Kembali
Habit Menulis

Tega dan Tegas, Dua Kunci Menjadi Penulis Produktif

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

“Anda harus memilih rumah yang bersih dan cerpen yang rampung. Pilihannya ada pada Anda. Saya rasa Anda akan membuat pilihan yang tepat” — Carmel Bird, 2001

.

Sangat banyak daftar keinginan dalam hidup kita. “Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali”, ungkap Nobita.

Ingin memiliki banyak karya tulis yang patut menjadi buku, ingin rumah yang selalu bersih dan rapi, ingin menanam bunga dalam pot dan menyiraminya setiap pagi, ingin gowes bersama teman-teman komunitas setiap sore, ingin belajar memasak, ingin start up bisnis online, dan lain sebagainya. Sangat banyak daftar keinginan.

Oke saja, tidak masalah. Karena itu bagian dari hal yang membuat kehidupan menjadi berwarna-warni dan tidak membosankan. Hidup yang dinamis dan menggairahkan. Tidak membosankan.

Oleh karena sangat banyak keinginan yang hendak Anda lakukan dan Anda dapatkan, maka sangat penting untuk menetapkan target waktu dalam menulis. Mengapa demikian? Supaya masih banyak waktu untuk hal-hal lain yang ingin Anda lakukan, dan supaya terukur.

Memilih Waktu

Masing-masing kita memiliki keluangan waktu yang berbeda-beda. Untuk itu, hendaknya pandai memilih waktu yang tepat untuk menulis, setiap hari. Ya, setiap hari. Saya tidak bergurau.

Mungkin Anda hanya memiliki waktu 30 menit setiap hari, namun menulislah dalam 30 menit tersebut. Setiap hari, Anda menulis selama 30 menit. Jika setiap hari Anda lakukan, Anda telah memiliki kebiasaan Stephen King. Tiap hari ia menulis 30 menit, di waktu yang selalu sama, di tempat yang selalu sama.

Ini yang maksud, menulis dengan taget waktu. Jika Anda konsisten dengan jadwal waktu menulis, Anda telah menjadi penulis. Karena syarat menjadi penulis hanya satu, yaitu rutin menulis.

Target Waktu

Saat Anda hendak menyelesaikan sebuah tulisan –mungkin cerpen, artikel, atau menulis kisah, Anda bisa menetapkan terget waktu. Berapa lama waktu untuk menyelesaikan satu artikel tersebut. Bikin deadline untuk diri Anda sendiri.

Demikian pula jika Anda ingin menyusun sebuah buku. Mungkin buku novel, kumpulan cerpen, atau buku ilmiah populer, Anda perlu membuat target waktu. Salah satu contohnya adalah program yang saya canangkan, Seratus Hari Satu Buku (SHSB).

Dalam program SHSB, setiap hari Anda harus menulis sebanyak seribu karakter di pagi hari, dan seribu karakter di sore hari. Tulisan itu Anda posting di media sosial Anda masing-masing. Rutin selama seratus hari.

Jika Anda konsisten melakukannya, maka dalam seratus hari, Anda memiliki naskah sebanyak duaratus ribu karakter. Itu sudah cukup membuat satu buku setebal 200 halaman isi. Keren kan.

Jika Anda sudah terbiasa menulis setiap hari, seribu karakter itu bisa Anda buat dalam waktu sepuluh sampai limabelas menit saja. Jika Anda baru belajar, mungkin perlu 30 menit. Nah, 30 menit pagi hari dan 30 menit sore atau malam hari, tetapi rutin selama seratus hari, membuat Anda bisa menghasilkan karya tulis yang layak dibukukan.

Dengan target waktu yang jelas — misalnya seratus hari, dengan rincian 30 menit pagi hari dan 30 menit malam hari, maka masih sangat banyak waktu Anda untuk hal-hal lainnya. Menulis sama sekali tidak menghambat berbagai macam hobi serta keinginan dan cita-cita besar Anda.

Tega dan Tegas

Carmel Bird menuliskan, “Anda harus memilih rumah yang bersih dan cerpen yang rampung. Pilihannya ada pada Anda. Saya rasa Anda akan membuat pilihan yang tepat”.

Jika Anda telah menetapkan waktu, misalnya 05.00 – 05.30 di pagi hari dan 21.00 – 21.30 di malam hari, yang harus Anda lakukan adalah tega dan tegas. Tega, bawa dalam 30 menit waktu Anda di pagi hari dan 30 menit waktu di malam hari tersebut, mungkin saja Anda menjumpai rumah dalam keadaan berantakan dan tidak bersih.

Biarkan saja cucian piring menumpuk di dapur. Biarkan saja ruang keluarga masih berantakan belum dirapikan. Biarkan saja belum sempat memasak untuk sarapan. Anda harus tega. Atau, Anda tak akan pernah menulis selamanya.

Semua hal tadi —mencuci piring, merapikan ruang, memasak—bisa Anda lakukan sebelum dan setelah waktu menulis. Jadikan waktu yang telah Anda tetapkan untuk menulis tersebut sebagai waktu ritual, yang Anda hargai dan Anda hormati sendiri.

Selain tega, Anda juga harus tegas. Bahwa pada waktu tersebut Anda menolak melakukan aktivitas lain —selain menulis. Anda boleh membuka chat whatsapp, Anda boleh menelpon dan menerima telpon, Anda boleh mengobrol dan menerima tamu —sebelum dan setelah waktu menulis. Anda harus tegas, atau Anda tak akan pernah menulis sama sekali.

Tidak tega dan tidak tegas adalah dua penyakit Anda, yang membuat Anda tidak pernah menulis –dengan alasan tidak memiliki waktu. Padahal Anda sudah menetapkan waktu, hanya saja tidak tega dan tidak tegas.

Dampak dari tidak tega dan tidak tegas, sangatlah merusak jiwa kepenulisan Anda. Menulis selalu Anda kalahkan dengan hal-hal lain, atas nama tidak tega. Maka selamanya, Anda tidak pernah memiliki karya tulis. Meskipun ikut sangat banyak kelas menulis.

Maka tega dan tegaslah. Anda akan menjadi penulis produktif.

.

Bahan Bacaan

Carmel Bird, Menulis dengan Emosi, Kaifa, Bandung, 2001

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.