Kembali
Motivasi Menulis

Spirit Menulis dari Tokoh Dunia – 9

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Even if you can’t point to these needless words, you’ll know they’re there, because they make writing feel loopy, slack, and unpolished” –Sean Glatch, 2020.

.

Pada postingan sebelumnya, telah saya sampaikan pelajaran dari Anton Chekov dan Fyodor Dostoevsky. Keduanya memiliki kesamaan dalam memahami seni memotong tulisan. Bahwa aktivitas menulis tidak hanya terkait dengan kemampuan menuangkan ide ke dalam tulisan, namun juga kemampuan untuk memotong tulisan.

Sastrawan Rusia Anton Chekhov bahkan menyatakan, “Seni menulis adalah seni memotong.” Seorang penulis yang tidak mengetahui bagian mana yang harus dipotong, menandakan tidak memiliki karya berkualitas.

Letak kualitas tulisan bukanlah pada ukuran panjang atau pendeknya. Rupa-rupanya banyak sastrawan yang justru memberikan penghargaan kepada kemampuan dankeberanian untuk memotong tulisan.

Fyodor Dostoevsky, sastrawan terkemuka Rusia menyatakan, “Kemampuan terbesar seorang penulis adalah mampu mencoret. Orang yang tahu bagaimana melakukan itu akan bisa berkembang. Semua penulis hebat menulis dengan sangat singkat. Dan yang paling penting –jangan menulis hal-hal yang telah diketahui oleh semua orang.”

Tulisan Ringkas, Tidak Mubazir

“Vigorous writing is concise. A sentence should contain no unnecessary words, a paragraph no unnecessary sentences, for the same reason that a drawing should have no unnecessary lines and a machine no unnecessary parts” –Sean Glatch, 2020.

Dalam dunia medsos, kita mengenal twitter yang menerapkan tulisan pendek dan ringkas untuk setiap satu twit. Kita hanya diberi space 280 karakter saja dalam setiap cuitan. Twitter melatih kita untuk meringkas pesan, menjadi ringkas dan efektif. Ternyata tidak mudah membuat tulisan ringkas, bagi yang sudah terbiasa menulis panjang.

Jika pesan Anda cukup ditulis dalam 100 kata, mengapa Anda harus membuat menjadi 1.000 kata? Untuk tujuan apa? Ini harus sangat jelas pada penulis, agar memilih kata-kata secara efektif dan membuat kalimat secara efektif. Ternyata begitu Anda berhasil membuat tulisan yang ringkas, justru menjadi tulisan yang padat dan kuat. Istilahnya –semuanya daging.

“The opposite of concise writing is not long writing; it is wasteful writing” –Sean Glatch, 2020.

Sean Glatch menyatakan, “Tulisan yang kuat itu ringkas. Sebuah kalimat tidak boleh mengandung kata-kata yang tidak perlu, paragraf tidak boleh mengandung kalimat yang tidak perlu. Untuk alasan yang sama bahwa gambar tidak boleh memiliki garis yang tidak perlu dan mesin tidak boleh memiliki bagian yang tidak perlu”.

“Ini tidak mengharuskan penulis untuk membuat semua kalimatnya pendek, atau bahwa ia menghindari semua detail dan memperlakukan subjeknya hanya secara garis besar, tetapi setiap kata harus memiliki kegunaannya”, lanjut Glatch.

Maka semua kembali kepada tujuan penulisan Anda. Untuk apa dan kapan Anda harus menulis ringkas, untuk apa dan kapan Anda bisa menulis panjang lebar tanpa batas. Namun seberapapun panjang atau pendek tulisan Anda, tetap harus mengerti bagian yang tidak diperlukan.

Secara teknis Glatch menyatakan, “Concise writing is writing that has trimmed excess”. Tulisan ringkas adalah tulisan yang telah dipangkas kelebihannya. Jadi, yang menimbulkan masalah sehingga harus dipotong adalah bagian yang ‘kelebihan’ –yaitu tidak diperlukan.

“The key phrase here is ‘needless words’. These are words that muddy your writing: they distract the reader from central ideas, fail to carry their weight in meaning or impact, or cloud the reader’s picture of the world you are building” –Sean Glatch, 2020.

Sekali lagi, bukan soal panjang atau pendek tulisan. Frasa kunci yang harus dipahami adalah “yang tidak diperlukan.” Sebab kata-kata maupun kalimat yang tidak diperlukan akan cenderung memperkeruh tulisan Anda. “Kebalikan dari menulis ringkas bukanlah menulis panjang; tapi tulisan mubazir”, ujar Glatch.

Menurut Glatch, kata-kata dan kalimat yang tidak diperlukan akan “mengalihkan pembaca dari ide-ide sentral, gagal membawa bobot makna atau dampak, atau mengaburkan gambaran pembaca tentang dunia yang sedang Anda bangun”.

“Bahkan jika Anda tidak dapat menunjukkan kata-kata yang tidak perlu ini, Anda akan tahu bahwa kata-kata itu ada di dalam tulisan Anda, karena membuat tulisan terasa berputar-putar, lemah, dan tidak rapi”, lanjut Glatch.

Gunakan Kata yang Anda Pahami Artinya

“Use words you fully understand. First-time writers sometimes rely too heavily on a thesaurus, using it to find big words that may sound sophisticated but that may not be precise synonyms for the simple words they’re replacing” –MasterClass, 2021.

Salah satu cara membuat tulisan yang ringkas dan padat adalah menggunakan kata-kata yang Anda pahami maknanya. Terkadang ada penulis yang ingin tampil keren dengan menggunakan istilah-istilah ‘sulit’. Jika istilah itu ia memang memahami maknanya, problem ada di pembaca –yang sangat mungkin tidak mengerti maksudnya. Namun jika si penulis juga tidak benar-benar memahami maknanya, problem ada di penulis.

Blog Masterclass memberikan saran yang simpatik, “Gunakan kata-kata yang Anda pahami sepenuhnya”. Jangan hanya sekedar ingin tampak keren, atau tampak ilmiah, akademik ataupun berkelas. Apa artinya tampak hebat namun pembaca tak mengerti maksudnya?

“Penulis pemula terkadang terlalu mengandalkan tesaurus, menggunakannya untuk menemukan kata-kata yang mungkin terdengar canggih. Tetapi bisa jadi itu mungkin bukan sinonim yang tepat untuk kata-kata sederhana yang mereka ganti. Pembaca yang cerdas akan melihat sinonim palsu ini” (Masterclass, 2021).

Maka berhati-hatilah memilih kata. Karena, “Satu kata dapat mengubah seluruh kalimat jika digunakan secara tidak benar. Jadi meskipun tidak ada salahnya menggunakan kosa kata canggih, selalu utamakan kejelasan dan ketepatan” (Masterclass, 2021).

Bahan Bacaan

MasterClass, 7 Tips for Clear and Concise Writing, https://www.masterclass.com, 23 Agustus 2021

Sean Glatch, Concise Writing: How to Omit Needless Words, https://writers.com, 19 November 2020 

The Nature of Writing, How To Write More Concisely, https://natureofwriting.com, diakses 15 Januari 2022

Yulia Shamporova, How to Start Your Writing Career, Advice From the Greats of Russian Literature, https://www.rbth.com, 13 Maret 2018

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.