Kembali
Habit Menulis

Hargai Aktivitas Menulis yang Anda Lakukan

.

Seri Mendesain Habit Menulis – 10

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Essentially, being professional is about giving your best at all times. Think about how your behaviour will be perceived by others” — Belinda Fuller

.

Salah satu cara untuk mengoptimalkan semua waktu dalam hidup Anda adalah dengan menulis. Jika Anda telah menjadi penulis produktif, maka di semua tempat dan di semua waktu, Anda bisa menulis dan menghasilkan karya tulis yang menginspirasi orang lain. Tak ada waktu yang terbuang, jika Anda telah menjadi penulis produktif.

Untuk menjadi penulis produktif, Anda harus mendesain habit sebagai penulis produktif. Mulai hari ini, saya mengajak Anda mendesain habit menulis, dengan melakukan berbagai aktivitas sederhana berikut ini.

Pertama, Rutin Menulis Setiap Hari

Kedua, Berhentilah Menunda-nunda

Ketiga, Banyak Membaca

Keempat, Banyak Bergaul di Dunia Nyata

Kelima, Biasakan Membuat Perencanaan

Keenam, Rajin Mengumpulkan Bahan

Ketujuh, Menyempatkan Diri Membaca KBBI

Kedelapan, Segarkan Spiritualitas Anda

Kesembilan, Jaga Kesegaran Fisik Anda

Kesepuluh, Hargai Aktivitas Menulis Anda

Sebagai penulis, Anda harus menghargai aktivitas menulis yang Anda lakukan. Anda tidak bisa meminta orang lain untuk menghargai aktivitas Anda. Mungkin saja ada orang yang melecehkan bahkan membully Anda. Namun, Anda harus memberikan penghargaan atas proses menulis dan karya tulis yang Anda hasilkan.

Bagaimana cara menghargai aktivitas menulis yang Anda lakukan? Berikut beberapa tips untuk melakukannya.

  • Definisikan diri dengan jelas, bahwa Anda adalah penulis

Anda boleh berprofesi sebagai apa saja : guru, dosen, dokter, pegawai negeri, pegawai swasta, direktur perusahaan, cleaning service, petani, nelayan, peternak, pedagang, ibu rumah tangga, perangkat desa, anggota TNI, Polri, pegawai BUMN, atau apa saja. Namun di saat yang sama, Anda bisa menjadi penulis produktif.

Ketika Anda tengah menulis, definisikan diri dengan jelas, bahwa Anda adalah penulis. Jangan malu dan jangan canggung, nyatakan : “Ya, saya adalah penulis”. Saya selalu menyatakan kepada diri maupun orang lain, bahwa saya adalah penulis. Kapan saya menjadi penulis? Saat saya menulis. Dengan sepenuh percaya diri, saya menyatakan, saya adalah penulis.

  • Bertindak profesional dalam menghasilkan karya tulis

Hal yang akan membuat Anda mampu menghargai aktivitas menulis, adalah ketika Anda bertindak profesional dalam menghasilkan karya tulis. Sebagai contoh, Anda memiliki perangkat untuk menulis —apapun itu, sesuai kenyamanan dan kemampuan. Anda boleh memilih menulis di komputer PC, laptop, smartphone, tablet, atau sarana-sarana lainnya. Jika tidak punya, Anda bisa mengagendakan untuk membeli salah satu perangkat untuk keperluan menulis.

Anda juga perlu memiliki perpustakaan pribadi di rumah. Tempat dimana semua kebutuhan referensi Anda ada di situ. Setiap kali Anda mengunjungi bazar buku, Anda memilih dan membeli buku untuk keperluan referensi. Dengan demikian makin lama perpustakaan pribadi Anda makin banyak isinya. Ini adalah contoh tondakan profesional dalam menghasilkan karya tulis.

  • Miliki sikap positif sebagai penulis

Menjadi penulis harus menunjukkan sikap positif. Hal sama berlaku untuk berbagai profesi, selalu ada hal-hal yang dianggap positif yang menyebabkan seseorang dihargai dengan sikapnya itu. Di antara sikap itu adalah, selalu berpikir positif, optimistik, energik, dan tampil dengan penuh penghormatan terhadap diri sendiri (self-respect).

Sikap itu bahkan ditunjukkan secara fisik, misalnya tampilan saat menulis. Meskipun tengah menulis seorang diri, di dalam kamar yang tertutup sekalipun, tetap harus menampilkan diri dengan sebaik-baik tampilan. Mengapa? Karena menghargai profesi sebagai penulis. Menghargai aktivitas menulis yang tengah Anda lakukan, dengan menampilkan diri sebaik mungkin saat tengah menulis.

Shawn Jackson menyatakan, “Respecting yourself means giving and defining your own worth and value as a human being. Think about this: if you do not respect yourself, it will be more difficult for you to respect anyone else. So it all begins with self-respect”. Bagaimana Anda bisa menghargai orang lain, jika tidak bisa menghargai diri sendiri? Bagaimana Anda minta dihargai orang lain, bahkan ketika Anda tidak mampu menghargai diri sendiri.

  • Miliki perencanaan sebagai penulis

Richard Nordquist (2019) menyarankan, “Luangkan waktu untuk merencanakan peningkatkan keterampilan menulis Anda. Pikirkan bagaimana Anda dapat memperoleh manfaat secara pribadi dan profesional, dengan menjadi penulis yang lebih percaya diri dan kompeten”.

Lebih lanjut, Nordquist menyatakan, “Pada selembar kertas atau di pada layar komputer Anda, tuliskan utnuk diri Anda sendiri: untuk apa dan bagaimana Anda bisa menjadi penulis yang lebih baik”. Perencanaan membuat Anda semakin mampu menghargai aktivitas menulis yang Anda lakukan.

  • Miliki kesehatan mental dan fisik

Jika Anda mampu menjaga kesehatan mental dan fisik, akan terbentuk habit yang positif, yang akan membuat Anda lebih menghargai aktivitas menulis. Kate Krake (2017) menyatakan, “The less time you spend being sick and not feeling great, the more time you’ve got to be actively working on your writing”.

Penulis harus secara sadar selalu ‘menjaga kewarasan’ sehingga semua hasil tulisannya, mamberikan nilai kemanfaatan bagi orang lain. Dengan kemanfaatan yang terpancar dari karya tulis, menyebabkan dirinya semakin bisa menghargai aktivitas menulis yang rutin dilakukan. Ia akan merasa, apa yang dilakukan, tidak ada yang sia-sia. Semua bermakna.

Selamat menulis, selamat menikmati aktivitas menulis.

Bahan Bacaan

Belinda Fuller, 12 Professional Behaviour Tips, www.katieroberts.com.au

Kate Krake, 10 Ways a Positive Attitude Makes for a More Productive Writer, www.katekrake.com, 13 Januari  2017  

Richard Nordquist, Shaping a Positive Attitude Toward Writing, www.thoughtco.com, 12 Februar 2019

Shawn Jackson, How to Respect Yourself and Others, www.goodchoicesgoodlife.org

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.