatakan kepada rakyatnya,

أيها الناس! إن هذا الوجع إذا وقع فإنما يشتعل اشتعال النار فتحصّنوا منه في الجبال

“Wahai manusia, sesungguhnya wabah penyakit ini seperti api, maka berpencarlah kalian dengan tinggal di gunung-gunung.”

Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Badzal Ma’un.

Apa yang dilakukan oleh sahabat Amru bin ‘Ash ini setara dengan apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab, saat beliau memutuskan untuk membatalkan kedatangan di Syam lantaran tengah ada wabah penyakit. Mereka —para sahabat Nabi mulia ini— tengah melakukan kewajiban al-akhdzu bil-asbab, yaitu mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah menyebarnya wabah penyakit.

Al-akhdzu bil-asbab adalah salah satu kewajiban orang beriman. Tawakkal, berserah diri kepada Allah, serta berlindung sepenuhnya kepada Allah, adalah kewajiban. Namun harus disertai dengan tindakan yang tepat.

Amru bin ‘Ash mengambil strategi social distancing atau physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran wabah. Sebuah strategi yang brillian dan cerdas. Sebuah pengambilan kebijakan yang tepat.

Kita dilarang melakukan tindakan yang bisa membinasakan diri sendiri dan mencelakakan orang lain. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An-Nisa’: 29).

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al-Baqarah: 195).

Nabi saw telah memberikan pijakan yang kuat untuk melakukan tindakan yang tepat, dengan sabda beliau,

لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ

“Tidak boleh memberi mudharat pada orang lain, tidak boleh pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad-Daruquthni 3/77, Al-Baihaqi 6/69, Al-Hakim 2/66).

Mari terapkan strategi Amru bin ‘Ash. Lakukan social distancing atau physical distancing. Bukan berpencaran ke gunung-gunung, namun cukup “stay at home” saja.

 

 

 

 

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan