Vitamin Ayah

Oleh: ummu rochimah

“Bu, malam ini mau mabit sama teman-teman Rohis, boleh ngga?”

“Dalam rangka apa mabit? Mabit di mana? Sama siapa saja?” Pertanyaan khas seorang emak kayak petasan cabe rawit.

“Bla..bla…blaa…” jawab sang anak.

“Oke, intinya selama bukan untuk maksiat, ibu izinin. Tapi, mas ngomong dan tanyakan ke ayah.”

Biasa seperti itu yang coba kami hadirkan dalam keluarga. Aktivitas dan kegiatan apa pun yang akan dilakukan anak-anak akan  selalu kami dorong untuk membaginya kepada ayah dan ibu.
.
.

Beberapa kali menghadiri pertemuan orang tua murid dengan guru di sekolah, seringkali mendapati 80% yang hadir adalah kaum ibu. Ketika ditanyakan, “ke mana suami mereka?” jawabannya, :”suami sibuk bekerja”. Namun, ketika pertemuan diadakan di hari libur, ternyata yang hadir masih dominan ibu-ibu.

Ini fenomena yang umum terjadi saat ini, hanya sebuah contoh tentang adanya pemahaman bahwa tugas mendidik dan mengasuh anak adalah tanggung jawab seorang ibu.

Padahal, jika dikembalikan kepada ajaran agama Islam, bahwa pendidikan dan pengasuhan anak adalah tanggung jawab dan kewajiban bersama antara ayah dan ibu. Keduanya memiliki beban tanggung jawab yang seimbang dalam mendidik dan mengasuh anak, karena anak memerlukan sentuhan pendidikan, pembinaan, pengasuhan dari kedua orang tua.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Sarah binti Halil bin Dakhilallah Al Muthiri yang berjudul _”Hiwar Al Aba’ Ma’a Al Abna Fil Qur’anil Karim wa Tathbiquha At Tarbawiyah”_ atau Dialog Orang Tua dengan Anak dalam Al Quran Karim dan Aplikasinya dalam Pendidikan menyebutkan bahwa Al Qura’n memuat dialog orang tua dengan ada sebanyak 17 tempat  yang tersebar di 9 surat, dialog ayah dengan anak sebanyak 14 tempat; dialog ibu dengan anak sebanyak 2 tempat, dan dialog kedua orang tua dengan anak (tanpa nama) sebanyak 1 tempat.

Dialog ayah dengan anak memiliki porsi paling banyak. Hal ini memberi motivasi tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Al Quran memuat dialog ayah dengan anak jauh lebih banyak dibanding dengan dialog antara ibu-anak. Ini menandakan bahwa pengasuhan dan pendidikan anak bukan hanya urusan ibu. Namun harus ada peran seimbang dari kedua orang tuanya.

Seorang ayah, seberapa pun sibuknya dalam mencari nafkah harus menyempatkan diri untuk berdialog dengan anak-anak, karena ini adalah bagian penting dalam proses pendidikan dan pengasuhan anak. Ayah tidak boleh begitu saja menyerahkan sepenuhnya semua komunikasi dengan anak hanya kepada ibu. Pendidikan anak harus menjadi tanggung jawab bersama kedua orang tua -ayah dan ibu-, karena anak butuh sosok keduanya. Keseimbangan peran ayah dan ibu dalam proses pendidikan dan pegasuhan anak akan memberi andil yang besar bagi keberhasilan pendidikan anak.

Legenda dan simbol pendidikan anak yang diabadikan dalam Al Quran  juga adalah sosok seorang ayah yaitu Luqman Al Hakim. Sampai dijadikan nama sebuah surat dalam Al Quran. Beliau adalah seorang salih yang dikisahkan metode pendidikan anak dan menjadi pelajaran penting bagi semua umat manusia beriman. _The legend is Luqman, bukan istrinya._ Ini menandakan peran ayah sangat penting dalam mendidik anak.

Ciptakan kolaborasi sinergi positif dan konstruktif antara ayah dan ibu dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Happy sunday ayah ibu hebat…

www.gudangilmu.sdi.id

Ummu Rochimah

Tinggalkan Balasan