WAJIB MENAFKAHI BINATANG PIARAAN

WAJIB MENAFKAHI BINATANG PIARAAN

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

Salah satu pelengkap keindahan rumah tangga adalah binatang piaraan. Ada keluarga yang memelihara binatang dengan tujuan perdagangan serta bisnis, namun ada pula yang memelihara dengan tujuan kesenangan serta hobi. Tidak masalah rumah tangga muslim memelihara binatang piaraan, karena hal itu termasuk fitrah kesenangan yang dibolehkan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Baqarah :29).

Imam Ath Thabari rahimahullah berkata, “Allah mengabarkan bahwa Dia Azza wa Jalla telah menciptakan untuk manusia segala sesuatu yang ada di muka bumi, karena bumi dan segala isinya terdapat manfaat bagi bani Adam”.

Namun, jika anda memelihara binatang piaraan, seperti kucing, kambing, domba, sapi, burung dan lain sebagainya, wajib bagi anda untuk mengurus dan menafkahi mereka. Tidak boleh menyia-nyiakan dan mentelantarkan binatang piaraan.

Dalam kitab Mukhtashar Ikhtilaf al-Ulama’ dinyatakan, “Jika seseorang memelihara binatang, maka wajib baginya untuk menafkahinya berupa member makanan yang layak, minuman jika dibutuhkan, merawat  serta menjaganya dengan baik. Hal ini telah disepakati oleh para fuqaha’.

Kewajiban ini didasarkan pada hadits, bahwa Nabi Saw telah bersabda:

عُذِّبَتْ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ

“Seorang wanita disiksa dalam neraka sebab mengurung seekor kucing sampai mati, dia tidak memberinya makan, tidak memberinya minuman, dan dia tidak melepaskannya supaya makan apa yang tumbuh di bumi”. Hadits Riwayat Imam Bukhari nomer 3223, dan Imam Muslim nomer 4160.

Berkata Ibnu Abdil Bar dalam kitab At Tamhid Syarh Al Muwatha’, “Dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan wajibnya member nafkah binatang piaraan, dan tidak ada perbedaan ulama tentang ini.”

Ibnu Hajar rahimahullah dalam kitab Fathul Bari menjelaskan, “Memelihara kucing dan mengikatnya, hukumnya boleh selama dia memberikan makan dan minum. Termasuk memelihara hewan-hewan lain selain kucing, dan wajib bagi orang yang memelihara untuk menafkahinya.”

Syaikh Bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang hukum memelihara burung dalam sangkar, beliau menjawab, “Boleh memelihara burung dalam sangkar asalkan dia memberi makan dan minum kepada burung tersebut. Karena hukum asal dalam masalah ini adalah mubah. Dan tidak ada dalil yang mengharamkannya. (Lihat : Fatawa Ulama Baladil Haram).

Cahyadi Takariawan

Cahyadi Takariawan telah menulis lebih dari 50 judul buku yang sebagian besarnya bertema keluarga. Aktivitasnya saat ini selain menulis adalah menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Mendirikan Jogja Family Center (JFC) pada tahun 2000 sebagai kontribusi untuk mengokohkan keluarga Indonesia. Kini JFC bermetamorfosis menjadi Wonderful Family Institute. Beliau dapat diakses melalui Instagram @cahyadi_takariawan

Tinggalkan Balasan